Love Destiny

Love Destiny
Epson 346



Setelah selesai makan malam semua orang berkumpul di ruang tamu villa, Ayaza duduk di antara Dena dan Keanu.


Gadis itu terlihat manis dan imut bahkan Dena sendiri sering merasa gemas kepada putri bungsu nya, Felly yang melihat Ayaza duduk di antara Dena dan Keanu tersenyum kagum.


Begitu indah ciptaan tuhan dalam keluarga Richard, Keanu yang tampan Dena yang cantik dan kedua anak yang tampan dan cantik.


"Aya gak istirahat?" Tanya Kean, mengelus kepala Ayaza lembut.


"Nanti saja dad, Aya rindu Daddy dan mommy. Selama ini kalian begitu sibuk dengan perusahaan dan rumah sakit, sampai kalian melupakan jika ada gadis cantik yang ingin di perhatikan oleh dad dan mom." Ujar nya, curahan hati Ayaza mulai keluar membuat Keanu tak bisa berkutik.


Jika bagi Dena Rafael adalah kelemahan nya, namun bagi Keanu Ayaza lah kelemahan lelaki itu. Keanu tak ingin kedua anak nya kekurangan kasih sayang.


"Daddy dan mommy sibuk kan untuk kebaikan Aya juga." Ucap Kean.


"Ayaza tahu kok, tidak mungkin juga Daddy membiarkan Aya dan kakak kesulitan." Ucap gadis itu.


"Good girls, akhirnya kamu mengerti juga." Ucap Keanu.


"Tentu saja, karena Aya juga tidak ingin uang jajan Aya di kurangi mangkanya Aya mengerti kesibukan mom and dad." Ucap gadis itu, membuat Keanu dan Dena saling memandang.


Sementara Rafael dan Felly tertawa bisa-bisanya Ayaza tak melupakan uang jajan disaat seperti ini, padahal gadis itu jarang sekali menggunakan uang selain untuk hal-hal penting.


"Ini benar-benar titisan mommy si valid." Ucap Keanu, Dena tertawa kecil ia merasa malu karena Ayaza benar-benar seperti dirinya dulu.


"Dad gak boleh solimi dad, lagian kan Daddy kerja juga buat mommy ya kalau anak nya mata duitan maklum aja kenapa si." Ucap Dena, Kean mencibir Dena bukan tipe orang yang suka berbelanja dengan berlebihan.


Istrinya itu lebih suka berbagi dengan orang-orang dan yayasan yang kekurangan biaya, maka dari itu Keanu tak pernah memprotes banyak uang yang dikeluarkan oleh istrinya.


"Mommy memang suka ngabisin duit Daddy si, tapi kan mommy ngabisin nya buat hal-hal yang penting." Ucap Ayaza.


"Iya gak kaya kamu." Ucap Rafael.


"Yeeeee, suka-suka Aya lah. Kak Felly kalau kak El pelit tinggal aja bukan anak Daddy tuh, anak Daddy gak ada yang pelit." Ucap gadis itu, Felly tertawa mana bisa ia meninggalkan Rafael yang begitu membuat nya jatuh hati.


"Cih, bilang Kenzo tebelin dulu rekening nya sebelum di bobol Ayaza." Ledek El, membuat Keanu dan Dena saling menatap.


"Kenapa bawa-bawa kak Kenzo dah, kenapa gak kakak saja yang menebalkan rekening. Nanti kalau kakak sudah nikah kan aku sama kak Felly bisa shopping bareng." Ucap Ayaza.


"Kakak gak akan biarkan kamu pergi bersama dengan Felly." Cibir Rafael.


"Pelit." Sengit Ayaza, Keanu merasa gemas kepada putrinya pun memeluk Ayaza.


"Gak boleh gitu sama kakak." Ucap Keanu, Ayaza mengangguk ia lupa jika ia ada di hadapan orang tuanya.


"Aya mah memang gitu, sekarang aja nistain kakak nya padahal hatinya bilang. Yaampun maaf ya kak gak niat buat ngatain kok." Ledek Dena, Ayaza memeluk Dena mommy memang selalu ngerti fikiran putrinya.


...


Di tempat lain tepatnya di tempat keluarga Tata dan Tio dua orang lelaki tampan sedang duduk santai di ruang tengah, Tio menatap heran kedua putranya yang tak pernah akur.


"Kalian itu duduk bersama tapi dua-duanya sibuk dengan ponsel." Ucap Tio.


"Lebih asik sama ponsel pi." Ucap Kevan, Kenzo hanya mencibir saja Kenzo tahu jika Kevan menyukai Ayaza.


Tapi percayalah Kenzo lebih dulu jatuh hati kepada gadis itu, Kenzo sudah menyukai Ayaza sejak Ayaza masih kecil.


"Lagian siapa juga yang mau ngobrol sama kamu." Ucap Kenzo, Kevan menatap sinis sang kakak.


"Heran papi sama kalian, kalau gitu papi minta mami kalian buat memasukkan kalian kedalam perut lagi." Ucap Tio, Kenzo tertawa kecil ia juga heran kenapa Kenzo dan Kevan selalu selisi paham.


"Kenzo gak heran si, karena secuek apapun Kenzo sama Kevan Kenzo tetap sayang sama Kevan. Bagaimanapun juga Kevan adik Kenzo." Ujar nya, Kevan diam ia sadar selama ini dirinya lah yang selalu mencari masalah kepada Kenzo.


"Papi tahu, Kevan Kenzo itu kakak kamu." Ucap Tio, Kevan mengangguk ia tahu itu.


"Mami gak suka ya kalau anak mami gak kompak, mami tuh dulu gak pernah bertengkar kaya kalian." Ucap Tata, wanita itu duduk disamping Tio.


"Lagian mami mau bertengkar dengan siapa, mami kan anak tunggal." Ucap Kevan, Kenzo tertawa mami nya itu selalu saja mengada-ada.


"Oiya, tapi mami sering berdebat dengan Dena mommy nya Ayaza. Sudah langganan kalau sama dia mah, liatin cowok ganteng aja debat." Ucap Tata, Tio mencibir.


"Kalau aku tahu kamu liatin cowo ganteng di kampus, sudah aku bombardir itu cowo." Sengit Tio, kini giliran tata yang mencibir.


"Gaya mu bombardir, orang dulu kamu lagi bucin-bucinnya sama boneka Annabelle." Ledek tata, berhasil membuat kedua putranya tertawa.


"Papi kelilipan mi." Kekeh Kevan.


"Bukan, papi dulu seleranya kurang bagus Van. Yakali Mak lampir di bucinin." Kekeh Kenzo, nah kan giliran nistain papi nya kompak.


"Anak gue doang yang kompak kalo bagian nistain bapak nya." Ucap Tio, Kevan dan Kenzo tertawa.


"Lagian papi lawak si." Kekeh Kevan.


"Ganti profesi dan laki gue jadi pelawak." Ucap tata tertawa, sementara Tio mendengus saja.


Ingin sekali Tio mengarungi ketiga orang di hadapannya itu, namun sayang Tio begitu menyayangi ketiga nya. Jadi biarkan saja asal anak istri bahagia Tio pun ikut bahagia.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Maaf ya dikit, nanti kita cari pencerahan lagi 😂*


N: Ngokhey 😂


A: 😂😂😂