
Penampilan Crystal yang polos dan sederhana saat ini tanpa sadar mampu menghipnotis semua orang yang memandangnya, termasuk Arnold yang terkenal dingin terhadap wanita, meski Crystal termasuk pengecualian.
Iblis bermuka malaikat tersebut berusaha untuk tetap memasang wajah datar yang menjadi andalannya, meski begitu, sorot matanya yang berbinar tidak dapat ditutupi begitu saja saat melihat penampilan Crystal pagi ini.
Mike yang terhipnotis oleh kecantikan Crystal saat ini sudah seperti orang linglung. Kedua matanya terus saja mengikuti langkah gadis yang sudah membuatnya terpesona itu.
Karena terlalu fokus memandang Crystal, Mike tak sengaja menyenggol cangkir kopi yang ada didepannya hingga tumpah.
“ Aw…panas...panas….”, teriak Mike sambil berdiri dan membersihkan cairan kopi yang mengenai pahanya dengan tisu.
Crystal hanya bisa berdecak pelan melihat kecerobohan calon kakak iparnya itu. Tak ingin ambil pusing dengan kejadian itu, diapun berjalan memutari meja makan dan duduk tepat disamping Arnold.
Arnold sedikit terkejut saat tunangannya itu mendaratkan pantatnya dikursi yang ada disampingnya. Melihat Crystal benar – benar duduk disebelahnya, tanpa disadari semua orang Arnold menyunggingnya senyum yang sangat tipis karena bahagia.
Hati Arnold saat ini sudah penuh dengan bunga – bunga bermekaran. Bagaimana tidak, sejak enam bulan tinggal bersama, ini adalah pertamakalinya Crystal mau duduk dekat dengannya tanpa dipaksa.
Biasanya, jika ingin berdekatan dengan tunangannya itu, Arnold akan memaksa dan memberikan sedikit ancaman, baru gadis itu mau mendekat. Itupun masih ada jarak diantara mereka, tidak sedekat sekarang.
Melihat Crystal sudah duduk dimeja makan, Arnoldpun segera memerintahkan para pelayan untuk menyajikan semua makanan diatas meja.
Para pelayan sedikit terkejut dengan kehadiran gadis cantik disamping majikannya. Karena, setahu mereka hanya Crystal lah yang boleh duduk sedekat itu dengan sang majikan.
Tidak ingin mendapatkan amarah, para pelayan membuang jauh – jauh rasa penasaran yang masih menganjal dalam hati dan mulai mengeluarkan satu persatu makanan yang akan dibuat sarapan oleh majikannya.
Setelah semua makanan sudah tersaji, Crystal segera makan dalam diam. Tak menghiraukan Arnold dan Mike yang masih terus menatapnya dengan intens.
“ Ada apa dengan mereka. Aku berpenampilan aneh saja mereka tidak seheboh ini. Kenapa saat aku kembali normal, mereka bertingkah berlebihan seperti ini…”, batin Crystal sambil kembali mengerutkan dahinya.
Meski dia berusaha cuek, namun tatapan dua laki – laki tampan didepan dan sampingnya membuat Crystal lama – lama menjadi sedikit risih.
Tiba – tiba, ada sebuah jari ramping menyentuh wajahnya. Tubuh Crystal langsung membeku saat menyadari bahwa jari sang iblislah yang menyentuh wajahnya.
Arnold mengambil beberapa helai rambut Crystal dan menyelipkan ke belakang telinganya dengan gerakan yang sangat lembut.
Setelah merapikan rambut Crystal, Arnold menopang dagunya dengan tangan kanannya dan mulai menatap tunangannya itu dengan intens.
Dengan pandangan yang sulit diartikan, Arnold perlahan memeriksa setiap inci kulit seputih susu itu. Sambil mengamati semua skpresi yang ditampilkan oleh gadis yang ada disampingnya itu, yang tidak seperti biasanya.
Melihat ketertarikan adik tirinya pada gadis cantik yang barusan bergabung dengan mereka dimeja makan membuat Mike tersenyum lebar.
“ Akhirnya kamu mendengarkan ucapanku juga….”, ucap Mike bangga saat melihat adiknya terus menatap kearah gadis cantik itu.
“ Kapan kamu akan mendepak gadis jelek itu dari sini…”, ucap Mike lagi dengan nada berapi – api.
Mendengar ucapan kakak tirinya, Arnold hanya memutar bola matanya malas dan kembali mengabaikannya. Arnold kembali fokus pada pemandangan indah yang ada disampingnya itu. Menatap tajam sang tunangan yang masih sibuk dengan makanannya, tanpa menghiraukan sekitarnya.
“ Arnold…kenapa kamu diam saja. Apa kamu sungguh – sungguh sudah jatuh cinta pada gadis jelek itu….”, ucap Mike sambil melotot tak percaya.
Mike mengira bahwa Arnold diam karena masih tertarik dengan tunangannya itu. Oleh sebab itu dia sama sekali tidak merespon ucapannya.
“ Kalau wajah, kita masih bisa mentolerir…. Tapi untuk tubuhnya yang gendut… kamu tidak seharusnya mentolerir hal itu…bahkan kurasa berat Crystal sudah mencapai angka 80 kg sekarang…”, ucapnya dengan nada mencemoh.
Padahal Mike tidak tahu, jika Crystal menggunakan beebrapa kain untuk membalut tubuhnya agar terlihat besar saat memakai baju ketat kurang bahan tersebut.
Semua itu dilakukannya agar Arnold merasa jijik terhadapnya, juga untuk menghindari tatapan lapar dari para lelaki hidung belang.
Mike terus saja berceloteh hal buruk tentang bentuk tubuh Crystal yang bagi dirinya sangatlah buruk dan tidak menarik.
“ aku akui kalau aku sedikit gembul, tapi tubuhku masih proporsional…”, batin Crystal tak terima dengan semua ucapan calon kakak iparnya itu.
Merasa diacuhkan oleh Arnold, Mike kembali mengeluarkan kata – kata untuk memprovokasi sang adik, berharap Arnold meresponnya.
“ Hey…sadarlah…timbunan lemak itu tidak bagus untukmu…”, ucap Mike dengan senyum mengejek.
“ Apa !!!…timbunan lemak!!!…”, batin Crystal mulai geram.
Melihat wajah tunangannya mulai memerah, tanpa sadar Arnold tersenyum tipis. Mike yang melihat perubahan wajah adik tirinya terlihat sangat terkejut.
“ apa kau benar – benar sudah jatuh cinta dengan timbunan lemak itu….”, teriak Mike dengan wajah tak percaya.
Mike menyangka bahwa eskpresi yang diperlihatkan Arnold terhadapnya merupakan jawaban bahwa dia sangat mencintai tunangannya.
Namun tidak dengan Crystal, ucapan Mike membuat darah dalam dirinya mulai mendidih. Sekuat tenaga Crystal berusaha untuk menekannya, namun Mike yang terus saja berceloteh membuat telinganya panas.
“ Ok…aku sudah tak tahan lagi…”, batin Crystal penuh amarah, diapun mengenggam sendoknya dengan kedua tangan terkepal menahan emosi.
“ tidak ada seorang wanitapun yang terima dikatakan gendut…”, batinnya bergejolak.
“ Apa tadi…. timbunan lemak katanya…”, batinnya geram.
Crystal yang sudah tidak tahan dengan semua ucapan pedas yang dilontarkan calon kakak iparnya itu dengan kasar membanting sendok yang dipegangnya dan langsung menatap nyalang kearah Mike.
“ Kenapa kalau aku gendut….aku juga tidak minta makan padamu….”, teriak Crystal dengan penuh amarah.
Mendengar suara yang cukup familiar ditelinganya, wajah Mike seketika pucat pasi seperti seseorang yang habis melihat hantu.
“ ka..kamu…si…siapa kamu…”, ucap Mike terbata – bata ketakutan.
Karena cukup terkejut, tanpa sadar Mike berdiri dan mundur hingga kursi yang ada dibelakangnya terjatuh dengan suara yang cukup keras.
Seketika para pelayan yang ada didapur segera berlari menuju meja makan. Tapi langkah mereka terhenti saat melihat pertengkaran yang ada disana.
“ ka…kamu Crystal…”
“ Bagaimana mungkin…”
“ Kamu operasi plastik….”
“ tidak…itu tidak mungkin…”
Mike terus saja meracau tak jelas. Dia masih tidak percaya jika gadis cantik yang ada dihadapannya itu adalah tunangan sang adik.
“ Ya…dia pasti melakukan operasi plastik….aku sangat yakin…Tapi…bagaimana mungkin proses pemulihannya secepat ini. Satu minggu yang lalu aku masih melihat wajah jeleknya itu… ”, batin Mike terus meracau, menyangkal semua fakta yang ada dihadapannya.
“ Siapa yang operasi plastik !!!.…”, teriak Crystal penuh amarah.
“ Lihat baik – baik dengan mata terbuka lebar…bagian tubuh mana yang gendut dan penuh lemak…”, ucap Crystal berapi – api.
“ Apa kamu sudah buta hah….”, teriaknya penuh emosi.
Dada Crystal bergerak naik turun dengan cepat karena tersulut emosi. Kobaran api tampak jelas terlihat dimatanya.
Tangannya mulai mengepal kuat, berharap laki – laki yang ada didepannya itu mengeluarkan kata – kata provokatif sehingga dirinya bisa memukul wajah tampan itu.
Saat emosinya semakin tinggi, tiba – tiba ada telapak tangan yang membelai kepalanya dengan lembut. Membuat api amarah yang berkobar dalam dadanya perlahan mulai surut.
Kepalan kedua tangan Crystalpun mulai mengendur dan nafasnya perlahan juga mulai stabil kembali. Sorot mata tajam yang tadi terlihat berubah menjadi sendu.
“ Kamu tidak gemuk…”, sebuah suara lembut dan hangat menembus gendang telinga Crystal
.
Nyesss….
Suara lembut tersebut seperti air yang memadamkan kobaran api yang ada dalam hati Crystal. Begitu dingin dan menenangkan.
“ Tunggu…sejak kapan dia menjadi lembut begini…”, batin Crystal heran.
Dia kemudian menengadahkan kepalanya keatas dan melihat tatapan lembut dari Arnold membuatnya hatinya seketika menghangat.
“ Aku tidak gemuk…”, cicit Crystal merajuk.
“ Kamu tidak gemuk…kamu sexy…” , ucap Arnold masih dengan suara dan pandangan lembut.
Mendengar ucapan Arnold, tiba – tiba wajah Crystal bersemu merah. Dia sama sekali tidak pernah membayangkan jika tunangannya itu bisa bersikap lembut seperti ini.
“ Arnold…kamu tidak sungguh – sungguh mengatakan dia sexy kan…”, ucap Mike seolah tak percaya.
“ Kamu mengatakan itu hanya untuk menghiburnya….benarkan ucapanku…”, ucap Mike lagi.
Mendengar perkataan calon kakak iparnya tersebut, api amarah yang sudah padam dalam diri Crystal kembali berkobar.
Melihat wajah tunangannya kembali memerah dengan kedua tangan terkepal, membuat Arnold ingin menyudahi pertengkaran tersebut.
“ Aku akan menyerahkan perusahaan yang ada di singapura kepada William…”, ucap Arnold tiba – tiba.
“ Apa…bagaimana bisa…kamu sudah berjanji akan menyerahkan perusahaan itu kepadaku….kapan kau menyerahkannya kepada William…kenapa aku tidak tahu…”, ucap Mike dengan mata melotot menuntut penjelasan.
“ Aku akan menyerahkannya hari ini…dan keputusan ini baru saja kubuat…”, ucap Arnold acuh.
“ b******n kau Arnold….”, maki Mike penuh amarah.
“ Pintu ada disebelah sana. Selamat jalan…”, ucap Arnold masih dengan wajah datarnya mengusir sang kakak secara halus.
“ Kau….”, tunjuk Mike dengan wajah memerah menahan amarah.
Diapun melangkah keluar saat melihat beberapa bodyguard berjalan kearahnya. Sumpah serapah dilontarkan Mike sepanjang jalan keluar.
MIke sama sekali tak menyangka bahwa demi membela tunangannya itu, Arnold sampai mengusirnya dari rumah.
“ S****n…awas kalian…”, ucapnya geram.