
Sepulang dari kampus Felly memasuki rumah nya dengan wajah bahagia karena berhasil membuat Rafael kesal, nyonya Alicia yang melihat putrinya senyum-senyum pun merasa penasaran.
"Ada apa ini anak mommy kok senyum-senyum gitu." Ucap nyonya Alicia.
"Gak apa-apa kok mom." Balas Felly, tak lama setelah itu ada Rafael yang baru memasuki rumah nyonya Alicia.
"Loh, ada El ternyata pantas Felly seneng banget kelihatannya." Ucap nyonya Alicia, membuat Felly menoleh dan terkejut dengan keberadaan El.
"Loh kamu disini?" Tanya Felly, nyonya Alicia tersenyum dan ijin untuk pergi ke kamar nya.
"Temani El, mom akan ke kamar dulu." Ucap nyonya Alicia.
"Hmmmmm, baiklah." Balas Felly, kini hanya ada Felly dan El di ruang tengah.
Rafael menatap Felly dengan kesal, sementara gadis itu tertawa kecil melihat tingkah El yang menggemaskan.
"Orang tuh udah bikin kesalahan minta maaf, kamu kenapa ketawa-ketawa." Sinis Rafael.
"Lagian kamu lucu si, masa gitu doang kamu marah bee." Kekeh Felly, kini keduanya duduk berdampingan di sofa.
"Kamu tuh ya, kita aja gak ada interaksi sama sekali kalau di depan mereka. Bisa-bisanya kamu kasi semangat ke Kenzo." Ucap El, Felly tertawa lepas.
"Utuk-utuk, jadi tuan muda nya aku lagi cemburu nih." Goda Felly, El memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Gak, mana ada cemburu." Ucap El, Felly tersenyum.
"Cemburu aja makin ganteng ya lord, pengen aku karungin mahluk ciptaan mu yang satu ini." Ucap Felly, El tertawa lalu menatap Felly.
"Bee aku lagi ngambek loh." Ujar nya.
"Ngambek nya gemesin sii." Ucap Felly, El mencubit hidung Felly dengan gemas.
"Kamu itu punya aku, dan aku gak mau ada orang lain yang senyumin kamu." Ucap El.
"Gak ada juga yang mau senyum sama aku." Balas Felly.
"Gak ada udelmu, banyak kali anak kampus yang suka lirik-lirik pacar aku ini." Ucap El.
"Mon maap tuan muda bisa berkaca sedikit gak, kayak nya kamu gak nyadar deh kalau kamu juga banyak yang lirik." Ucap Felly balik marah.
"Tapi aku gak peduli sama mereka, aku gak senyumin mereka tuh." Ucap El.
"Ya sama aja dong, mereka peduli dan lirik-lirik kamu." Ucap Felly.
"Bodo, yang penting mah sayang aku cuma buat kamu." Ucap El, Felly memegang dada nya yang selalu berdegup jika sedang bersama Rafael.
"Aduh bang." Ucap Felly, mulai menggoda El.
"Kenapa tuh?" Tanya El.
"Meleleh hati Adek bang." Ujar nya, lagi-lagi El selalu dibuat salah tingkah oleh Felly.
"Udah ya dek, hati Abang juga sama kok jedag-jedug." Ucap El, Felly tertawa ia menyandarkan kepalanya di pundak El.
"Maaf ya, gak lagi-lagi deh buat Abang cemburu." Ucap Felly, El mengangguk dan tersenyum. Seperti inilah cara El menyelesaikan masalah nya, karena bagi El langsung bertemu dan mengatakan semua nya itu lebih baik. Daripada harus marah-marah tidak jelas yang hanya akan menyakiti perasaan Felly.
Di kediaman Richard terlihat seorang gadis baru saja memasuki rumah nya, Dena yang melihat anak gadis nya baru pulang pun tersenyum dan memeluk Ayaza.
"Anak mommy kok pulang-pulang bawa kado, teman kamu ada yang ulang tahun sayang?" Tanya Dena.
"Bukan mom, tadi di sekolah ada yang nitip kado ke Ria katanya untuk Ayaza." Ucap gadis itu.
"Loh kok jadi merona seperti itu." Ucap Dena.
"Mom, kalau Aya dekat dengan kak Kenzo mom marah tidak?" Tanya Ayaza, Dena mengernyit wanita itu mengajak putrinya untuk duduk di sofa.
"Aya dekat dengan Kenzo?" Tanya sang mommy memastikan.
"Dibilang dekat banget enggak, dibilang gak dekat tapi akhir-akhir ini kak Kenzo sering menemui Ayaza." Ujar nya, Dena tersenyum menangkup wajah cantik putri bungsunya.
"Aya dengar mom senang Aya bisa terbuka dan cerita kepada mommy, tapi mom mau tanya satu hal. Aya tahu jika kak Kyra dan kak Nathia pernah menyukai kak Kenzo." Ucap Dena, Ayaza mengangguk ya gadis itu tahu jika kedua kakak sepupunya pernah memiliki rasa kepada Kenzo.
"Hmmmmm, Aya tahu mom." Ucap gadis itu, Dena tersenyum lalu mengecup kening Ayaza.
"Syukur kalau Aya tahu, itu artinya tidak akan jadi masalah untuk kalian kedepan nya. Mom tidak akan melarang dengan siapa Ayaza dekat, karena mom tahu kenyamanan dan kebahagiaan Ayaza itu yang utama untuk mom and Daddy." Ucap Dena, Ayaza menatap haru mommy nya.
Ayaza bersyukur mommy selalu mendukung Ayaza, Ayaza juga bersyukur karena mommy selalu jadi pelindung untuk dirinya.
"Mom tidak marah?" Tanya gadis itu, Dena tertawa kecil.
"Untuk apa marah, Aya tahu bukan jodoh, maut, dan rezeki itu Tuhan yang sudah mengatur nya. Jika saat ini Aya dekat dengan Kenzo, itu artinya ada campur tangan Tuhan di dalam kedekatan kalian." Ucap Dena, Ayaza diam ia menyimak semua ucapan mommy nya
"Dan Aya harus ingat sekuat apapun Aya menghindar dari Kenzo, jika tuhan menghendaki maka tidak ada alasan untuk Ayaza menolak nya. Begitupun dengan sebaliknya, sekuat apapun Ayaza mengejar Kenzo jika tuhan tidak menghendaki maka Ayaza tidak akan pernah bisa mendapatkan nya." Tambah Dena, Ayaza mengerti ia mengambil pelajaran dari Kyra.
Sekuat apapun Kyra mengejar Kenzo, jika tuhan menciptakan hati Kenzo bukan untuk Kyra. Maka yang dilakukan oleh Kyra hanya membuang waktu nya saja, bukankah lebih baik merelakan sesui yang bukan seharusnya menjadi milik kita.
Karena jika egois dan terlalu memaksakan diri itu hanya akan menyakiti keduanya, bagi Ayaza yang ia inginkan adalah mendapatkan pasangan yang seperti kedua orangtuanya. Saling menyayangi dan saling mencintai tanpa harus saling melukai.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Aaaaaaaa mom Dena aku padamu 😭*
A: Terhura kan Lo Uun 😂
N: Pengen ganti emak boleh gak si, gue pengen emak kaya Dena 😂
A: Heh, ngada-ngada. Emakmu sudah menjadi yang terbaik untuk mu Uun 😁
N: Iyasi meskipun tiap pagi emak konser bangunin gue 😂
A: Kan 😁
N: 😂😂😂