Love Destiny

Love Destiny
Epson 307



Disinilah emak-emak solimi berada sekarang, di sebuah cafe tempat mereka mencurahkan semua isi hatinya.


Kelima nya saling menatap satu sama lain, kemudian tawa tata pecah saat melihat Chika hal itu membuat Chika mendengus.


"Ngapain Lo ketawa." Dengus Chika.


"Si Devika kan udah Nemu tambatan hati nya, Lo bentar lagi jadi mamak mertua dong." Ujar tata tertawa.


"Lah iya juga, Chika bentar lagi punya mantu udah gitu punya cucuk." Ucap Karen membuat Chika melotot.


"Itu artinya gue yang paling tua dong kak." Lirih Chika.


"Udah tua Lo, udah gak pantes ngerengek kaya gitu." Kekeh Dena.


"Niken gue gak mau tau ya Lo harus nikahin anak Lo duluan." Ucap Chika.


"Heh, ngaco aku mau nikahin Nathia sama siapa. Tolong anakku masih jomblo sampai saat ini." Ujar Niken mendramatisir.


"Hahaha, udah Chik terima aja lagian Lo dapet besan juga kaya ye kan gak kalah dari El." Kekeh tata.


"Namanya beda tipis mana, Samuel Rafael." Ucap Karen.


"Yaampun gini amat punya anak cewek ye kan." Lirih Chika.


"Anak Lo mah aktif kaya emak nya si." Kekeh tata.


"Eh ngomong-ngomong nih ya itu gimana anak tuan James." Ucap Chika.


"Dia sudah tinggal sama orangtuanya kok." Ucap Dena.


"Pantes itu anak kaya familiar banget wajah nya, ternyata anak nyonya Alicia." Ucap Chika.


"Iya, ngomong-ngomong tuan James ganteng gak main-main si." Ucap Tata mulai solimi.


"Jangan ngada-ngada Lo ta, setelah muji si barista sekarang Lo mau muji laki orang." Ucap Chika.


"Tapi bener si, tatapan nya keliatan tajam banget gak main-main." Ucap Karen.


"Yaampun gak salah si itu anak cantik banget, emak bapak nya serbuk berlian semua." Ucap Tata.


"Heh, jangan lupakan nyonya Richard yang ada di samping kita. Anak nya bubuk berlian juga bukan serbuk lagi inimah." Ucap Karen, merekapun tertawa.


"Eh, bujuk kaga salah liat kan gue de." Ucap Chika.


"Apaan si Chik." Balas Dena.


"Itu barisan ngapa makin cakep aja dah." Ucap Chika.


"Jangan sampe si Kean tahu, bisa dibeli lagi ini cafe." Ucap tata, Dena tertawa kecil.


"Laki gue emang horor bund Mon maap." Kekeh Dena.


"Gue melihat aura itu di wajah anak-anak Lo de." Ucap Chika, Karen dan Niken pun mengangguk.


"Tepat sekali, apalagi Ayaza beuh jiwa-jiwa banyak duid nya keliatan banget." Ceplos Niken.


"Heh, jangan mancing soal duid anak bungsu gue kalo ngomong suka kaga ada rem nya." Ucap Dena, mengingat celotehan Ayaza.


"Bagus itu dia tau mana yang berkualitas mana yang enggak." Kekeh Chika.


"Kaya anak Lo kan tau aja yang berkualitas." Ucap Karen, Chika tertawa mengingat putrinya yang menjalin hubungan dengan Samuel.


"Haha, dulu gak dapet Samuel lari ke El. Sekarang udah balik ke Samuel bund." Kekeh Chika.


"Bisa-bisa nya dia jadiin tuan muda Richard sebagai cadangan." Ujar Tata.


"Untungnya anak gue kaga bapeure ye kan." Ucap Dena, sudah lah emak-emak kalo udah kumpul ya 10% makan dan nongkrong 90% nya ghibah.


....


Di sebuah Universitas ternama kini Devika sedang berjalan, saat melihat Liodra wajah Devika berubah masam.


"Lihatlah dia wanita yang tidak di temani bukan." Ejek Liodra.


"Liodra jelas-jelas kamu yang gak punya teman, kamu mendekati aku hanya karena Rafael. Dan sekarang kamu sendirian kasihan sekali." Sinis Devika.


"Dengar ya Devika aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan Rafael." Ucap Liodra.


"Sayangnya kamu salah mencari lawan Liodra, kamu menutup mata dengan keadaan. Yang kamu tahu hanya aku wanita yang dekat dengan Rafael." Sinis Devika.


"Maksud kamu apa?" Tanya Liodra.


"Sudahlah berbicara dengan orang seperti dirimu tidak menguntungkan untukku." Telak Devika, kini gadis itu pergi dari hadapan Liodra.


Di kediaman tuan Wilthon seorang gadis sedang duduk di pinggir kolam renang, ia bermain air disana. seperti biasa selalu ada tiga pelayan di belakang nya, ingin sekali Felly menarik ketiga pelayan itu lalu mendorong nya ke kolam.


Namun sayang Felly tidak sejahat itu, ia tahu para pelayan memiliki tuntutan pekerjaan. Tapi tidak membuntuti nya juga.


"Kalian tidak lelah terus mengikuti aku." Ucap Felly.


"Tidak nona." Jawab nya.


"Ya kalian memang tidak akan lelah, tapi aku yang lelah melihat kalian." Pekik Felly, tidak tahu lagi harus dengan cara apa ia membuat dirinya tidak diikuti.


"Maaf nona." Ucap salah seorang pelayan.


"Aku bosan mendengar kata maaf darimu, tapi kau tidak juga pergi." Ujar Felly, tuan James yang sedang berjalan mendekati putrinya tertawa.


Tawa sang Daddy membuat bulu kuduk Felly berdiri, ia merasa takut mendengar tawa Daddy nya sendiri.


"Ada apa dengan mu, kenapa putriku selalu murung seperti ini." Tanya tuan James, merengkuh tubuh Felly.


"Tidak apa-apa." Jawab Felly.


"Kau marah kepada dad mu, hmmmmm." Tanya tuan James.


"Tentu saja tidak, aku hanya ingin dia dan antek-anteknya pergi dan tidak selalu mengikuti aku." Ucap Felly, lagi-lagi membuat tuan James tertawa lepas.


"Itu tugas mereka untuk menjaga nona muda nya girls" Ucap tuan James.


"Haaaaahhhhhh, terserah Daddy saja." Ucap Felly, kini gadis itu melepaskan pelukan sang Daddy lalu pergi ke kamarnya dengan para pelayan.


Tuan James tersenyum tipis melihat sikap Felly yang sama seperti nyonya Alicia saat pertama menikah dengan nya, nyonya Alicia selalu mendebat para pelayan karena merasa risih. Dan kini hal itu terjadi kepada Felly putrinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Gue seneng karena part ini lengkap 😂


A: Semua ada ye kan 😌


N: Iya banget 😂😂


A: 😒😒😒


N: 😂😂😂*