Love Destiny

Love Destiny
Epson 185



Keesokan harinya setelah para suami berangkat kerja grup kembali di hebohkan oleh para istri, mereka merasa kesal kepada para suami nya masing-masing.


Namun hal itu tidak berlaku untuk Dena dan Tata, karena hanya suami mereka berdua lah yang masih memiliki kewarasan.


***Solimi group 🀀


Chik**: Guys 😭


Dena: Heh, Lo kenapa Marni πŸ˜‚


Chika: Pinggang gue berasa mau copot, dari kerangka nya 😭


Tata: Mam*us 🀣


Chika: Lo berdua bener-bener ya, temen tuh lagi susah ini malah diketawain πŸ˜’


Karen: Tenang kamu gak sendirian Chik, ada aku disini 😌


Niken: Mon maap, bilang nya marah mau ngasi hukuman faktanya 😭


Tata: Auto pada di gempur kan Lo pada🀣🀣


Dena: 🀣🀣🀣


Chika: Emang Lo berdua kagaπŸ™„


Tata: Sama si, cuma laki gue Masi waras dan masih punya perikemanusiaan 🀣


Dena: Kalau ada cara halus kenapa harus cara kasar 🀣


Karen: Dan lah, buat beberapa waktu kedepan gue kaga bakal keluar dulu. Masi sawan Wak 😭


Tata: Hukuman nya bisa menyebabkan dua hal, patah pinggang sama beranak lagi 🀣🀣🀣


Dena: T_tapi laki gue belum pengen beranak lagi, soalnya El masih kecil πŸ˜‚


Tata: Sama Tio juga, dia gak mau kalau Kenzo sama adik nya nanti bersaing demi sebuah perhatian πŸ˜‚


Karen: Kita semua sama, anak-anak nya Masi pada bocil 😭


Niken: Aku gak paham aku gak paham 😭


Chika: Heh, Lo semua mikir gak si dari mana para jantan tau kalau kita ke cafe si ganteng? πŸ€”


Dena: Lah mana gue tau, gue aja kaget tiba-tiba ada pasukan jantan😌


Tata: Mereka juga punya firasat kali kalau para istrinya lagi berburu 🀣


Chika: Gue kesel banget sama Devin 😭


Karen: Sabar Chik sabar πŸ˜‚*


Percakapan grup pun terhenti, karena Dena sudah tidak muncul lagi di grup. Ia merasa mengantuk karena semalam dirinya harus begadang karena hukuman dari Keanu.


Di sebuah cafe terdapat lima lelaki tampan, kelima nya itu adalah para bapak yang kemarin baru saja mempergoki para istrinya.


Hari ini mereka mendatangi cafe yang selalu di tongkrongi oleh para emak-emak, mereka ingin tahu segagah apa barista cafe itu.


"Eh, mas-mas nya lagi. Ada apa mas?" Tanya nya.


"Ada apa, ada apa. Lo gak liat kita kesini mau makan." Sengit Nathan.


"Oh haha, sorry saya kira mas nya mau marah-marah lagi." Ujar si barista.


"Tapi bayar kan mas." Canda si barista.


"Lo kaga liat nih penampilan kita udah kaya bos, jangan kan bayar cafe ini bisa gue beli terus gue ratain kaya lapangan tikus." Sinis Nathan.


"Lo ngapa si nath, sensi amat." Ucap Tio.


"Gedek hati gue liat muka ni jantan." Jawab Nathan.


"Lah kenapa saya?" Tanya barista itu.


"Lo bisa diam gak, lebih baik Lo siapin menu yang di pesan Nathan." Ucap Keanu, membuat barista itu tersenyum tipis.


"Nah kalau yang ini baru gue yakin nih, ini bos nya." Ujar barista itu membuat Nathan, Kai, dan Devin tercengang. Sementara Tio tertawa kecil.


"Dasar semprul." Ucap Nathan setelah barista itu pergi.


"Tahan nath jangan emosi, gue khawatir Lo se*ruk karena marah-marah Mulu." Kekeh Devin.


"Tapi tempat ini emang enak si, pantes Dena suka kesini." Ucap Keanu, membuat Nathan berdecak kesal.


"Lo bisa-bisa nya mikirin hal yang bini Lo suka, padahal isinya jantan semua." Ucap Nathan.


"Tapi yang di katakan Kean memang benar nath, selama ini gue gak pernah liat tata mau keluar selain ke rumah Kean atau ke rumah Chika." Ucap Tio.


"Ya, iya si cuma yang bikin gue sawan inu cafe isinya cowok semua." Ucap Devin.


"Lo berdua pernah mikir kaga si, bakal kaya gimana reaksi para istri kalau tau kita juga suka nongkrong di tempat yang di rekomendasiin sama si Nathan." Ucap Tio.


"Yakin si gue, panci pink dirumah bakal teraniaya gara-gara amukan para singa betina." Ucap Kai.


"Masi mending ngamuk banting barang, lah ini ngamuk di tinggal balik." Ucap Kean.


"Ya gak bakal, ini kan jadinya impas." Ucap Devin, merekapun hanya terdiam sampai makanan yang mereka pesan datang.


Kelima nya menyantap makanan dengan tenang, sesekali Nathan melirik barista dan waiters nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: Di hukum nya olahraga ya bundπŸ˜‚


A: Maklum bund, bapak-bapak πŸ˜‚


N: Kan hallu gue makin lancar bundπŸ˜‚


A: Ya bagus kalau begitu 🀣🀣🀣*