
Saat ini, Felita merasa seolah – olah langit telah runtuh dihadapannya. Ditengah amarah yang memuncak dan rasa panik yang melanda, Felita berjalan menuju Brian dan mulai menyerang Adisty yang bersembunyi dibalik tubuh putranya dengan brutal.
“ Dasar p*****r tidak tahu malu !!!.. bagaimana bisa kamu menggoda putraku !!!...menggoda lelaki yang sudah bertunangan !!!...bagaimana orang tuamu membesarkanmu !!!....” Dasar tidak tahu diri !!!...”, Felita mencengkeram dan menjambak rambut hitam panjang Adisty dengan kasar.
“ Ahhh !!!...aku tidak tahu apa –apa !!!…aku tidak bersalah !!!…”, teriak Adisty sambil menangis kesakitan .
“ Apa kamu bilang !!!...tidak tahu !!!...jangan berpura – pura !!! aku cukup kenal p*****r sepertimu yang akan merangkak naik keatas saat ada kesempatan !!!...”, teriak Felita murka dan semakin keras menjambak rambut Adisty.
“ Ma…lepaskan Adisty…dia tidak bersalah…aku mencintainya ma…dan dia adalah gadis sederhana dan aku sangat mencintainya…”, ucap Brian mencoba membujuk sang mama.
“ Diam kamu Brian !!! cepat minta maaf pada Vely sekarang !!! dan kamu !!! cepat panggil orang tuamu sekarang !!! aku ingin lihat bagaimana wajah orang tua yang membesarkan anak sepertimu !!!...”, ucap Felita tajam.
Brian yang melihat kekasihnya menangis kesakitan hatinya terasa sangat hancur. Diapun segera memutar otaknya agar sang mama melepaskan cengkeraman tangannya dari kepala gadis itu.
Tidak ingin Adisty terus menderita Brianpun segera berlutut sambil memegang kaki sang mama meminta ampunan.
Melihat putranya sampai bersujud dihadapannya membuat hati Felita sebagai seorang ibu mulai tergugah, diapun secara perlahan mulai melepaskan cengkeramannya pada Adisty.
“ Tante, aku minta maaf, benar – benar minta maaf. Aku benar – benar tidak tahu jika Brian sudah bertunangan. Brian adalah lelaki luar biasa. Sebenarnya saya sudah menahan perasaan ini. Tapi dengan kegigihan Brian, akhirnya saya luluh. Saya juga tidak tahu jika Brian bertunangan dengan sahabat baik saya Vely, jika saya tahu…tentu saja saya akan menolak…dan tidak menjadi orang ketiga seperti ini….”, ucap Adisty berderai air mata.
Air mata Adisty seperti tetesan air hujan yang menghapus tulisan yang dibuat diatas tanah, seakan airmatanya mampu menghapuskan seluruh kesalahan yang telah diperbuatnya.
Wajah yang sangat menyedihkan membuat hati Brian dan mamanya melunak dan tergerak dengan semua kata – kata manis yang Adisty ucapkan.
Sekali lagi, akting Adisty yang memukau mampu memanipulatif pikiran orang, hingga seseorang yang tadinya menghujat jadi balik membelanya.
Tanpa semua orang sadari Adisty tersenyum tipis, bangga dengan kepiawaiannya dalam berakting.
" Dasar orang - orang bodoh...", batin Adisty tersenyum penuh kemenangan
Melihat Adisty hampir terlepas, Crystal segera memberikan isyarat kepada Lea untuk menjalankan rencana selanjutnya.
Tak berapa lama kemudian, proyektor besar yang ada dihadapan semua orang menyala dan menayangkan film dewasa dengan Adisty sebagai pemeran utama wanitanya.
Dalam film panas tersebut Adisty tampak sangat lihai dalam bermain diatas ranjang, wajahnya yang sok polos terlihat begitu menikmati setiap adegan yang dilakoninya.
Setiap film yang diputar hanya berdurasi tiga menit untuk setiap orangnya. Dan dilayar, hampir ada sepuluh slide, dimana tiap slide berisi pria berbeda dengan berbagai adegan ranjang yang berbeda pula.
Bisik – bisikpun semakin santer terdengar, sedangkan Adisty sekarang wajahnya terlihat sangat pucat terlihat dan mulai berkaca – kaca melihat semua aibnya tersebar.
“ Apa ini ?...”
“ Bukankah itu Adisty…”
“ OMG…bukan hanya j****g !!!...”
“ Tapi juga seorang p*****r !!!...”
“ Tak tahu malu !!!...”
“ Menjijikkan !!!...”
“ Gadis seperti ini tidak pantas ada dikampus bintang…”
Semua orang kembali mencemooh Adisty setelah melihat tayangan tersebut.
“ Tidak!!!...tidak !!!..Itu tidak benar !!!!.tolong jangan percaya!!!..itu semua editan !!! ”, ucap Adisty dengan wajah pucat pasi.
“ Siapa yang lancang melakukan semua ini !!!...aku akan melaporkannya kepihak berwajib dan menuntutnya !!!...”, ucap Brian murka.
Brian segera berlari dan mencari orang yang menjadi dalang pemutaran film panas itu diruang kontrol, namun tentu saja dia tidak menemukan siapa – siapa disana karena Lea sudah berpindah tempat dan ruang kontrol masih dalam keadaan terkunci.
Felita kembali syok atas apa yang didapatinya. Baru saja dia merasa bahagia karena setelah lepas dari Vely putra semata wayangnya itu mendapatkan gadis cantik dan anggun yang bisa dibanggakan.
Tapi kenyataan yang ada\, gadis yang dicintai dan bersama putranya ini hanya seorang p*****r yang tentunya akan mencoreng wajahnya dan nama baik keluarga Nugraha di mata masyarakat.
Saat Brian hendak pergi untuk kembali mencari dalang yang memutar film tersebut, langkahnya terhenti saat tiba – tiba ada gadis yang menyerang Adisty dengan membabi buta.
“ Dasar j****g !!!...”
“ p*****r !!!...”
PLAKKK !!!!....
“ perusak rumah tangga orang !!!...”
PLAKKK !!!......
PLAKKK !!!......
PLAKKK !!!......
PLAKKK !!!......
Adity tidak bisa berbuat apa – apa saat ada gadis yang memaki dan menamparnya bertubi – tubi karena badannya dipegang oleh dua orang bodyguard yang datang bersama gadis yang menamparnya berkali – kali itu.
“ Apa yang kau lakukan pada kekasihku…”, teriak Brian merusaha mendorong gadis yang menampar wajah Adisty tadi.
Brian pun segera dipukul oleh salah satu bodyguard yang dibawa gadis itu karena telah mendorong majikannya hingga terjatuh hingga tersungkur kelantai dan sudut bibirnya robek.
“ Brian Anugrah…Artis bodoh yang tak berbakat. Ternyata kebodohanmu diturunkan dari mamamu yang menjijikkan itu. Pantas saja jika kamu mempunyai kekasih seorang p*****r seperti ini…”, ucap gadis cantik itu terkekeh.
“ Kamu tahu apa yang dilakukan kekasihmu…menjual tubuhnya demi bisa membeli tas, baju, dan sepatu branded yang dipakaianya. Apa kamu semiskin itu hingga membuat kekasihmu menjual diri dan merusak rumah tangga orang lain demi membeli kebutuhannya….”, ucapnya dengan senyum mengejek.
“ Dan..apa yang kamu lihat dilayar, itu adalah lelaki yang ditiduri oleh kekasihmu demi mendapatkan rupiah. Itu asli dan nyata…apa kau mau lihat yang lain…”, gadis itu segera menunjukkan rekaman yang ada diponselnya.
“ Selain papaku…dia juga bermain dengan kakakku…sebaiknya kamu awasi kekasihmu agar tidak tidur juga dengan papamu….”, ucap Gadis cantik itu memberi nasehat.
“ Dan kamu !!!...lihat saja, habis ini akan banyak wanita dan istri dari lelaki yang sudah kamu tiduri dan kamu nikmati hartanya akan datang kepadamu untuk membalas dendam…”, ucap gadis itu dan tertawa sambil berlalu dari aula bersama para bodyguardnya.
“ Apa semua itu benar Adisty !!! Jawab !!!...”, Brian mencengkeram wajah munggil Adisty dengan kasar.
“ Tidak !!!...itu semua bohong !!! ada orang yang memfitnaku !!!...”, ucap Adisty sambil memegangi kaki Brian agar tidak pergi meninggalkannya.
Brian hampir saja luluh saat melihat air mata Adisty yang jatuh dengan derasnya itu, hingga tiba- tiba ada seorang wanita paruh baya datang bersama beberapa orang lelaki berbaju hitam dan berbadan tegap dibelakanganya.
Wanita anggun dan elegan itu terlihat sangat marah, setelah tiba dihadapan Adisty, dia langsung menjambak rambut Adisty dengan kasar danMencengkeram wajah munggilnya dengan sangat kasar.
“ Jadi ini wajah p*****r yang mengaet suamiku !!!...”, ucap wanita itu dengan penuh amarah sambil menjambak rambut Adisty dan menyeretnya hingga suara rintihan gadis itu kembali terdengar.
Belum juga Adisty bisa membela diri dan keluar dari cengkeraman wanita gila yang telah menyeret tubuhnya, tiba – tiba datang dua orang lagi wanita yang langsung menamparnya berkali – kali dan memaki – makinya sebagai pelakor dengan kata - kata yang sangat kasar.
Mendengar ucapan semua wanita itu, Brian mulai berjalan menjauh, tidak ingin terlibat lebih dalam dengan semua permasalahan yang menimpah kekasihnya.
Brain seperti tersambar petir mendengar dan melihat semua fakta yang ada dihadapannya. Diapun berjalan menjauh dari kerumunan dengan wajah linglung.
Baru juga semalam dia mendengar kabar jika perusahaan papanya sedang berada diujung tanduk. Dan hari ini dia mendapati fakta bahwa gadis yang selalu dibela dan dilindunginya adalah sampah yang tak berguna.
Bukan saja tak berguna tetapi juga semakin membuatnya malu dan mencoreng nama keluarganya setelah semua kebohongan yang dilakukan Brian demi menjaga reputasi Adisty.
Bukan hanya Brian saja yang terlihat syok, Felita yang masih berada diatas panggung saat ini hanya bisa terdiam mematung.
Pikirannya seakan langsung kosong setelah berkali – kali menerima fakta yang menampar dirinya hari ini.
“ Tidak !!!...aku tidak bersalah !!!..semua itu fitnah!!!!.....”, teriak Adisty histeris.
Adisty terus saja berteriak histeris, pikirannya kalut. Dia tidak tahu bagaimana semuanya bisa berakhir seperti ini.
Sang bodyguard yang dibawah oleh wanita pertama yang mendatanginya segera menyeret tubuh Adisty dengan kasar, tak menghiraukan jeritan dan tangisan yang keluar dari mulut gadis itu.
Semua orang hanya bisa melihat semua itu langsung minggir memberi ketiga wanita yang terlihat sangat emosi tersebut jalan.
Meski mereka jijik dengan Adisty, namun tidak bisa dipungkiri jika mereka juga merasa kasihan melihat gadis tersebut diseret keluar dengan paksa.
Semua orang tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Adisty selanjutnya dan mereka juga tidak ingin ikut campur mengenai hal tersebut karena tidak ingin terseret kedalam masalah.