
Pagi hari Dena memasuki kamar putrinya, Dena tersenyum saat melihat putri cantik nya masih bergelung dalam selimut. Dena membuka tirai kamar Ayaza, membuat gadis itu menggeliat lalu menutup wajah nya dengan selimut.
"Anak mommy gak mau bangun hmmmmmm." Ucap Dena, Ayaza tidak mendengar perkataan sang mommy gadis itu masih ingin bermanja di atas tempat tidurnya.
"Aya sayang bangun nak, kenapa Aya tidak mau bangun sayang." Ucap Dena, Ayaza masih tak menjawab ia merasa malas sekali hari ini.
Dena mendekati Ayaza dan memegang kening Ayaza yang dirasa tidak panas, suhu tubuh Ayaza normal tapi kenapa putrinya seperti enggan sekali membuka mata.
Dena ikut berbaring di samping sang putri membuat Ayaza membalikan tubuhnya dan memeluk Dena, Dena tersenyum manis ternyata putrinya ini sedang ingin bermanja.
"Eh, kok begini si. Kenapa jadi manja seperti ini." Ucap Dena tertawa gemas.
"Mom biarkan seperti ini dulu, Aya merindukan mommy." Ujar nya, Dena tersenyum dan mengelus kepala putrinya lembut.
"Bangun yuk sudah siang, memangnya Aya gak pusing tidur Mulu." Ucap Dena, Ayaza menggelengkan kepalanya.
"Mom." Panggil gadis cantik itu.
"Iya sayang kenapa?" Tanya Dena, Ayaza menyembunyikan wajahnya di dada sang mommy.
"Aya ingin bertanya." Ucap gadis itu dengan suara yang terdengar malas.
"Baiklah tuan putri apa yang ingin kamu tanyakan." Ucap Dena, Ayaza tertawa kecil mendengar sebutan tuan putri dari mommy nya.
"Jika ada dua laki-laki yang menyukai mom, apakah mom akan memilih salah satunya?" Tanya Ayaza, Dena mengernyit ia tak pernah berada dalam keadaan seperti itu. Ralat, mungkin pernah hanya saja Dena tipe orang yang cuek dan bodo amatan.
"Tentu saja, memangnya kenapa." Ucap Dena, Ayaza terdiam membuat Dena semakin bingung dengan putrinya.
"Mom dua laki-laki itu adik kakak, dan_" Ucapan Ayaza terhenti saat Dena membuka suara nya.
"Yang satu terlihat cuek namun menarik perhatian, satu nya lagi begitu menyebalkan itu maksudnya." Ucap Dena, Ayaza mendongak menatap wajah cantik mommy nya.
"Hmmmmmm." Balas nya, Dena tersenyum mengecup kening Ayaza.
"Ikuti kata hati kamu, mom tidak ingin membuat putri mom ini gelisah." Ucap Dena, Ayaza tertawa kecil ia sangat menyayangi mommy nya itu.
"Sudah ah Aya jadi mellow, Aya mau mandi dulu." Ujar nya, Dena tertawa kecil lalu menatap putrinya yang berjalan ke kamar mandi.
Setelah dirasa Ayaza sudah menghilang dibalik pintu kamar mandi, Dena merapikan kamar sang putri lalu keluar dari kamar Ayaza.
"Dimana Ayaza sayang?" Tanya Keanu, Dena tersenyum lalu duduk di samping suaminya.
"Sedang mandi dia nya dad." Jawab Dena, Kean mengangguk lalu mengecup kening Dena.
"Apa yang Ayaza katakan?" Tanya Kean, ia merasa putrinya itu mengadukan sesuatu kepada istrinya.
"Hmmmmmm, seperti biasa Ayaza merasa bingung dengan pilihan hatinya." Ucap Dena tertawa kecil.
"Ayaza itu benar-benar menuruni sifat mommy nya bukan, dia merasa tertarik kepada lelaki sudah sejak dini." Goda Keanu, Dena mencebikan bibirnya menatap Kean.
"Ya, dan El seperti kamu bukan. Yang datar dan tidak memiliki ekspresi." Sengit Dena, Keanu tertawa kecil melihat istrinya yang merasa kesal.
"Jagan lupakan kami yag yang tidak memiliki ekspresi ini selalu membuat pasangan kami nyaman, buktinya kamu sudah memiliki dua hasil yang memuaskan." Goda Kean, membuat wajah Dena merona. Suaminya itu memang paling bisa dalam menggoda Dena.
...
Di tempat lain tepatnya di kediaman Tio dan Tata terlihat seorang lelaki tampang yang berjalan menuruni anak tangga, semenjak turun ke perusahaan membuat sikap dingin dan datar Kenzo bertambah.
"Maksudnya gimana tuh?" Tanya Tata.
"Ya telat datang, ekspresi nya cuma dikit doang." Ucap Tio, tata tertawa kecil Tio tidak sadar kah jika dirinya juga lelaki datar tanpa ekspresi.
"Pi apa perlu aku belikan cermin besar, agar kamu bisa bercermin dengan puas." Ucap Tata.
"CK, tidak perlu mi aku bisa bercermin sendiri." Balas Tio, tata tertawa kecil disaat Kenzo menjadi pusat perhatian ada Kevan yang juga tengah menuruni anak tangga.
"Yang satu datar yang satu duh manis nya anak gue." Ucap tata, Tio menatap Kevan ya Kevan lebih seperti tata yang selalu tersenyum dan tidak datar.
"Kevan kaya kamu ya, suka banget tebar pesona." Cibir Tio.
"Ya biarin dong aku kan mami nya." Ucap tata, Kenzo duduk di meja makan menatap mami dan papi nya.
"Senyum apa kak biar ganteng gitu." Ucap tata.
"Gak senyum juga sudah ganteng mi." Ucap Tio, tata mendengus Tio selalu membela Kenzo. Padahal tata ingin Kenzo tersenyum manis.
Setelah selesai sarapan Kenzo, Tio dan Kevan pun pergi dengan urusan nya masing-masing. Kini tinggallah tata di rumah dengan hati bahagia karena ketiga lelaki kesayangan nya.
"Baik-baik kalian para jagoan mami." Gumam wanita itu, setelah kepergian ketiga jagoan nya tata memutuskan untuk masuk kedalam rumah.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
A: Buat yg komen author udah banyak jodohin orang, dan jodohin Lo kapan. Plis lah jangan nanya gitu Uun 😢
N: Kenapa emangnya Thor? 🙄
A: Jangankan buat jodohin elu, jodoh gue sendiri aja belum nyampe-nyampe 😭
N: Setdah gue kira Lo udah Nemu pangeran hidup Thor 😂
A: Nemu dikira apaan Mumun 😒
N: Kasian othor gue masih lajang 🤣
A: Sssstttt, jangan berisik 🤫
N: 🤣🤣🤣