
Siang hari Ayaza yang merasa jenuh dengan kegiatan di kantor Daddy nya memutuskan untuk keluar, sebelum itu Ayaza sudah ijin kepada Dena dan Keanu.
Ayaza berjalan menuju cafe di seberang perusahaan Daddy nya, ia masuk dan memesan minuman juga camilan disana.
Saat Ayaza sedang duduk bersantai menikmati makanan nya, seseorang tiba-tiba saja datang dan duduk di hadapannya.
"CK, ketemu lagi kita." Ucap Kenzo, Ayaza mendongak dan berdecak.
"Apakah tidak ada pekerjaan lain selain menemui aku." Ujar nya, Kenzo tertawa kecil.
"Banyak cuma lagi penat saja mangkanya kesini." Ucap Kenzo, Ayaza mengangguk.
"Kamu ngapain disini, tumben banget mau keluar dari kandang." Ucap Kenzo.
"Aku bosan di rumah mangkanya ikut mommy ke kantor Daddy." Jawab nya.
"Terus disini juga ngerasa bosan gitu." Kekeh Kenzo, Ayaza mengangguk pelan.
Saat mereka sedang berbincang seseorang datang dan membuat Kenzo kesal, sejak kapan adiknya itu lepas dari pengawasan mami nya.
"Loh Ayaza kamu disini juga ternyata." Ucap Kevan, Ayaza mengangguk.
"Kamu ngapain kesini?" Tanya Kenzo.
"Ya suka-suka akulah, lagian kakak sendiri ngapain disini?" Jawab Kevan dan balik bertanya.
"Ya hak akulah, gak ada urusannya sama kamu." Ucap Kenzo, oh God keduanya membuat Ayaza merasa jengah.
"Gelud aja gelud sampai gak nyadar disini ada orang." Ceplos Ayaza, lihatlah wajah mungilnya terlihat semakin lucu saat merajuk.
"Gak ribut kok za, lagian kamu ngapain sama kak Kenzo." Ucap Kevan, berniat untuk duduk di samping Ayaza.
"Gak ada yang nyuruh kamu buat duduk Kevan." Ucap Kenzo, menendang kursi yang akan di duduki oleh Kevan.
"CK, pelit." Cebik Kevan.
"Sudahlah kita pergi saja." Ucap Kenzo, lelaki itu menarik tangan Ayaza, sementara Aya gadis itu hanya menurut saja lagipula dia sedang malas untuk berdebat.
"Pergi ya pergi aja gak usah ngajak Ayaza." Ucap Kevan.
"Ayaza juga tahu mana yang nguntungin mana yang ngerugiin." Ledek Kenzo.
"Padahal kita kan adik kakak kalau aku ngerugiin kakak juga ngerugiin lah." Ucap Kevan.
"Ish, kalian kenapa masih berdebat." Kesal Ayaza, Kenzo tertawa kecil lalu menuntun Ayaza keluar. Sementara Kevan lelaki itu menatap kepergian Ayaza dan Kenzo.
Malam hari di sebuah mansion mewah seorang gadis sedang menatap langit yang indah, sampai suara seseorang membuyarkan lamunannya.
"Ngapain ngelamun?" Tanya El, ya lelaki itu adalah Rafael yang datang untuk menemui Felly.
"CK, sudah datang ternyata." Ucap Felly, El mengangguk dan tersenyum.
"Lagi mikirin apa?" Tanya El, Felly menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada." Jawab Felly.
"Baiklah kalau begitu ayok ikut aku." Ucap El, Felly mengernyit mau dibawa kemana ia oleh Rafael.
"Mau kemana El?" Tanya Felly.
"Ikut saja dulu jangan bawel." Ucap El, Felly hanya diam tanpa berkata apa-apa.
Rafael mengajak Felly masuk kedalam mobil nya, bahkan Rafael menutup mata Felly agar gadis itu tidak tahu kemana ia akan dibawa pergi.
"Ini kamu gak mau nyulik aku kan?" Tanya nya.
"Gak, nyulik kamu rugi makan nya banyak." Ucap Rafael.
"Enak aja, tapi emang bener si." Ucap Felly tertawa kecil.
"Kamu bukan mau dorong aku ke jurang kan El?" Tanya nya lagi.
"Gak fell kalaupun mau dorong kamu kita lompat bareng-bareng deh." Kekeh Rafael.
"Yaaaaah, gak asik masa kisah nya segitu doang." Goda Felly.
"Kisahnya harus banyak ya biar sweet." Balas Rafael.
"CK, kamu jomblo lagian kalau cuma nutup mata doang mah kan kamu bisa sendiri." Ucap Rafael.
"Iya juga si bener." Jawab Felly, semakin lama rasa penasaran Felly semakin menjadi-jadi.
"Kamu mau kasih aku kejutan ya?" Tanya Felly.
"Gak aku mau kasi kamu ke Bu*ya." Ucap Rafael, Felly mendengus sebaiknya ia diam saja. Anak Dena memang tidak ada yang benar hampir keduanya solimi meskipun lebih solimi emak nya.
Tak lama kemudian merekapun tiba di tempat yang sudah disiapkan oleh Rafael, El membantu Felly keluar dari mobilnya dan berjalan dengan hati-hati.
Disinilah mereka berada di tempat yang akan menjadi sebuah sejarah bagi keduanya, Rafael memutuskan untuk membuka penutup mata Felly dan betapa terkejutnya Felly melihat pemandangan yang ada di hadapannya.
"Rafael_" Lirih Felly, El memegang tangan Felly hingga keduanya saling menatap.
"Hmmmmm, maaf aku baru bisa memberikan semua ini sekarang." Ucap Rafael, mata cantik Felly berkaca-kaca.
"Aku_" Lirih Felly, kejutan macam apa ini kenapa Felly merasa sedih dengan semua ini. Ah tidak itu bukan sedih tetapi terharu dengan sikap lembut Rafael.
"Fell, aku gak tau kapan rasa itu muncul. Aku juga gak tahu kapan aku merasa khawatir kepada kamu, sungguh aku tidak tahu kenapa aku merasa sakit dan hancur saat tahu kamu terluka dan menghilang. Tapi sungguh hari ini aku tahu semua jawaban dari segala hal yang aku rasakan tentang kamu, Aku mencintai kamu dan aku tidak ingi melihat kamu bersama orang lain." Lirih Rafael, pengungkapan perasaan El membuat Felly meneteskan air matanya.
"Apakah karena aku putri tuan James sampai membuat kamu melakukan semua ini?" Tanya Felly, ia sedikit takut jika El hanya menyukainya karena ia adalah putri dari orang ternama.
"Tidak, aku mencintai kamu sebagai Felly. Gadis crewet yang bangun dipagi hari lalu menyiapkan makanan untukku." Ucap Rafael.
"Hikss... kok melow si." Ucap Felly, bahkan disaat romantis saja gadis itu bisa membuat El tertawa kecil.
"CK, jangan menangis aku tidak rela melihat air mata yang berharga itu menetes." Ucap Rafael.
"Sayang El banyak-banyak." Ucap Felly memeluk Rafael, El membalas pelukan Felly dengan lembut.
"Aku lebih banyak sayang kamu." Ucap El, Felly mengangguk ia tahu itu. Karena melihat sikap Rafael selama ini membuat Felly yakin jika El bisa meluluhkan hati kedua orang tua nya.
"Itu kenapa tulisannya Will you marry me." Protes Felly.
"Karena aku ingin kamu menjadi mom dari anak-anak ku nanti, bukan hanya sekedar menjadi pendamping hidup ku." Ucap El, aaaaaaaa mommy boleh tidak Felly berteriak kali ini.
Rafael benar-benar membuat Felly terbang melayang, oh God berapa lama Felly menanti hal seperti ini. Namun Tuhan begitu baik kepadanya, setelah mengembalikan orang tuanya tuhan juga memberikan bonus seorang lelaki tampan dan baik hati seperti Rafael.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Maaaaaakkkj Tulung neng bapeureu 😭*
A: Tulung Mak gue kapan digituin 😭
N: Ngapa Lo harus ikut-ikutan si 🙄
A: Gue juga pengen dapet yang kaya Rafael Uun 😌
N: Lagian siapa yang kaga mau si Thor, gue juga pengen ikhlas gue kalo ada yang mau ngasi 😂
A: 😭😭😭 kita nunggu jodoh di titik terbaik menurut takdir aja ya Uun 🤗
N: Iya Thor, yok semangat yok 😭
A: Semangat Uun 😌
N: 😂😂😂