Love Destiny

Love Destiny
Epson 329



Malam hari Rafael menjemput Felly karena sang mommy mengatakan ingin mengajak wanitanya itu makan malam bersama, tidak hanya keluarga Dena saja tuan Richard dan nyonya Ellen juga hadir untuk melihat calon cucu menantu mereka.


Mengetahui jika cucu sulung nya yaitu Rafael berhasil menaklukkan hati Felly, putri dari seorang James Wilthon tuan Richard terlihat begitu senang.


Pasalnya tuan James tipe orang yang tidak mudah percaya, apalagi ini menyangkut putri kesayangannya. Namun tuan Richard mengakui kehebatan Rafael yang berhasil mencuri hati Felly.


"De kamu bayangin nih ya, kalau El nikah nanti anak nya bakal kaya apa." Ucap Oma, ah setelah sekian lama Oma solimi baru muncul lagi.


"Oma nikah saja belum yang dibahas sudah anak saja." Dengus Dena.


"Ya kan kali aja gitu yang bikin wah, buktinya kamu dan Kean diam-diam si El dapetin putri keluarga Wilthon." Ucap Oma, benar juga bagaimana nanti anak Rafael.


"Ya mana Dena tahu Oma, memangnya Dena pakar perjodohan." Ucap Dena, tuan Richard tertawa Dena memang tidak pernah berubah.


"Pokoknya nih ya Oma kalau soal malam pertama kudu ikut campur inimah." Ucap Oma lagi, Dena menatap nyalang kepada Oma.


"Oma ngapain ikut campur? Mau jadi wasit?" Tanya Dena tidak habis fikir.


"Wasit udelmu, ya bukan jadi wasit juga lah de yang benar saja." Ucap Oma, Dena dan Kean tertawa.


Mereka jadi mengingat bagaimana saat Dena dan Keanu melakukan malam pertama, keduanya meyakini jika ada campur tangan Oma dalam berhasil nya bembobolan gawang.


"Oma jangan ngada-ngada ya oma, jangan sampai kisah kita berdua keulang lagi." Ucap Dena, Oma tertawa lepas ia juga merasa lucu dengan kelakuan nya dulu.


Bisa-bisanya Oma bekerja sama dengan Nathan hanya agar Kean berhasil meniduri Dena, tuan Richard menggelengkan kepalanya karena Oma dan Dena.


"Ibu jangan seperti itu, ingat ibu sudah tua jadi dikurangi solimi nya ya Bu." Ucap nyonya Ellen.


"Gak bisa gitu El, keluarga Richard harus punya penerus." Ucap Oma.


"Penerus si penerus Oma, tapi kalau pake cara solimi khawatir aja anak nya nanti bakal solimi juga. Contoh nya Rafael gelud Mulu sama Daddy nya." Ucap Dena, Oma tertawa memang saat Rafael kecil bocah itu selalu berdebat dengan Keanu.


"Pas sudah besar meresahkan ya de, turunan Richard gak akan gagal deh yakin." Kekeh Oma, Dena menggelengkan kepalanya.


Saat semuanya sedang berkumpul di ruang keluarga menunggu kedatangan Rafael dan Felly, Ayaza menuruni anak tangga dan langsung memeluk nyonya Ellen.


"Oma, aku rindu kepada Oma." Ucap gadis itu.


"Benarkah, Oma juga begitu merindukan gadis kecil Oma." Ucap nyonya Ellen, memeluk Ayaza.


"Kakak belum pulang mom?" Tanya Ayaza.


"Nyasar kayak nya za kakak mu, lama sekali dari tadi belum sampai juga." Ceplos Oma.


"Eyang gak boleh gitu, mungkin kakak sedang menikmati perjalanan nya." Kekeh Ayaza.


"Padahal nanti disini juga bisa gitu kan menikmati kebersamaan." Ceplos Oma, Keanu dan tuan Richard hanya tersenyum keduanya setia menjadi pendengar dari para wanita yang begitu cerewet.


Tak lama kemudian Rafael tiba bersama dengan Felly, mereka semua tersenyum manis saat melihat Felly yang digandeng oleh Rafael.


"Gandengan terossss, gak kasihan sama Aya yang jomblo kak." Ucap Ayaza mendramatisir.


"Gak usah lebay za gak usah." Ucap El, Felly tersenyum saat melihat Ayaza yang berjalan ke arah nya.


"Hai kakak ipar." Sapa Ayaza.


"Hai gadis manis." Balas Felly, membuat Rafael mendengus.


"Yang begini dibilang manis, kecut yang ada." Ucap El, model solimi El mulai on.


"Ngada-ngada kalau Aya kecut Kakak apaan? pait." Sengit nya, Oma menarik tangan Ayaza.


"Diam za jangan malu-malu in nanti Felly ilfeel sama kita." Ucap Oma, Ayaza tersenyum.


"Benar juga kan gak lucu kalau kak El ditinggalin gara-gara kesolimihan kita." Kekeh nya, nyonya Ellen berjalan mendekati Felly.


"Oma yang cucu Oma sebenarnya itu siapa, kenapa kalian begitu tega meninggalkan aku." Protes Rafael.


"Yaelah El tinggal jalan doang pake protes, gabakal nyasar juga kan." Ucap Dena, El mendengus kenapa mommy lebih mengutamakan Felly.


"Aku merasa tersingkirkan di antara keluarga ku sendiri." Ucap El.


"Gak usah manja El eyang udah lapar ini nunggu kamu." Ucap Oma, jiwa emak-emak Oma mode on.


"Lapar tinggal makan eyang ribet amat." Ucap El, Ayaza tertawa melihat Oma dan Rafael yang berdebat.


"Iya kamu yang eyang makan mau." Sengit Oma, El tersenyum ia tahu Oma nya memang sudah kelaparan.


Kini merekapun makan dengan tenang di meja makan, terlihat tuan Richard yang sejak tadi menatap Felly.


Benar-benar titisan tuan James sekali bukan sampai membuat tuan Richard terkagum seperti itu, bukan hanya tuan Richard Oma dan nyonya Ellen pun mengagumi kecantikan Felly.


Rafael dan Keanu benar-benar sama keduanya pintar mencari pasangan yang terlihat begitu serasi, mereka senang karena El sudah menempatkan hatinya untuk Felly.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: Si Oma mulai aktif lagi ya bundπŸ˜‚*


A: Maklum Oma mau interview calon cicit mantu πŸ˜‚


N: Gue aja yang di interview si Oma gak apa-apa kok πŸ˜‚


A: Ngada-ngada ni anak, tapi kalo El mau sama gue gapapa kali ya gas aja lah 🀣


N: Gue juga mau Tulung 😭


A: Gabakal ada tapi yang kaya mereka 😭


N: Berdoa aja kalo gak ada yang mirip-mirip gapapa 😌


A: Bener banget si, mirip semuanya gapapaπŸ˜‚


N: Mana ada mirip semuanya Thor 😌


A: Berharap aja dulu Marni πŸ˜‚


N: Iya si benerπŸ˜‚πŸ˜‚