
Crystal yang suasana hatinya sedang bagus terlihat bersenandung riang sambil melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar mandi.
Dia bersenandung sambil memutarkan badannya sesekali, mengikuti alunan musik yang sedang diinyanyikannya sambil tangannya bergerak lincah mengeringkan rambut coklat panjangnya dengan handuk kecil yang dipegangnya.
Saat dia hendak menuju walk in closet tiba – tiba tubuhnya membeku saat melihat diatas sofa kuning kesayangannya ada iblis berwajah malaikat duduk tegap tanpa ekspresi disana.
Crystal merasa udara bebas yang baru saja dirasakannya perlahan mulai menghilang berganti udara pengap yang sangat menyesakkan dada.
Laki – laki berwajah malaikat itu menyandarkan tubuhnya dengan dengan malas. Jari rampingnya tampak sibuk bergerak diatas ponsel pintar yang dipegangnya.
Satu detik….
Dua detik…
Tiga detik…
Empat detik….
Hingga lima detik berlalu, namun Crystal belum juga bangun dari keterkejutannya akan kehadiran Arnold dalam kamarnya.
Butir – butir keringat mulai menetes didahinya, pikirannya kacau, dan jantungnya berdegup dengan sangat kencang.
Dalam kehidupan sebelumnya, jika Arnold masuk kedalam kamarnya, berarti ada hal buruk terjadi. Tapi seingat Crystal dirinya tidak melakukan kesalahan apapun hingga memancing singa ganas tersebut masuk kedalam tempatnya.
Dari sudut matanya, Crystal melirik jarak antara dirinya dengan pintu kamar tidaklah jauh, jika dia ingin berlari dan keluar dari kamar sepertinya masih bisa.
“ Tidak…jika aku melakukan hal itu, maka iblis ini akan semakin marah…”, batinnya sambil menggeleng - gelengkan kepala.
Tiba – tiba Arnold menengadahkan wajahnya, melihat dengan tatapan tajam wanita berbalut kimono mandi berwarna putih sedang berdiri mematung tidak jauh darinya.
“ Kemarilah…”, ucapnya dengan nada rendah yang dalam.
Seperti terhipnotis, Crystal yang masih ketakutan berusaha untuk menenangkan dirinya, berjalan menuju kearah dimana laki – laki tersebut duduk.
Mendaratkan pantatnya diatas paha Arnold, mengkaitkan lengannya dileher jenjang tunangannya itu dan mulai mencium bibir sedikit es tersebut dengan lembut, sesuai instruksi yang diterimanya.
Aroma susu dan vanilla menguar dari tubuh Crystal yang baru saja selesai mandi mulai membangkitkan sesuatu yang seharusnya tertidur. Dan ibir manis seperti permen kapas yang sedang dinikmatinya ini sedikit mengoyahkan pertahanan Arnold.
Binatang buas dalam dirinya terlihat mulai mengamuk membuat ciuman tersebut sedikit menuntut dan perlahan mulai memanas.
Crystal yang merasakan perubahan atmosfir tersebut perlahan mulai bergerak mundur, menyudahi ciuman tersebut sebelum berlanjut ke hal yang lebih intens.
Crystal mulai memutar otaknya dengan keras agar singa lapar yang ada dihadapannya tersebut teralihkan, meski hanya sesaat.
“ sayang, kapan kamu pulang…”, ucapku dengan nada terkejut.
Crystal berusaha sealami mungkin agar aktingnya untuk terkejut atas kedatangan laki – laki tersebut terlihat natural. Dan ternyata hal tersebut berhasil, pandangan penuh nafsu yang tadi dilihatnya mulai menghilang dan berubah menjadi tatapan lembut dan hangat.
“ Apa kau merindukanku…”, ucap Crystal dengan nada menggoda.
“ Hmm….”, Arnold hanya berdehem sambil jari – jari rampingnya bergerak melingkarkan segenggam rambut dibelakang telinga Crystal.
Arnold yang melihat Crystal terdiam mematung merasa sedikit kesal. Jari – jarinya yang ramping tiba – tiba menjepit bibir Crystal dan menciumnya dengan lembut dalam waktu yang cukup lama.
“ Kamu melakukannya dengan sangat baik…”, pujinya sambil menatap wajah Crystal dengan lembut.
“ Apa yang dia katakan….”
“ Apakah ini tentang ciuman atau yang lain…”
“ Apa ini pujian…”, batin Crystal sedikit resah.
Crystal kembali memeras otaknya dengan keras, berusaha mencari alasan yang masuk akal kenapa iblis berwajah malaikat ini masuk kedalam kamarnya malam ini.
Saat sedang memikirkan semua opsi yang bisa didapatkannya, tiba – tiba pandangan matanya tertuju pada ranjangnya yang sedikit berantakan.
“ Aku akan membereskan ranjang, tunggu sebentar…”, ucap Crystal dan segera bangkit dari pangkuan Arnold.
“ Hufft….”, Crystal mulai bernafas lega saat turun dari pangkuan tunangannya itu.
Meski dia pernah tidur dengan tunangannya itu, namun pengalaman pertama yang tidak begitu menyenangkan tersebut membuat Crystal memikirkan ulang jika harus kembali bercinta dengan laki – laki itu.
“ Tunggu…kenapa sekarang aku membereskan ranjang…apa yang akan dipikirkannya nanti…”, batin Crystal was-was
Aku mulai meruntuki kebodohanku saat menyebutkan alasan tersebut untuk lepas dari jeratannya. Sambil merapikan ranjang, sesekali aku melirik kearah Arnold yang terus menatapku dengan tajam.
“ Bantu aku memasang alarm selama dua jam dari sekarang…”, perintahnya, kemudian Crystal melihat laki – laki tersebut masuk kedalam selimut dan mulai menutup mata.
Arnold menutup kedua matanya sambil menghirup aroma tubuh Crystal yang tertinggal di atas bantal dan selimut yang dipakainya.
“ Terasa tenang dan damai….”, batinnya mulai terlelap.
Crystal melotot dan membuka mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Dan dia semakin dibuat terkejut saat mendengar suara dengkuran halus keluar dari mulut Arnold.
“ Jadi dia kesini hanya untuk tidur…”, batin Crystal menjerit tak percaya.
“ Tunggu….bukannya dia kesulita tidur. Tapi lihatlah sekarang....tak lebih dari satu detik dia sudah tertidur pulas…”, batin Crystal sambil mengaruk tekuknya yang tidak gatal.
Melihat Arnold tertidur pulas, Crystalpun segera melangkahkan kakinya menuju walk in closet untuk berganti pakaian.
Setelah memakai piyama warna kuning dengan gambar tweety kesayangannya, dia mendudukkan pantatnya diatas kursi belajarnya dan mulai membuka laptop untuk mengerjakan tugas – tugasnya yang semakin banyak tiap harinya.
Crystal menyelesaikan tugas – tugasnya dengan tenang diiringi suara dengkuran Arnold sebagai musik yang menemaninya belajar.
“ Akhirnya selesai juga…”, ucapnya sambil meregangkan tangannya keatas untuk menghilangkan rasa pegal ditubuhnya.
Setelah menutup laptopnya, Crystalpun segera berdiri. Dia cukup terpaku melihat wajah tampan tersebut tampak damai tidur dengan berselimut bunga matahari sebagai gambar diatas sprei dan bad covernya kali ini.
Dia sangat tampan jika matanya tertutup seperti ini. Crystalpun mulai menelisik pahatan sempurna ciptaan Tuhan yang ada dihadapannya itu. Fantasi liar Crystal butar saat ada suara iblis memasuki gendang telinganya.
“ Kemarilah…”, ucap Arnold dengan suara serak khas orang bangun tidur.
“ Kenapa kamu bangun…ini belum ada dua jam…”, ucap Crystal sambil berjalan mendekat.
Setelah sampai disamping ranjang, tiba – tiba tangannya ditarik oleh Arnold hingga tubuh Crystal jatuh diatas tubuh Arnold.
“ Tidurlah…”, perintahnya sambil menggerakkan tubuh Crystal agar berbaring disampingnya dan memeluknya dengan erat.
“ Kenapa kamu mau tidur disini, bukankah ranjangmu lebih besar…”, ucapku penuh selidik.
“ Lebih lembut dan nyaman disini…”, ucapnya sambil memelukku dengan erat.
“ Sayang…apa kamu tidak ingin kembali kekamarmu. Disana tempat tidurmu lebih luas dan nyaman daripada disini. Lihat saja, diisi kita berdua saja tempat tidur ini sudah terlihat penuh. Lagipula semua yang kamu perlukan untuk tidur ada didalam kamarmu. Dan dokter Philip pasti sekarang sudah menantimu dikamar….”, ucap Crystal panjang kali lebar.
Setelah bicara sebegitu banyaknya, tapi Arnold sama sekali tidak merespon ucapannya satupun dan sekarang laki - laki itu malah menutup matanya, membuat Crystal sedikit kesal dan akhirnya dia menutup mulutnya rapat – rapat.
“ bicaralah…”, ucap Arnold sambil membuka kedua matanya.
“ Hufft….”, Crystal menghembuskan nafas kasar mendengar perintah tunangannya itu.
“ *T*eruslah berbicara agar aku cepat tertidur…”, perintahnya dengan sorot mata penuh harap.
“ Apa…dia ingin mendengar suaraku agar bisa tertidur…”, batinku tak percaya.
“ apa aku boleh mendongeng…”, ucapku menawarkan.
“ Hmmm….”, Arnold mengangguk menunjukkan persetujuannya.
Dan Crystalpun mulai menceritakan dogeng kancil mencuri timun sambil sesekali melirik laki – laki tampan yang memeluknya dengan erat tersebut.
Sambil mendongeng, Crystal memperhatikan ciptaan Tuhan yang begitu sempurna dihadapannya itu sedang berbaring dengan nafas yang mulai teratur.
Jika sedang tertidur seperti ini, wajah tampan Arnold terlihat mengeluarkan aura terang yang menyilaukan mata. Membuat siapapun yang menatapnya akan terpesona.
Namun sayang, jika sudah membuka mata aura terang yang menyilaukan tersebut akan langsung hilang digantikan aura kegelapan yang begitu pekat dan mampu membuat siapapun merinding dibuatnya.