
Kini Rafael dan Felly pun duduk berhadapan untuk makan malam, Rafael menatap Felly yang menyantap makanan nya dengan tenang.
Rafael tidak melihat tingkah berlebihan dari diri Felly, padahal sebelumnya Felly hidup biasa saja.
"Kau suka makanan nya?" Tanya El.
"Lumayan." Jawab Felly, El menghela nafasnya.
Apakah ini karma karena dirinya selalu bersikap dingin dan datar kepada wanita, kini ia sendiri lah yang merasakan hal seperti itu.
"Kau kenapa memilih tempat ini untuk makan malam?" Tanya Felly, Rafael menelan makanan yang sedang di kunyah nya.
"Untuk memberikan kesan indah kepadamu." Jawab El santai.
"Kesan indah, kau ingin aku tidak bisa melupakan momen ini." Goda Felly.
"Tidak juga." Balas El.
"Bilang saja kau ingin aku selalu mengingat momen seperti ini kan, baiklah aku akan mengingat nya untuk mu." Ujar Felly, Rafael tersenyum tipis bahkan sangat tipis.
Di tempat lain tepatnya di kediaman Tio dan tata terlihat seorang laki-laki sedang menatap ponselnya, tata heran melihat tingkah anak pertama nya.
"Kau kenapa kak?" Tanya tata.
"Tidak apa-apa mom, dimana Kevan." Jawab Kenzo yang langsung menanyakan, keberadaan sang adik.
"Oh, tadi adik kamu bilang kalau dia mau pergi ke toko buku." Balas tata, mendengar kata toko buku membuat fikiran Kenzo berkelana.
"Dia pergi bersama siapa?" Tanya nya.
"Mana mami tahu, adik kamu tidak mengatakan bersama siapa dia pergi." Jawab tata, Kenzo pun menghela nafasnya.
"Apa ada masalah?" Tanya tata, Kenzo pun menggelengkan kepalanya.
Tata tersenyum lalu beranjak dari duduknya wanita itu pergi ke kamar, sementara Kenzo menatap ponselnya tidak ada balasan dari orang yang ditunggu nya.
...
Keesokan harinya di kediaman Keanu terlihat anak gadis dan anak lelaki nya yang menuruni anak tangga, Rafael fokus dengan ponselnya sementara Ayaza gadis itu hanya bernyanyi kecil.
"Ini anak-anak Daddy muka nya cerah amat." Ucap Keanu.
"Aku mah emang cerah dad, kan mom nya jauh lebih cerah." Jawab Ayaza, Keanu menghela nafasnya sementara Dena tertawa kecil.
"Iya-iya kamu cerah kaya mommy, jangan lupakan Daddy yang lebih cerah." Ucap Kean tidak ingin kalah.
"Kakak lagi apa sibuk amat kak." Ucap Ayaza.
"CK, kepo." Balas Rafael, Ayaza pun mencebikan bibirnya.
"Kakak datar hati-hati nanti istrinya tekanan batin, karena lihat muka tanpa ekspresi kakak." Celoteh Ayaza.
"Coba lihat mommy tekanan batin tidak." Ucap El, Ayaza menatap Dena dan mengernyit.
"Apa hubungannya dengan mommy?" Tanya Ayaza.
"Daddy mu jauh lebih datar, kau tidak tahu saja jika Daddy pelit senyum." Ujar Rafael, Keanu mendengus kesal. Lelaki itu teringat kenangan saat Rafael kecil, keduanya selalu berdebat memperebutkan Dena.
"Orang ghibah tuh di belakang orang nya, anak Dena doang yang ghibahin Daddy di depan orang nya." Ucap Keanu.
"Heh, jangan lupakan kalau anak aku hasil dari kamu yang selalu bercocok tanam!" Sengit Dena.
"Kamu kebiasaan deh bee, kalo ngomongin bercocok tanam jangan di depan anak-anak. Hilang sudah kepolosan anakku." Ucap Kean, Dena tertawa.
"Anak-anak bapak Kean doang yang ahlak nya minim." Kekeh Dena.
"Makin hari solimi makin meningkat akibat titisan dari emak nya." Sindir Keanu.
"Begini ya ibu bapak yang solimi, kalau mom gak solimi dan dad gak lucknut juga anak nya gaakan begini ye kan. Dari lebih baik introspeksi diri masing-masing saja oke." Ucap Ayaza, keluarga Dena selalu seperti ini dan hal itulah yang membuat ikatan semakin kuat.
Setelah selesai sarapan Keanu bergegas pergi ke kantor, sementara Ayaza anak gadis itu pergi ke sekolah nya.
"Kamu gak kuliah kak?" Tanya Dena, saat melihat Rafael yang masih duduk di kursinya.
"Aku akan pergi sebentar lagi mom." Jawab El, Dena pun mengangguk.
"Bagaimana semalam apakah lancar?" Tanya Dena, El menatap wajah cantik sang mommy.
"Kenapa tingkah Felly malah seperti mommy." Ucap El, Dena mengernyit.
"Seperti mommy?" Tanya Dena bingung.
"Hmmmmm, sudah aku pergi dulu." Ucap Kean, Dena pun mengangguk sambil menatap kepergian putranya.
Setelah putranya pergi Dena bergegas menuju cafe, karena kemarin ia sudah membuat perjanjian dengan para emak-emak solimi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
*N: Thor kemarin ada yg komen Dena solimi, Kean solimi, anak-anak Dena solimi elo gesrek Thor 🤣
A: Iya gue baca kok, tapi gue gesrek karena deterjen gue juga pada gesrek Uun 🤣
N: Lah gue juga dong 🤔
A: Iyalah, sekarang kalo deterjen gue gesrek gue gak gesrek ga seru 😂
N: Kaku ye kan 🤣
A: Tepat sekali 😂
N: 🤣🤣🤣*