
Keesokan harinya di kediaman kai, lelaki itu sedang duduk dengan menjaga putrinya. Kyra melihat sang papi yang sedang membaca majalah dengan mata bulat yang berkedip-kedip.
"Qu'est-ce que tu fais? (Papi sedang apa?)" Tanya kyra.
"Papi sedang membaca majalah, ada apa?" tanya kai.
"non, je demande juste. (Tidak, aku hanya bertanya)." Jawab kyra, sementara kai hanya tersenyum.
"Berhenti bermain, kemari girls." Ucap Kai.
"Haaaa." Ucap kyra gembira melompat ke pangkuan sang papi.
"Kenapa putriku sangat cantik." Kekeh Kai.
"Karena aku putrimu." Ujar kyra.
"CK, bisa saja." Ucap Kai.
Kai mengelus kepala kyra lembut, dan tiba-tiba Karen muncul membawa teh hijau di tangan nya.
"Apa yang sedang suami dan anakku bicarakan?" Tanya Karen.
"Un secret, (Sebuah rahasia.)" Jawab kyra membuat Karen mendengus.
"Gelud yuk, kok ngeyel banget anak siapa si." Ucap Karen.
"Lah, kok ngamok." Goda kai, membuat kyra tertawa.
Sementara di tempat Keanu kini Rafael sedang bermain dengan mobilan nya, Kean mendekati sang putra.
"Qu'est-ce que tu fais? (Apa yang sedang kamu lakukan?)" Tanya Keanu.
"Joué dad. (Bermain dad.)" Jawab nya, Keanu menatap Dena yang sedang memainkan ponselnya.
"Anak nya sibuk main, emak nya sibuk sama ponsel. Besok-besok aku karungin dua-duanya biar main bareng." Ucap Keanu, membuat El dan dena menoleh.
"Eh, ada suami ganteng toh." Ucap Dena tertawa.
"Ngeselin banget sumpah, ngajak gelud bee." Ucap Keanu, Dena pun tertawa.
"Tadi El ngomong apa dad?" Tanya Dena.
"El ketularan opa nya, tau ngomong apa iya in aja." Ucap Keanu ngasal.
"Dih, dia yang mancing anak nya ngomong juga." Ucap Dena.
"CK, sudah tidak perlu di bahas." Kekeh Keanu.
"Heh bro, kamu tinggal dimana yang dipake bahasa mana." Ucap Dena.
"Bahasa kelahiran mommy." Jawab El ngeyel.
"Untung anak mommy kamu, kalau bukan udah mommy bungkus pake karet pecel lele." Ujar Dena membuat Rafael mengernyit.
"Mwo? (Apa?)" Tanya El.
"Tau ah, El ngomong nya campuran kaya rujak serut." Ucap Dena sontak Keanu tertawa lepas.
"Rujak serut?" Tanya El heran.
"Iya rujak serut, El mau?" Ucap Dena.
"Anak kamu kesambet apa, kenapa ngomong jadi berantakan gitu." Pekik Dena.
"Salah makan kaya nya." Kekeh Keanu.
"Ish." Grutu Dena kesal.
Kembali ke kediaman kai, kini kyra sedang bermain di belakang taman rumah nya. Gadis cantik yang menggunakan dress selutut itu terlihat begitu nyentrik.
"Kyra jangan berlari nanti jatuh." Ucap Kai, jika Devika Chika yang terlihat posesif sementara ini adalah kai sang papi yang terlihat begitu posesif.
Hal itu juga yang membuat kyra lebih merasa nyaman bersama sang papi, mungkin memang benar cinta pertama anak perempuan adalah ayah nya. Maka dari itu kai benar-benar menjadikan dirinya sebagai cinta pertama Kyra yang saat ini menjadi putri tunggal nya.
"Papi ingin ini." Ucap kyra.
"Biar papi. yang ambilkan." Ucap Kai.
"Kyra suka ini?" Tanya sang papi, mata bulat itu menatap Kai dengan binar bahagia.
"Hmmmmm." Jawab nya tersenyum.
Dari kejauhan Karen melihat suami dan putrinya, ia tersenyum senang. Karen bahkan rela melepaskan pekerjaan nya hanya untuk mengurus putri dan suaminya dengan baik.
Karen tidak ingin Kai dan Kyra merasa kekurangan kasi sayang dan perhatian, maka dari itu Karen meninggalkan karier yang sudah ia kejar sejak dulu.
.
.
.
.
.
.
.
*A: yang komen tentang bahasa maaf ya, aku males translate. Kalo kamu emang pinter bahasa boleh lah aku jadi murid nya😁 aku soalnya gak pinter bahasa dan males translate juga 😊
N: ET dah, belajar sama gue yok tar gue ajarin ngomong ala negara gue😂 heran yg komen ada-ada bae. Giliran Lo gak up di protes, up dibikin un mood 😏
A: Deterjen maha bener, gue mau ajak itu deterjen jadi guru bahasa gue boleh kali ya mungkin dia tau banyak bahasa 😌
N: Dah lah Thor gak usah baca-baca komen lagi, diemin Bae 😏
A: Seenggaknya gue Masi punya hati buat hargai komen nya kan, kalo gak bisa bales ya gue like 😊
N: Tapi yg komen kaga make filter 😌
A: Biarin gue emang gak pinter bahasa, mungkin dia lebih pinter un nanti gue belajar sama dia 😉
N: 🤣🤣🤣 ikut 😂
A: Heh 😂
N: 🤣🤣🤣*