Love Destiny

Love Destiny
Epson 184



Sesampainya di rumah Kean berjalan lebih dulu ke kamar nya, sementara Dena mengekor dari belakang.


"Mommy Daddy kenapa?" Tanya El.


"Daddy capek sayang, el sama suster dulu mommy susul Daddy." Ucap Dena, El pun mengangguk.


Satu rumah ada tiga pasang suami istri, dan ketiganya seperti itu. Suami yang berjalan lebih dulu dan istri yang mengekor dari belakang.


"Dad." Panggil Dena, ia menutup pintu dan menguncinya.


"Daddy marah?" Tanya Dena lagi, namun Keanu tetap diam.


"Dad, aku gak macem-macem serius gak goda-goda in kok beneran deh." Ucap Dena lagi, kini Kean menatap Dena dengan tatapan sendu.


"Kesini." Ucap Kean menarik Dena agar duduk di atas pangkuan nya.


Dena pun menurut kepada Keanu, Dena menatap wajah suaminya dari dekat. Ia bisa merasakan hembusan nafas Kean.


"Kamu kenapa hmmmm?" Tanya Kean membuat Dena heran.


"Aku? Aku gak apa-apa." Jawab nya.


"Bee dengar, aku tidak akan pernah marah kamu pergi-pergi keluar. Aku juga gak akan pernah marah kalau kamu banyak belanja, aku gak marah kalau kamu habisin uang aku karena itu memang hal kamu." Ucap Keanu, Dena pun menatap manik mata Kean.


"Maaf." Lirih Dena.


"Aku kerja juga hasil nya buat kamu bee, semuanya untuk kamu dan El. Kamu mau nongkrong kayak tadi enggak apa-apa aku enggak akan larang, tapi satu kamu tau aku paling gak bisa liat kamu lirik cowok lain." Ujar nya, kini mata Dena berkaca-kaca menatap mata suaminya.


"Aku enggak macem-macem Lo dad." Lirih nya.


"Ya aku tahu, tapi aku gak suka istri aku di tatap sama pria lain." Ucap Kean, dengan rasa yang campur aduk Dena memeluk Keanu dan Kean membalas pelukan Dena.


Dena tidak menyangka suaminya akan sebijak ini dalam menyikapi masalah, Dena bersyukur karena Kean tidak pernah marah berlebihan.


Di kamar lainnya tepat nya di kamar Niken, kini wanita itu sedang duduk di atas tempat tidur dan menunduk.


"Aku kurang ganteng apa mi? Kurang baik apa, kurang perhatian apa hah?" Tanya Nathan.


"Kurang apa aku enggak tahu." Jawab Niken polos.


"Aku ganteng pekerja keras setelah menikah sama kamu, apa yang kurang dari aku." Ujar nya.


"Kamu kurang gagah." Ceplos Niken membuat Nathan melongok.


"Kamu bisa enggak aku lagi marah kenapa jawaban kamu kaya gitu." Ujar Nathan mulai kesal.


"Kamu kenapa marah-marah, aku kan enggak macam-macam. Aku cuma lihat dia dan dia tampan." Ucap Niken.


"Berhenti mengatakan dia tampan, kali gak sadar kalau suami kamu lebih tampan." Ujar Nathan, Niken pun menggelengkan kepalanya.


Jujur saja melihat tingkah Niken saat ini membuat Nathan gemas, namun ia harus tetap cool ini lagi marah ceritanya. Begitulah pemikiran Nathan.


Kai dan istri masih mematung tanpa suara, Kai bingunh harus mulai darimana. Ia tidak bisa marah kepada Karen namun ia harus marah.


"Kamu udah puas lihat yang ganteng-ganteng? Besok-besok kamu ajak aja barista nya ke rumah biar kamu bisa lebih puas." Ucap Kai, membuat Karen menoleh.


"Memang nya boleh?" Tanya Karen antusias.


"Kamu itu benar-benar ya, bukannya bujuk suami malah kayak begitu." Kesal kai.


"Ya, kan tadi kamu yang bilang kenapa kamu yang marah." Kesal Karen.


"Yang benar saja mi, mana ada suami yang rela istrinya muji-muji lelaki lain." Ujar Kai.


"Aku enggak muji loh Pi, aku cuma berkata fakta." Ucap Karen.


"Tapi kenyataannya suami kamu lebih ganteng." Cetus Kai.


"Ya emang, tapi dia keliatan lebih_" Ucap Karen terhenti.


"Lebih apa? Puji aja terooosss besok-besok aku minta Kean buat rata in itu cafe." Sengit Kai, ia berjalan menuju ruang ganti meninggalkan Karen yang mematung.


Karen menggerutu dengan sikap kai, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengiya saja.


...


Di kediaman Alexander tepatnya kediaman Tio, lelaki itu menatap tata yang sejak tadi bungkam.


"Ini kamu yang bikin salah kenapa kamu yang marah?" Tanya Tio.


"Kok aku, harusnya aku dong yang ngomong kaya gitu." Ucap Tio.


"Aku kesel sama kamu, kenapa kamu gak bilang kalau mau ke cafe." Ucap tata.


"Loh, harusnya aku yang kesal. Dan satu lagi kalau aku bilang sudah dapat di pastikan kamu sama para emak-emak akan pulang lebih cepat." Ucap Tio.


"Intinya aku kesel sama kamu." Ucap tata.


"Sayang harusnya aku yang marah, tapi kenapa dari tadi kamu yang marah-marah si." Ucap Tio.


"Kamu_" Ucap tata terhenti saat Tio menatap nya.


"Sayang, aku gak masalah kamu keluar kamu jalan-jalan it's ok itu hak kamu dan aku gak akan larang. Tapi kamu harus ingat kamu punya suami, dan bukannya minta maaf kamu malah marah-marah." Ucap Tio, membuat mata tata berkaca-kaca.


"Aku gak akan protes sekalipun uang aku habis sama kamu, aku gak akan nolak sama semua keinginan kamu. Tapi satu kalau punya kesalahan itu disadari." Ucap Tio, berhasil membuat tata menangis.


"Hiks...hiks..." Isak tangis tata.


"Kamu jangan nangis, aku minta maaf. Lain kali jangan seperti itu lagi, aku gak larang kamu nongkrong di cafe tapi aku gak mau kamu perhatiin cowok lain." Ucap Tio memeluk tata.


"Hiks...hiks... Maaf." Lirih tata, tio pun mengangguk dan tersenyum.


Berbeda dengan yang lainnya Devin justru dibuat terkejut karena yang mengetahui cafe itu adalah istrinya, Devin merasa heran dari mana Chika tahu informasi cafe baru.


"Bisa-bisa nya kamu muji cowok lain sementara suami kamu lebih tampan." Ucap Devin.


"Aku enggak muji, aku berbicara dengan fakta." Ucap Chika.


"Mata kamu kenapa ay, besok-besok kita periksa ya kaya nya mata kamu bermasalah." Ucap Devin membuat Chika menganga.


"Yang benar saja, mata aku sehat." Ucap Chika kesal.


"Mata kamu gak sehat, buktinya kamu bilang barisan itu ganteng padahal aku lebih ganteng." Ucap Devin.


"Barista pak Mon maap." Ucap Chika.


"Terserah aku gak peduli, pokoknya sekali lagi kamu muji-muji itu orang. Aku ratain cafe nya." Ucap Devin.


"Enggak usah bar-bar begitu pak, canda bar-bar." Ucap Chika.


Rasa ingin marah Devin tiba-tiba hilang melihat tingkah konyol istrinya, Chika memang selalu seperti itu dan Devin menyukainya.


Perdebatan ala suami istri itu masih berlanjut di kediaman Matthew, alias rumah Devin karena Chika yang selalu meledek ucapan suaminya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Ini lengkap semua family aku masukin perdebatan nya, biar gak pada penasaran 😁


N: 🤣🤣🤣 devinisi emak-emak solimi yang terciduk 😂😂😂


A: 🤣🤣🤣*