
Di tempat lain seorang gadis tengah berbelanja sendiriian dengan mendorong troli, karena Nathia ingin mengadakan acara dirumah sang Oma.
Saat sedang memilih beberapa bahan Nathia tak sengaja menabrak seseorang yang berdiri di belakang nya, hingga membuat beberapa barang yang di pegang oleh orang itu terjatuh.
"Ma_maaf saya tidak sengaja." Ucap gadis cantik itu.
"Tidak masalah nona, saya juga salah karena tidak menggunakan troli." Ucap nya, Nathia berjongkok dan mengambil barang yang terjatuh.
"Sekali lagi saya minta maaf karena tidak berhati-hati." Ucap Nathia.
"Tidak masalah, ini juga bukan keinginan anda untuk menabrak saya." Ujar nya, Nathia mengangguk dan memberikan barang-barang yang di pegang nya.
"Ini." Ucap Nathia.
"Hmmmmm, terimakasih." Ucap orang itu, Nathia mengangguk lalu mendorong kembali troli belanjaan nya.
Orang itu menatap lucu kepada Nathia, tunggu lucu katanya? Bahkan dia saja baru pertama kali melihat Nathia.
Nathia berjalan menuju kasir ia berdiri disana dengan mengantri, Nathia menoleh ke kiri dan kanan ia melihat sang papi yang keluar dari mobil nya.
"Sayang sudah selesai?" Tanya Nathan, lelaki itu begitu mengkhawatirkan putrinya yang keluar seorang diri.
Padahal biasanya Nathia akan keluar bersama dengan Kyra, namun kali ini kedua gadis itu harus terpisahkan karena acara keluarga nya masing-masing.
"Loh papi ngapain kesini?" Tanya Nathia, gadis itu tertawa geli melihat Nathan yang tiba-tiba muncul.
"Anak nakal tentu saja papi mengkhawatirkan kamu." Ujar nya, oiya jangan lupakan jika saat ini Nathan memakai kacamata hitam yang membuat nya terlihat semakin tampan.
"CK, mami mana?" Tanya Nathia, Nathan nyengir kuda ia meninggalkan istrinya di rumah.
Beberapa orang menatap Nathia dengan aneh dan berfikir jika Nathia adalah wanita simpanan Nathan, bahkan orang yang tadi di tabrak oleh Nathia pun menatap Nathia yang tertawa bersama Nathan.
"Papi meninggalkan mami mu dirumah." Ucap Nathan, setelah mengatakan itu baru lah mereka menyadari jika Nathia adalah putri dari Nathan.
"Pi nanti mami ngamuk bahaya loh, papi mau di hukum mami karena pergi gak bilang." Ledek Nathia, ia sering sekali melihat Nathan yang di hukum oleh Niken.
"Etttsss, jangan bicara seperti itu ya sayang ya. kamu tunggu disana saja biar papi yang membayar nya." Ucap Nathan, Nathia pun mengangguk ia pergi dan duduk di sebuah kursi yang tersedia di super market itu.
Tak lama kemudian Nathan mendekati Nathia dengan barang belanjaan yang dibeli oleh putri nya, setelah itu Nathan dan Nathia pun pergi dari super market dan pulang ke rumah.
Setibanya di rumah Nathan melihat Niken yang berdiri di teras rumah dengan melipat kedua tangannya di dada, Nathan menelan Saliva nya sementara Nathia tertawa kecil.
"Pi aku gak ikut-ikutan ya Pi, aku gak mau uang jajan dipotong mami." Ujar nya, Nathan menatap sebal kepada putrinya.
"Nath bantu papi apa, mami kan selalu luluh kalau sama kamu." Ucap Nathan.
"Serius deh Pi, kali ini aku gak mau ikut-ikutan." Ucap Nathia, gadis itu buru-buru keluar dari mobil dan berjalan memeluk sang mami. Setelah itu Nathia berlari masuk kedalam rumah sang Oma.
"Bisa-bisanya pergi ninggalin istri sendirian." Protes Niken, Nathan tertawa lihat Niken ada di lingkungan keluarga nya sendiri. Tetapi wanita itu tidak ingin jauh dari sang suami.
"Sayang aku jemput Nathia, aku khawatir karena dia pergi sendirian." Ucap Nathan, merangkul pundak Niken.
"Baiklah untuk kali ini aku maafkan kamu, tapi tidak jika nanti kamu pergi tanpa pamit." Ucap Niken, Nathan tersenyum anak nya selalu menjadi jurus andalan bagi Nathan.
"Baiklah terimakasih, kamu emang yang terbaik." Ucap Nathan, mengecup kening Niken.
Keduanya pun memutuskan untuk masuk kedalam rumah, Nathia yang duduk di ruang tamu tertawa kecil melihat kedua orang tuanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Nathan tuh kaya satu-satunya laki-laki yang jadi sumber kebahagiaan Niken dan Nathia gak si Thor 😁*
A: Lah iya emang mau sape lagi sumber kebahagiaan mereka, yakali kang cilok Uun 😂
N: 😂😂😂 seneng si gue liat nya adem gitu 😁
A: Caaa aeee marpuah 😂
N: Nama gue Uun apa marpuah atau Mumun si, diganti-ganti Mulu perasaan 🤣
A: Terserah gue lah kan gue yang manggil 😂
N: Oiya 😂😂😂