Love Destiny

Love Destiny
Epson 364



Keesokan harinya di sebuah universitas ternama terlihat seorang gadis cantik tengah berjalan dengan elegan, dari belakang terlihat seseorang yang sedang mengejar nya.


"Felly." Panggil Nathia, ya wanita cantik yang berjalan dengan santai itu adalah Felly.


"Eh, kamu kenapa nath kok lari-lari seperti itu?" Tanya Felly, Nathia memeluk Felly ia merasa bersalah karena sudah meninggalkan Felly kemarin.


"Maaf aku meninggalkan kamu kemarin." Lirih nya, Felly tertawa kecil melepaskan pelukan Nathia.


"Hey, tidak apa-apa kenapa kamu harus meminta maaf." Ucap Felly tulus, Nathia menatap wajah cantik Felly.


"Kenapa kamu tidak marah?" Tanya Nathia, Felly terkikik geli dengan ekspresi Nathia yang bingung.


"Untuk apa aku marah? Jika aku berada di posisi kamu kemarin juga aku akan mengerti, itu bukan keinginan kamu jadi santai saja." Ucap Felly, Nathia menghela nafas lega.


Ia bersyukur karena Felly tidak marah, tapi bagaimana dengan Ayaza apakah gadis itu akan marah? Bagaimana Nathia harus membujuk gadis menggemaskan itu.


"Tapi bagaimana dengan Ayaza?" Tanya Nathia, Felly tersenyum itu bukan hak Felly untuk menjelaskan jika Aya juga meninggalkan dirinya kemarin.


"Jika tentang Ayaza lebih baik kamu temui dia saja nath." Ucap Felly, Nathia mengangguk ia mengerti mungkin Felly takut salah bicara.


"Apakah Ayaza dan Kenzo juga meninggalkan kamu?" Tanya Nathia, Felly tersenyum tipis.


"Tidak, yasudah ayok kita ke kantin sepertinya Devika dan Kyra sudah menunggu disana." Ucap Felly, akhirnya Nathia pun mengangguk dan berjalan ke kantin.


Benar saja setibanya di kantin kampus Nathia dan Felly melihat Devika dan Kyra yang sedang berbincang, Felly dan Nathia pun menghampiri Devika dan Nathia.


"Kalian dari mana saja?" Tanya Kyra.


"Maaf kami membuat kamu menunggu, tadi aku dan Nathia baru saja sampai." Ucap Felly, Nathia pun membenarkan ucapan Felly.


Karena memang dirinya baru tiba di kampus, Nathia sudah jarang berangkat ke kampus bareng Kyra karena ia tidak ingin merepotkan Kyra yang harus selalu menjemput dirinya.


"Apa kalian menunggu kami sangat lama?" Tanya Nathia.


"Tidak juga, oiya pulang dari kampus aku dan Kyra akan pergi ke mall apa kalian akan ikut?" Tanya Devika, Felly dan Nathia pun saling pandang.


"Sepertinya aku tidak bisa ikut, mom memintaku untuk langsung pulang hari ini." Ucap Felly, sementara Nathia gadis itu takut jika ia pergi akan bertemu dengan Niko lagi.


"Maaf aku juga tidak bisa ikut, ada urusan yang harus aku selesaikan." Ujar nya berbohong, jujur saja Nathia ingin ikut bersama saudara dan sahabat nya.


Tapi Nathia lebih takut jika Niko yang akan tiba-tiba muncul seperti sebelumnya, daripada ia malu di hadapan Devika dan Kyra sebaiknya Nathia tidak usah pergi kemanapun.


"Kenapa bukankah biasanya kamu yang paing semangat jika kita akan pergi?" Tanya Kyra, Nathia menggigit bibir bawahnya.


"Hmmmmmm, aku ingin ikut tapi sungguh aku memiliki urusan yang harus aku selesaikan dulu." Ujar nya, akhirnya Kyra dan Devika pun mengerti.


Keduanya tidak mau memaksa Nathia untuk pergi bersama mereka, Kyra tahu ada yang membuat Nathia tidak nyaman. Namun ia tidak ingin ikut campur mengenai hal itu.


Sepulang dari kampus Felly memutuskan untuk merubah penampilan nya, karena Rafael mengajak nya bertemu di sebuah restoran.


Felly memakai pakaian yang tertutup, ia berjalan masuk kedalam restoran melihat Felly seperti itu El tertawa kecil.


Ya, El memilih ruangan VVIP di restoran itu, agar Felly merasa nyaman saat keduanya sedang bertemu.


"Kenapa kamu tertawa?" Tanya Felly garang.


"CK, ada apa dengan kekasihku, Kenapa memakai pakaian seperti itu." Ucap Rafael, Felly mendudukan tubuh nya di samping El lalu menatap kekasihnya.


"Karena aku tidak ingin ada yang melihat ku berada disini, lagipula kenapa kamu mengajak aku bertemu disini. Biasanya kamu akan ke rumah." Ucap Felly, El gemas lalu mencubit kedua pipi Felly.


"Sayang aku meminta untuk bertemu disini, karena aku ingin menyampaikan sesuatu kepada kamu baby." Ucap El, Felly mengernyit apakah sepenting itu sampai mereka harus bertemu di luar.


"Baiklah, apa yang ingin tuan muda bicarakan maka bicaralah." Ucap Felly, El terkekeh kecil.


"Pergi? Bukankah kamu akan wisuda satu Minggu lagi." Ucap Felly, El tersenyum lembut.


"Hmmmmmm, aku akan pergi setelah selesai wisuda." Ujar nya, ada rasa tak rela di hati Felly untuk membiarkan El pergi.


Tapi Felly juga tidak bisa egois, El sangat di butuhkan oleh keluarga nya. Dan El juga memiliki tanggung jawab atas perusahaan Daddy nya.


"Apakah aku tidak bisa ikut?" Tanya gadis itu polos.


"CK, bisa saja kamu ikut tapi kita harus menikah lebih dulu." Ucap El, Felly mendengus yang benar saja kuliah Felly belum selesai.


"Kuliah ku belum selesai sayang." Lirih nya, Rafael tertawa.


"Kita menikah dulu sayang, setelah itu kamu lanjutkan kuliah kamu." Tanya El, sebenarnya El tak yakin ia takut Felly tidak fokus dengan kuliah nya.


"Apa boleh seperti itu?" Tanya Felly antusias.


"Tentu saja tidak, aku tidak ingin kamu lelah karena harus membagi waktu kamu antara mengurus suami dan kuliah." Ucap El, Felly menunduk membuat El tersenyum tipis.


"Baiklah." Lirih Felly, El menangkup wajah cantik Felly lalu mengecup kening Felly lembut.


Ada rasa sedih di hati El saat melihat Felly sedih seperti itu, tapi ya mau bagaimana pun juga ini adalah keputusan sang Daddy dan opa nya yang tidak bisa di ganggu gugat.


Rafael melakukan semua ini untuk masa depan dan kebahagiaan Felly nanti, bukan hanya untuk kebahagiaan nya. Karena Daddy selalu mengatakan jika tuan James saja berusaha keras untuk kebahagiaan putrinya yaitu Felly, itu berarti El juga harus melakukan hal yang sama.


El harus mempersiapkan diri untuk membahagiakan Felly yang akan menjadi wanita nya nanti, maka dari itu El memilih untuk menuruti permintaan dad dan opa nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Bolehkah saya meminta yang seperti Rafael, satu juga gak apa-apa kok 😌*


A: Gabisa Uun, soalnya gue juga mau yang kaya Rafael gimana dong 🙄


N: Yuk Thor bisa yuk bagi dua 😂


A: Gak bisa, gue gamau berbagi Uun 😁


N: Othor mah 😒


A: Mon maap ya uun 😂


N: Hilih 😒


A: 😂😂😂