
Keesokan harinya pagi-pagi Dena tidak melihat keberadaan Rafael yang semalam tidur bersama nya, Dena dengan cepat berjalan keluar kamar untuk mencari keberadaan putranya.
"El." Panggil Dena.
Ia terlihat panik karena sebelum Dena masuk ke kamar mandi Rafael masih terlelap, dan setelah selesai mandi putranya sudah tidak ada.
Dena berlari menuruni anak tangga dan ia menghela nafas lega saat melihat Rafael sedang bersama dengan Justin, Dena mengusap wajahnya kasar.
"Mommy." Panggil nya.
"Hmmmmm, boy." Sahut Dena mendekati Rafael dan berjongkok di hadapan El.
"Daddy." Ujar nya, lagi-lagi membuat Dena dan Justin tersenyum.
"Bukan itu daddy kak anes, bukan Daddy El." Ucap dena.
Saat mereka sedang berbincang dengan memperhatikan pergerakan El, Carl Anna dan putranya datang. Mereka memang sengaja bermain dan berkumpul dengan yang lainnya.
"Selamat pagi." Ucap Carl duduk di samping Justin.
"Pagi." Balas Justin.
"Yang lain kemana?" Tanya Carl, karena memang ia hanya melihat Justin dan Dena.
"Mungkin di belakang." Jawab Justin.
"El, mandi dulu ayok." Ajak Dena.
"El ada teman nya tuh." Ucap Carl, Rafael pun menoleh dan menatap anak kecil yang berada di pangkuan Anna.
"No." Tolak nya, hal itu membuat Dena tersenyum.
"Sombong ya bro, sudah ayok mandi dulu." Ajak Dena.
Sebelum pergi Dena mendekati Anna dan mencubit pipi anak Carl, Dena pun menanyakan nama nya karena memang ia tidak mengetahui nama putra dari Carl.
"Siapa namanya, kenalan dong sama El." Ucap Dena.
"Namanya Daniel." Balas Anna tersenyum.
"Noh El ada teman." Ucap Dena memangku El.
"Mommy mandi." Namun El tidak menggubris nya.
"Aku memandikan El dulu." Ucap Dena pergi ke kamar nya.
Saat memandikan El ia banyak bercanda dengan putranya, Dena begitu senang melihat keceriaan El.
Setelah selesai memandikan El Dena kembali ke bawah dan berkumpul dengan keluarga nya, Dena murunkan El dan berniat menyuapi El.
"Mam dulu." Ajak Dena, El pun menurut dengan ucapan mommy nya.
"Kean kapan kesini?" Tanya Dio.
"Nanti kalau pekerjaan nya sudah selesai." Jawab Dena.
"Bukankah Kean bos nya, kenapa tidak mempercakan hal itu kepada bawahannya saja." Ucap Carl, Dena menoleh dan tersenyum tipis.
"Kali ini bukan pekerjaan kecil dan itu butuh Keanu sebagai seorang atasan untuk memantau perkembangan nya, jika semua hal penting sudah ia selesaikan maka bisa ia percayakan kepada asisten nya." Ucap Dena mengelus kepala Rafael.
"Oh seperti itu, tapi bukankah Kean paling tidak bisa membiarkan kamu pergi sendiri?" Tanya Carl lagi.
"Aku tidak sendiri bang, aku bersama dengan bunda dan jagoan ku." Ucap Dena lagi, Dio dan Justin tersenyum mendengar balasan Dena.
"Dena beruntung kamu nikah sama Keanu." Ucap Julian tiba-tiba.
"Kamu ikut-ikutan Mulu mi." Sengit Julian.
"Maksudnya?" Tanya Dena heran.
"Maksudnya kalau suami kamu bukan Kean atau orang lain, itu bisa saja anak kamu tidak setampan El. Dan bisa saja kehidupan kamu tidak seperti sekarang." Ucap Julian.
"Benar tuh, si Dena hidup nya enak bener. Di rumah laki nya kerjaan ngurus anak sama suami doang, mana masih diijinkan untuk pergi bersama dengan teman-teman nya." Ceplos Dea.
"Si Kean kaya nya gak bisa tegas ya." Kekeh Carl.
"Kean tegas kok, tegas banget malah. Cuma dia tau kalau istrinya juga butuh hiburan, Kean berfikir ngurus anak dan suami juga bisa lelah. Maka dari itu selagi aku bahagia dan itu hal positif ya gak masalah buat dia." Ucap Dena.
"Tapi aku liat juga kamu gak ada jarak sama El, kaya bilang bro gitu emang gak apa-apa ke anak kaya gitu." Ucap Carl, Dena menghela nafasnya.
"Kita sudah biasa seperti ini bang, aku emang gak mau ada jarak antara aku dan anakku. Begitupun dengan Keanu, tidak memberi jarak bukan berarti membiarkan anak berlaku tidak sopan." Ucap Dena, Julian dan Justin tersenyum.
"Itu tergantung kita yang mendidik, intinya sekalipun kita memberikan jarak kepada anak itu bukan jaminan anak akan sopan dan menghormati kita." Ucap Julian.
"Kayak Lo sama Axel ya Jul." Kekeh Dio.
"Tentu, kaya gue dan Axel, kayak Lo dan Arka Azka juga kaya bang Justin sama Aiden dan Alexi kita tidak memberi jarak. Dengan itu anak akan lebih dekat dengan orang tua nya." Ucap Julian.
"Betul, buktinya Rafael gak bisa banget jauh sama Daddy nya. Tiap lihat bang Justin pasti bilang Daddy." Ucap Dena.
"Kata bunda kemarin Rafael nangis karena jauh sama Kean." Ucap Dea.
"Gak tau mellow banget dia, kemarin galau gak ketemu Daddy." Kekeh Dena.
Karena memang Keanu yang selalu memberikan candaan kepada Rafael, termasuk jika putranya itu baru bangun tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Mon maap telat up😁
N: Habis dari mana Lo 🙄
A: Cieee kepo 😔
*N: Kamret 😒
A: 😂😂😂***