Love Destiny

Love Destiny
Epson 163



Sore hari Keanu pulang dari kantor, ia melihat putranya sedang bermain bersama dengan para sepupu yaitu Nathia dan Kyra.


"Heh, lagi apa?" Ucap Kean membuat El tersentak kaget.


"Tadet aku." Ucap El, membuat Kean tertawa.


"Ngapain itu makan apa?" Tanya Kean.


"Buah." Jawab El cepat, ia tahu jika Daddy nya cukup posesif.


"Awas macem-macem." Ucap Keanu.


"Hmmmmm." Jawab El.


"Mommy mana?" Tanya Kean mengecup pipi putranya.


"Kamal." Jawab El, Kean mengelus kepala El dan berjalan menuju kamar nya.


Saat masuk kedalam kamar Keanu di suguhkan dengan penampilan Dena yang membuatnya meneteskan air liur, Kean melepaskan dasi yang melingkar di leher nya.


"Sudah pulang?" Tanya Dena mengambil tas kerja milik suaminya.


Kean menarik tubuh Dena dan memeluk nya, ia tersenyum penuh arti dan membuat Dena mengernyit heran.


"Ngapain tuh tangan." Ucap Dena, saat merasakan tangan suaminya tidak lagi diam.


"Jalan-jalan." Jawab Kean nyeleneh.


"Gak usah macem-macem, ingat anak nya udah ngerti udah aktif banyak nanya." Ujar Dena.


"Gak macem-macem, orang cuma satu macam saja." Balas Kean mengedip-ngedipkan matanya.


Saat Keanu ingin mel*mat b*b*r Dena ia di kagetlah oleh putranya, yang tiba-tiba memanggil mommy nya.


"Mommy." Panggil El, dengan terpaksa Kean melepaskan pelukannya dan tersenyum kaku kepada El yang berdiri menatap kedua orangtuanya yang sedang berhadapan.


"Hai boy." Ucap Kean salah tingkah.


"Hmmmmm, mommy mpup." Ucap El, Keanu tertawa gemas kepada putra kesayangan nya itu.


"Kemari sama Daddy." Ucap Keanu.


"Tidak, mommy." Panggil nya, Dena tersenyum lembut kepada El.


"Come on baby." Ucap Dena menuntun El, Kean menghela nafasnya dan Dena tertawa sambil berjalan ke kamar mandi.


"Gak usah ngetawain bee, awas aja kamu." Teriak Keanu.


"Yang sabar ya pak, anak nya makin aktif." Ucap Dena terkekeh.


Setelah selesai menemani El pup Dena memakai kan celana kepada putranya, El berjalan mendekati box bayi dan berdiri disana dengan mendorong-dorong pinggiran box bayi yang ada di depan nya.


"Ngapain itu?" Tanya Keanu.


"Huh?" Sahut El bingung.


"Jangan main kaya gitu nanti kejedot kamu." Ucap Kean, namun El masih saja ngeyel.


"El nanti kejedot." Ucap Keanu lagi.


Tidak mempedulikan ucapan Daddy nya, El masih setia berdiri disana dengan terus melakukan hal yang sama.


Sampai tiba-tiba tangan nya terpeleset dan dagu nya terbentur pinggiran box bayi, Rafael menangis menatap Keanu yang sedang berbaring di tempat tidur.


"Nah kan, Daddy bilang apa jangan mainan itu ngeyel." Ucap Kean tertawa kecil.


Ia tidak kesal ataupun marah setidaknya jika sudah memberi tahu tapi tidak di dengar biarkan dulu, karena biasanya anak kecil tidak akan menurut jika belum mengalami insiden yang di khawatirkan oleh orang tuanya.


Atau bisa dibilang rasa penasaran nya yang terlalu besar, kalau sudah kena batunya juga nanti akan berhenti asal tidak terluka parah biarkan dulu. Begitulah pemikiran Kean.


"Sini." Panggil Keanu.


"Huaaaaaaaa mommy." Teriak El, Kean bangun dan berjalan mendekati putranya.


"Ninih huaaaaaa." Tangis nya menunjukkan dagu yang terbentur.


"Sayang sudah jagoan jangan nangis, Daddy kan sudah bilang jangan mainan itu boy." Ucap Kean mengelus kepala El.


"Huum." Balas El, melingkarkan tangan nya di bahu Keanu. dan melwrakan kepalanya disana, El terlihat sedang manja kepada Daddy nya.


"Hiks...hiks..." Isak nya.


"Sudah cup...cuppp." Ucap Kean mengajak El keluar kamar, dan mencari Dena di dapur.


"Kenapa tuh anak nya nangis?" Tanya Dena, saat Kean sampai di dapur.


"Kejedot." Jawab Kean tertawa.


"Si Kean solimi, anak nangis diketawain." Ucap Nathan.


Kean tidak mempedulikan perkataan Nathan, ia terus menenangkan El dengan mengusap punggung putranya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Rafael yang ngeyel



Daddy yang selalu ngetawain anak nya, kalo lagi nangis ๐Ÿ˜‚



***Happy reading ๐Ÿ˜Š๐Ÿค— jangan lupa like komen dan vote nya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


N**: Mon maap bapak nya pengen gue karungin๐Ÿ˜‚


A: Gue Sleding juga Lo ye๐Ÿคช


N: Lah ngapa ๐Ÿคฃ


A: Kaga bisa lah, kalaupun bisa udah keduluan sama gue ๐Ÿ˜‚


N: Eits bagi dua ๐Ÿ˜‚


A: Owwww tidak semudah itu Ferguso ๐Ÿคช


N: Gue culik ๐Ÿ˜œ


A: Sebelum Lo culik udah gue umpetin duluan๐Ÿ˜‚


N: Solimi๐Ÿ˜’


A: ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ*