
Sepulang dari kantor Keanu langsung masuk kedalam kamar nya, ia melepaskan pakaian kerja dan duduk di sofa.
Kean langsung sibuk dengan ponselnya sampai tidak mencari keberadaan istrinya terlebih dahulu, bukan apa-apa jika Keanu langsung mencari Dena ia tidak akan bisa tahan untuk tidak menyentuh sang istri.
Dena yang habis dari dapur masuk kedalam kamar, ia melihat suami tampan nya sedang memainkan ponsel.
"Sudah pulang." Tanya Dena melirik Keanu.
"Hmmmmm." Jawab Kean masih sibuk dengan ponselnya.
"Ish, ponsel teroooss." Ujar Dena membuat Keanu mendongak.
"Memang harus apa lagi." Balas Kean.
"Ponsel aja teroos ponsel, istrinya sampai gak dicariin." Ucap Dena sontak kening Kean mengernyit.
"Aku ngapain cari kamu, daripada hilap melanggar hukuman lebih baik main ponsel kan." Ucap Keanu, Dena menatap Keanu dengan tajam.
"Istri kamu itu aku atau ponsel." Tanya Dena.
"Kamu ngigo ya, tanpa aku jawab pun kamu tau sayang kalau istri aku itu kamu." Ujar Keanu, ia sengaja bersikap ngeyel agar Dena merajuk dan memeluk nya.
"Tau ah terserah." Kesal Dena membuat Keanu tertawa kecil.
Lelaki itu bangun dari duduk nya dan menutup pintu, Dena memperhatikan gerak-gerik suaminya.
Saat Keanu akan memeluk Dena dari belakang wanita itu langsung membalikkan tubuhnya dan membuat langkah Kean terhenti, Kean menatap bingung istrinya.
"Jangan mendekat, ingat kamu masih dalam masa hukuman." Ucap Dena meninggalkan Keanu yang mematung.
"Lah ini gak adil dong, aku aja gak marah sama kamu." Ujar Keanu.
"Tapi kamu hukum aku." Balas Dena tidak mau kalah.
"Aku hukum kamu cuma satu malam saja, kamu hukum aku sudah dua malam." Ucap Keanu, Dena pun terdiam ia menatap suaminya dengan tidak tega.
"Pokoknya kamu masih masa hukuman." Ucap Dena, Keanu yang merasa gemas mendekati Dena hingga Dena memundurkan langkahnya.
"Kamu yakin mau hukum aku selama itu hmmmmm." Tanya Kean, membuat Dena sedikit merinding dengan pertanyaan suaminya.
"Ya_yakin lah." Ucap Dena, Keanu terus berjalan hingga tubuh Dena menempel ke dinding.
"Sa_sayang ngapain." Tanya Dena.
"Aku gak ngapa-ngapain, aku cuma mau tau seberapa tahan kamu bisa hukum aku." Ucap Keanu, kini tangan nya mulai masuk kedalam kaos yang dikenakan oleh Dena.
"Dad." Lirih Dena, Keanu tersenyum tipis.
"Hmmmmm." Balas Kean, ia mengangkat tubuh Dena dan mendudukkan nya di atas meja rias.
Keanu m*l*m*t b*b*r Dena lembut, si*l Dena benar-benar tidak bisa menghindari serangan mendadak dari suaminya.
Cukup lama Dena terbuai dengan permainan lembut Kean sampai akhirnya ia tersadar, Dena berusaha mendorong tubuh suaminya namun Keanu bergerak lebih cepat dengan memeluk pinggang Dena.
"Kok mes*m." Goda Dena membuat Keanu tersenyum dan melepaskan ciumannya.
"Kok nyebelin sih." Kekeh Kean mengecup kening Dena.
"Awas ah aku mau keluar." Ucap Dena.
"Kenapa?" Tanya Dena.
"Kamu tega." Ujar Keanu menatap kebawah, dan Dena pun mengikuti arah tatapan suaminya.
"Hahaha, sabun di kamar mandi masih banyak." Kekeh Dena mencubit pipi Keanu gemas.
"Ish, nolak keinginan suami itu dosa loh bee. Kamu mau jadi istri durjana." Ucap Kean membuat Dena menelan Saliva nya.
"Kok kamu ngancam si." Kesal Dena.
"Dih, orang aku gak ngancam kok. Kan aku ingetin kamu biar kamu gak jadi istri durjana." Ucap Keanu, tentu saja ini senjata paling ampuh yang selalu membuat Dena Lulu.
"Ish." Kesal nya, melihat wajah pasrah Dena Keanu pun langsung menggendong tubuh istrinya ke atas tempat tidur.
Saat Keanu akan mulai melucuti pakaian Dena, terdengar suara seseorang yang memanggil istrinya. Suara yang sudah tidak asing lagi di telinga Keanu.
"Mommy." Panggil Rafael, membuat Dena menahan tawanya.
"Iya sayang." Sahut Dena, wanita itu mendorong tubuh Keanu yang sedang berada di atas nya.
Dena langsung merapikan pakaian nya dan berjalan membuka pintu, Dena tersenyum saat melihat wajah tampan sang putra.
"Kenapa boy?" Tanya Dena.
"Aku ingin Daddy." Ujar nya, Rafael berjalan masuk kedalam kamar dan melihat Kean yang sedang bersandar di atas tempat tidur.
"Ada apa boy, kamu mencari Daddy." Tanya Keanu.
"Hmmmmm." Jawab El, kini Rafael lah yang menempati pelukan Kean sementara Dena tertawa kecil dan pergi dari kamar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Oke maaf kemarin gak up 😪
N: Ngapa Lo Thor 😂
A: Ngantuk 😂
N: sueee🤣*