Love Destiny

Love Destiny
TERUNGKAP



Dibaseman club NT, seorang pria tampan terlihat sedang menyesap vape yang ada ditangannya dalam – dalam sambil tersenyum lebar.


“ Cari tahu semua hal tentang  gadis yang ada dalam foto itu sekarang juga !!! ”, perintahnya menyeringai.


Enrico sudah tak sabar ingin mengetahui secara detail kelinci cantik yang sangat dilindungi sepupunya itu.


“ Sangat cantik….dan sebentar lagi, gadis itu akan jadi milikku…”, gumannya tersenyum lebar.


Meski pada awalnya, Enrico yang sangat marah karena kehilangan tender milliaran dollar yang secara curang diambil oleh rivalnya, namun disaat yang sama Enrico juga merasa sangat beruntung telah datang ke club NT malam ini.


Bukan hanya bisa melihat kekasih Arnold, namun kecantikan kekasih sepupunya itu membangkitkan sesuatu dalam dirinya yang sudah lama tertidur.


“ Perasaan ini akhirnya datang lagi…”, ucapnya sambil memegang dadanya erat.


Laki – laki tampan itupun segera masuk kedalam club untuk menghibur diri bersama wanita – wanita cantik yang sudah disiapkan untuknya.


Sementara itu, Magie terlihat sedang sibuk mengetik berbagai informasi tentang Crystal Abraham yang sudah berhasil dikumpulkannya.


Sebenarnya tadi Magie sudah hampir saja mengirim informasi tentang kekasih sepupu bosnya itu, namun belum sempat terkirim Enrico keburu menghubunginya terlebih dahulu.


“ Kok bisa salah ya…”, batin Magie sambil menatap layar komputer dihadapannya dengan wajah binggung.


Awalnya Magie sangat meyakini jika Adisty lah gadis yang selama ini Arnold lindungi dan sembunyikan dari publik.


Wajahnya yang cantik dan lugu, serta otaknya yang cerdas membuat gadis ini masuk kedalam list Magie sebagai pemeran wanita utama untuk mendampingi Arnold, seperti dalam kisah roman yang sering dibacanya.


Apalagi saat Magie mengulik semua hal tentang Adisty, tentang masa lalu dan semua hal yang dilewatinya selama ini dalam kehidupannya membuat asisten Enrico itu yakin seratus persen jika gadis inilah yang dicari sang bos.


Namun, saat melihat foto yang dikirim bosnya. Megie merasa tertampar keras menerima fakta bahwa prediksinya sangat salah.


Untung saja informasi yang sudah dikumpulkannya dengan susah payah itu belum terkirim ke bosnya. Jika tidak, bukan hanya pekerjaan saja yang hilang, bahkan nyawanyapun bisa terancam hilang karena mengirimkan informasi yang salah.


Sekali lagi Magie menatap foto dimana terlihat Arnold berjalan menuju parkiran bersama seorang gadis cantik dengan berpegangan tangan sangat erat


Satu fakta yang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa gadis itu benar – benar special bagi Arnold. Karena bukan rahasia lagi jika sepupu bosnya itu sangat jijik jika berdekatan dengan wanita.


Bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa karena nekat untuk memeluk tubuh laki – laki tampan itu secara paksa.


Tapi sekarang, yang dia lihat, Arnold menggenggam tangan gadis itu dengan erat tanpa terganggu sedikitpun akan hal itu.


“ Hufttt….tapi gadis ini sangat biasa….”, guman Magie sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Entah kenapa dirinya masih tidak bisa menerima jika Crystallah wanitanya Arnold, bukan Adisty seperti prediksinya.


Meski Crystal sangat cantik, namun bagi Magie yang otaknya sudah terkontaminasi dengan novel roman, dimana sang tokoh utama yang awalnya jelek dan tertindas menjadi cantik dan berkuasa. Apa yang tidak didapatkannya dulu sekarang dengan mudah didapatkannya, termasuk juga cinta.


Dan semua gambaran yang ada dalam novel roman tersebut ada didiri Adisty, bukah Crystal yang memang sudah terlahir cantik dan kaya.


Bahkan setelah Magie mencari informasi tentang gadis ini, tidak ada yang special. Hidupnya lurus – lurus saja seperti orang pada umunya.


Hanya ada satu masalah besar dalam hidupnya yaitu, pada saat kekasihnya menghamili sang kakak sehingga terpaksa dia harus memutuskan hubungan cintanya dengan sang kekasih demi anak yang ada dalam kandungan kakaknya itu.


Meski tidak sepenuh hati karena apa yang dibayangkannya menjadi hancur seketika ditabrak keras oleh fakta, Magie  tetap mengirimkan informasi yang diminta oleh Enrico secepatnya.


Enrico yang sedang bersenang – senang dengan para wanitanya terlihat menyeringai lebar saat menerima email dari asistennya itu.


“ Tunggu aku sayang….sebentar lagi, kamu akan ada dalam genggamanku…”, batin Enrico senang.


Enrico sudah tidak sabar lagi ingin menjadikan Crystal miliknya.Dan pada saat itu terjadi, maka dua point penting dalam hidupanya akan tercapai. Kehancuran Arnold dan kebahagiaannya.


Meski baru melihat sekali, namun Enrico merasa hatinya sudah terkena panah asmara yang langsung tertancap kuat didalam hatinya.


Hati yang sudah sangat lama dia biarkan kosong dan berlubang, kini berangsur mulai pulih dan terisi kembali. Dengan hati gembira, diapun kembali melanjutkan party yang sedang digelarnya.


“ Ok ladies !!!…kita party sampai pagi !!!…”,teriaknya sambil mengangkat gelasnya tinggi - tinggi.


Sementara itu, didalam mobil Arnold suasana sepi mencekam sangat terasa. Mobil bergerak dengan kecepatan sedang sepanjang malam dan berhenti saat sudah berada di halaman kediaman Arnold.


Setelah terdiam sepanjang perjalanan, Crystal menatap laki – laki tampan yang ada disampingnya dengan wajah serius.


“ Arnold…karena aku sudah berkata bahwa ingin memulai semua dari awal denganmu dan mendengarkanmu. Tapi, sebelum itu, bisakah kamu memberiku kepercayaan sepenuhnya… ”, ucap Crystal berhenti sejenak, menimbang kembali apa yang ingin dia ucapkan. Setelah yakin, diapun mulai meneruskan kalimatnya.


“ Jika kepercayaan itu tidak ada…atau mengilang ditengah jalan maka jangan salahkan aku jika pergi dari sisimu…”, ucap Crystal mengemukakan semua yang menganjal dihatinya saat ini.


“ Apa kau mengancamku…”, tanya Arnold dengan suara rendah, mirip seperti ular berbisa yang sedang mendesis dihadapan mangsanya.


Keadaan dalam mobil seketika menjadi dingin dan mencekam. Crystal merasakan bahwa lengan yang memeluk pinggang rampingnya itu mulai menegang.


“ Aku akui jika aku sangat takut denganmu. Dan aku tidak mempunyai kekuatan untuk bertarung denganmu. Kebebasanku, harga diriku, tubuhku, apapun itu, kau bisa memiliki semuanya. Tapi ada hal yang tidak bisa kamu kuasai, yaitu cintaku…hatiku…dan hidupku… ”, ucap Crystal sedikit gugup.


“ Dan sepertinya, saat ini aku telah jatuh cinta padamu…”, Crystal tiba – tiba saja duduk dipangkuan Arnold dan mencium bibir laki – laki itu dengan lembut.


Saat bibir Crystal menyentuh bibirnya, mata Arnold seketika berbinar bahagia. Hawa dingin yang menyelimuti dalam mobil seakan lenyap dan menghilang diudara.


“ Apa tadi yang kau katakan, coba ulangi...”, tanya Arnold lembut, saat bibir keduanya terlepas.


“ Aku ingin kau memberiku kepercayaan penuh…”, ucap Crystal sambil memiringkan kepalanya.


“ Bukan itu…”, ucap Arnold dingin.


“ Aku sangat takut padamu…”, ucap Crystal sambil berpikir.


“ Bukan kalimat itu…”, ucap Arnold dengan wajah semakin gelap.


“ Aku akan meninggalkanmu…”, ucap Crystal sambil mengerutakan keningnya mencoba berpikir keras.


“ Crystal !!!...”,  Arnold mengeram sambil menyipitkan kedua matanya.


Melihat kesedihan dalam wajah Arnold, Crystal tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa. Setelah wajah tunangannya itu semakin suram, Crystalpun akhirnya mengalah.


“ kataku…aku sepertinya sudah jatuh cinta padamu…”, ucap Crystal sambil menangkup wajah Arnold dengan kedua tangannya.


“ hapus kata sepertinya…”, ucap Arnold mengkoreksi.


“ Baiklah, aku sudah jatuh cinta padamu…lagi dan lagi…”, ucap Crystal dengan senyum manisnya.


Setelah Crystal mengucapkan kalimat tersebut, Arnold tiba – tiba saja tersentak seperti dia baru saja tenggelam kedalam semacam memori yang menyakitkan.


Sebelum Crystal bisa memahami makna dibalik tatapan matanya, Arnold segera menundukkan kepalanya. Dan pada detik berikutnya, bibirnya mulai menyentuh bibir Crystal dengan kasar. Menghisap dan menekan setiap sentimeter kelembutan dan nafas gadis itu.


Ciuman yang lebih kuat dan lebih dalam daripada ciuman – ciuman sebelumnya. Tapi entah kenapa Crystal begitu menikmati ciuman yang menuntut ini dan merasakan kelegaan dalam hatinya yang terdalam.


Crystal masih belum percaya jika dirinya berani mengancam Arnold sedemikian rupa. Meski wajahnya tersenyum, namun Crystal merasa sangat gugup saat tadi mengeluarkan ancamannya.


Bahkan hatinya seperti meloncat keluar saat wajah Arnold mulai menggelap. Takut jika iblis itu akan mengambil nyawanya saat ini juga.


Meskipun Crystal sangat tahu jika tindakannya tadi sangat berbahaya dan mendekati kematian. Namun ada beberapa hal yang memang harus dibicarakan diawal dengan jelas.


Agar dirinya tidak merasa menyesal nantinya. Tapi untung semuanya berjalan dengan lancar dan dia sekali lagi berhasil memenangkan hati iblis haus darah itu.


“ Crystal, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku. Kalau tidak, aku tidak bisa menjamin apa yang akan kulakukan padamu…”, bisik Arnold setelah mengakhiri ciuman panas dengan tunangannya itu..