
Hari pertama Crystal berada diperusahaan, satu orang karyawan dipecat, sepuluh orang kena SP 1 dan semua kepala divisi tiap bagian mendapat peringatan keras darinya.
Gebrakan besar yang dilakukannya tentu saja membuat semua orang terbangun dari tidurnya dan mulai kocar - kacir untuk berlari mengamankan diri masing - masing.
Yang ada dipikiran semua orang saat ini adalah bagaimana cara mereka masing - masing bisa selamat dan tetap mempertahankan posisi yang ada untuk saat ini.
Akibat ketegasan Crystal tersebut, semua karyawan mulai bekerja sesuai dengan jobdisnya masing – masing dan tentunya lebih disiplin, serta tidak mensia – siakan waktu produktiv mereka untuk hal yang tidak perlu.
Sedangkan para kepala divisi yang tadi dipanggil saat ini sudah kembali ke divisi mereka masing – masing dan mengadakan rapat mendadak mengenai penggelapan dana perusahaan yang sudah diketahui Crystal.
Masing – masing divisi mempunyai strategi yang berbeda - beda untuk menyelesaikan hal tersebut secepatnya. Seperti apa yang diperintahkan kepadanya.
Banyak diantara mereka yang berniat untuk menumbalkan seseorang guna menutupi kejahatan yang dilakukan secara berkelompok tersebut.
Namun ada juga yang benar - benar memberikan peringatan keras terhadap pegawai yang korup tersebut agar segera mengembalikan dana yang diambilnya jika tidak ingin dilaporkan kepada pihak berwajib dan dipecat secara tidak hormat..
Sebenarnya Crystal sudah mengantongi nama – nama siapa saja yang melakukan penggelapan dana diperusahaan.
Hanya saja dia masih ingin memberi mereka semua kesempatan dengan melihat langkah apa yang akan mereka ambil dan kejujuran masing - masing orang. Apakah mereka layak untuk dia pertahankan atau tidak.
Meski masih muda, namun pengalaman yang pernah didapatkan dari kehidupan sebelumnya membuatnya harus bergerak lebih cepat, terencana, dan terperinci.
Dia sudah mempunyai plan A, plan B, dan plan C dari tiap – tiap kebijakan yang telah diterapkannya. Berharap saat satu kebijakan tidak berhasil dia masih bisa menggunakan rencana cadangan yang telah disiapkannya.
Sebagai langkah awal, gebrakan besarnya ini sudah bisa membuat semua orang takut dan tidak akan bertindak semaunya dan mulai bersikap hormat padanya.
Abraham yang mengetahui tindakan sang putri tersenyum bahagia. Dia sama sekali tidak menyangka jika selama ini Crystal diam - diam mengikuti perkembangan perusahaan dan apa saja yang terjadi didalamnya.
Begitu dia masuk, semua langkah yang diambilnya merupakan langkah yang tepat sasaran. Sebenarnya Abraham sudah mengetahui hal tersebut sejak lama, hanya saja dia menunggu waktu yang tepat untuk mengeksekusinya.
Sedangkan Crystal yang mengetahui perusahaan papanya akan runtuh dalam beberapa tahun kedepan, tidak ingin menyia – nyiakan waktu barang sedetikpun untuk membiarkan semua tikus – tikus tersebut bergerak semaunya.
Dengan kebijakan yang diambilnya hari ini, dia sangat yakin hal tersebut bisa menjadi contoh bagi yang lain, jika lalai atau ingin bermain curang maka perusahaan akan bersikap tegas kepada mereka.
Didalam ruangannya, Crystal dan Emily mulai berdiskusi tentang kondisi perusahaan dan cara penangganannya agar tepat sasaran.
Semakin sering bersama Crystal membuat Emily semakin kagum dengan tunangan bosnya itu. Sekarang dirinya cukup paham kenapa bosnya itu memilih gadis itu sebagai pendampingnya.
Selain cantik dan kaya, gadis tersebut ternyata sangat cerdas dan mempunyai instuisi yang sangat kuat hingga keputusan yang dibuatnya jarang ada yang meleset.
Ketegasan yang dilakukan tampakanya membuat semua orang kalang kabut. Pria berkacamata yang sempat dilihatnya di lantai tiga dan enam juga terlihat panik dan cemas.
Sedari tadi dia terlihat sibuk dengan ponselnya, berkirim pesan untuk melaporkan semua hal yang terjadi siang ini diperusahaan, dan tentang kembalinya sang pewaris Abraham Group yang dinilai akan mengacaukan rencana yang telah mereka susun dengan rapi.
Membuat laki – laki itu harus mengubah langkah agar tidak sampai terendus. Dirinya juga harus lebih berhati – hati dalam berhubungan dengan masing – masing pimpinan tiap divisi, karena semua gerak – gerik mereka saat ini sedang diamati.
Sementara itu diruangannya, Santoso terlihat sangat pusing oleh masalah istrinya yang terus saja mengomel karena keponakan tersayangnya dipecat dari perusahaan.
Menjual rumah, mobil dan seluruh asetnya juga tidak mampu untuk menutupi semuanya. Santoso tidak mengerti, dipakai untuk apa uang itu oleh keponakannya, jika makan, minum dan tempat tinggal semua dari dirinya.
Bahkan kadang Santoso juga masih memberikan uang jajan jika gajinya telah habis. Jika masalah tersebut tidak diselesaikan, maka kejadian yang sudah dia kubur dalam – dalam dimasa lalu akan kembali muncul.
Dan jika hal itu terbongkar, maka jelas nyawa seluruh keluarga besarnya akan menjadi taruhannya. Dan itu yang sama sekali tidak Santoso inginkan.
Dia tidak ingin apa yang sudah dikumpulkan dan dicapainya selama ini menjadi sia – sia hanya karena keteledorannya dengan membiarkan ke egoisan keponakannya menjadi boomerang baginya.
Sementara itu, disebuah gedung pencakar langit terlihat seorang pria tampan sedari tadi bergerak gelisah. Memikirkan langkah apa yang akan dia ambil selanjutnya.
Jujur saja, Enrico cukup terkejut dengan keberadaan Emily disamping Crystal. Karena selama yang dia tahu, Emily sebagai tangan kanan dan pengawal Arnold tersebut hampir sama sekali tidak pernah jauh dari sang majikan.
Bahkan keberadaan mereka sudah seperti satu paket, dimana ada Arnold pasti ada Emily disana. Dan semua orang dalam dunia bisnis sangat tahu akan hal itu.
Beda dengan Vreyan, tangan kirinya yang hanya akan muncul dalam kondisi tertentu dan hanya orang tertentu saja yang bisa mengetahuinya.
Bahkan Enrico sendiri tidak tahu sosok tangan kiri Arnold yang bernama Vreyan tersebut karena keberadaannya yang sangat misterius.
Melihatnya berada diperusahaan Abraham siang ini, Enrico sangat yakin jika Emily sudah memberitahu Arnold mengenai dirinya yang berada disana.
Untuk itu, dia harus mencari cara lain untuk mendekati Crystal, tidak bisa menggunakan cara pertama karena Arnold pasti mulai sekarang akan mengawasi gadisnya itu dengan sangat ketat.
Apalagi dirinya juga sempat mendapatkan kabar jika Crystal sudah diajak untuk menemui Elisabeth dikediaman utama.
Itu artinya, hubungan yang terjalin diantara mereka sudah berada ditahap serius. Dan dirinya tidak bisa menyentuh gadis itu secara terang – terangan, karena itu dapat menimbulkan reaksi dari Elisabeth yang tentunya tidak menguntungkan baginya.
Beberapa kali terlihat Enrico mengusap wajahnya dengan kasar sambil mengacak - acak rambutnya frustasi. Mencoba keras untuk berpikir jalan mana yang akan ditempuhnya kali ini.
Enrico mulai kembali duduk saat tatapan matanya tertuju pada sebuah berkas renovasi rumah sang kakek yang dikerjakan salah satu arsitek ternama dinegeri ini.
“ Kurasa aku harus membereskan hal ini dulu sambil berpikir pelan – pelan…”, guman Enrico sambil mulai membuka berkas yang ada dalam map tersebut.
Cukup lama dirinya mengamati setiap desain yang ada sambil berdecak kagum dengan kinerja para arsitek muda jaman sekarang.
Mata Enrico seketika melotot tak percaya saat melihat nama Crystal Abraham tertera sebagai salah satu anggota tim pelaksana proyek tersebut.
“ Akhirnya.... dewi fortuna berpihak juga padaku…”, ucap Enrico girang.
Diapun segera menyusun strategi apa yang harus dilakukan agar tunangan Arnold tersebut terjerat dalam pesonanya.
Menurut informasi yang dia dapat, Crystal bukanlah seorang gadis yang bisa ditaklukan hanya dengan wajah tampan dan kekayaan yang dipunya.
Enrico harus mempunyai daya tarik khusus yang membuat gadis itu dengan sukarela menempel padanya dan mencampakkan Arnold.