Love Destiny

Love Destiny
Epson 186



Sepulang dari tempat kerja nya Keanu langsung mencari keberadaan Dena, dan ia tersenyum saat melihat istri cantiknya yang sedang terlelap bersama dengan El.


Keanu mendekati Dena dan mengecup kening istrinya, Kean juga mengelus kepala El. Dena yang merasa ada sentuhan pun terbangun, dan tersenyum saat mendapati suaminya.


"Emmmmh, kamu sudah pulang." Ucap Dena mengalungkan tangannya di leher Kean.


"Sudah, aku sudah pulang." Jawab Keanu.


"Mau langsung mandi? Biar aku siapkan dulu air nya." Ujar Dena.


"Mandi bareng." Goda Keanu, seketika membuat Dena mendengus.


"Badan aku masi capek, kamu semalam liar banget dad." Lirih nya, Keanu pun tersenyum dan mengecup bibir Dena sekilas.


"Aku mau cek laporan kantor dulu." Ucap Keanu, Dena pun mengangguk. Ia tahu karena hari ini Kean bertugas di rumah sakit.


Dena bangun dari tidur nya dan berjalan keluar kamar, ia berniat membuat kan teh untuk suaminya.


"Kamu lagi apa de?" Tanya Karen, karena saat ini Dena sudah berada di dapur.


"Bikin teh kak." Jawab Dena.


Dena menatap Karen dari atas sampai bawah, ia tertawa lepas melihat cara jalan Karen yang berbeda. Mungkin karena menahan sakit di area tertentu.


"Gak usah ngetawain." Kesal Karen.


"Haha, maaf." Ucap Dena.


"Kamu kenapa?" Tanya Karen yang melihat Niken.


"Kakak pake nanya kenapa, jelas-jelas keadaan Niken dan kakak itu sama. Sama-sama kaya bocah habis sun*t." Ujar Dena, membuat Karen dan Niken saling tatap.


Keduanya beralih menatap Dena yang terlihat biasa saja, Karen menghela nafasnya dan duduk di kursi.


"Ternyata benar hanya Keanu yang normal dan Masi memiliki kewarasan." Ucap Karen, kembali membuat Dena tertawa.


"Aku nganter ini dulu." Ucap Dena membawa teh dan camilan ke ruang kerja suaminya.


Setelah itu Dena langsung kembali dan duduk di antara Karen dan Niken, suami Karen dan Niken belum pulang mungkin masih di kantor.


"De." Panggil Karen.


"Hmmmmm." Sahut Dena.


"Lapar." Ucap Karen.


"Ya makan lah, mau aku suapin?" Kekeh Dena.


"Gak lah, yakali di suapin." Ucap Karen.


"Ya terus?" Tanya Dena.


"Aku lapar tapi gak nafsu makan." Ucap Karen kesal.


"Kebanyakan makan kak Kai si." Goda Dena.


"Aku tuh kadang bingung, si Kai kenapa kuat amat." Ucap Karen.


"Ya mana aku tahu, aku kan gak pernah nanya masalah itu." Ucap Dena.


Dena selalu merasa canggung kepada Kai, padahal kai ingin Dena bersikap biasa seperti kepada Nathan.


Namun aneh nya Dena justru lebih dekat dengan Karen dibandingkan dengan Kai, bahkan dari sebelum kai dan Nathan menikah.


"Kak Dena kan emang jarang ngobrol sama kak Kai." Ucap Niken, membuat Karen menoleh.


"Iya juga, kamu kenapa gak dekat dengan Kai?" Tanya Karen.


"Enggak tau, aku ngerasa canggung aja kalau dekat suami mu." Jawab Dena tertawa kecil.


"Padahal kai pengen akrab sama kamu, seperti kamu dan Nathan." Ucap Karen.


"Hmmmmm, mungkin karena dia lebih dewasa kak. Dan aku harus menghormati nya." Ucap Dena.


"Ya enggak gitu juga dong." Kekeh Karen.


Kini ketiganya berbincang di meja dapur dengan canda ria, Karen, Dena dan Niken sudah seperti kakak dan adik kandung.


Bahkan Dena merasa ia seperti hidup dalam keluarga nya, namun yang membedakan disini ia memiliki adik yaitu Niken. meskipun adik sepupu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: Jangan nanya Thor kok dikit, kok cuma dua biasanya tiga Thor. Author hari ini lagi sibuk gaes, lagi ada kerjaan jadi Mon maklum πŸ™


N: Ngokhey πŸ˜‚


A: Dan buat yg kemarin komen si Dena lagi selingkuh, dan bilang gak berasa gue kasi tau kalo baca novel jangan cuma di baca tapi di telaah! 😌


N: Cakep gua juga baca komen ituπŸ€ͺ


A: Gue heran nongkrong doang di sangka selingkuh, terus nanti kalo gue nikah nih nongkrong di cafe barista nya ganteng apa itu termasuk gue selingkuh juga πŸ™„


N: Ya kagak, kan gak Jalin hubungan 🀣


A: Dah lah, gue puyeng 😭


N: yg komen kurang bobok.🀣🀣🀣*