Love Destiny

Love Destiny
KILAS BALIK



Suasana ruang rapat semakin ricuh pada saat Arnold membuka mulut. Semua orang sibuk beropini dan meminta penjelasan mengenai semua hal yang telah mereka lihat dan mereka dengar malam ini, terutama pada Scot Lincoln dan anaknya, Casandra.


Seseorang yang sama sekali tak memiliki darah Lincoln tapi bisa masuk kedalam keluarga besar tersebut karena kebaikan hati Elisabeth yang mengangkatnya sebagai cucu angkat.


Casandra duduk lunglai di lantai sambil memutar bola matanya kekanan dan kekiri dengan cepat. Dia masih binggung dengan semua hal yang terjadi dihadapannya saat ini.


“ Bagaimana ini bisa terjadi…”, guman Casandra binggung.


Melihat Arnold masih berdiri bersendekap sambil menatapnya tajam, Casandra mencoba keberuntunganya untuk terakhir kali.


Diapun mulai menatap Arnold sambil berderai air mata, dengan wajah dibuat sesedih mungkin. Casandra sangat berharap, sahabat masa kecilnya itu bisa kembali luluh dan membelanya, seperti yang selama ini sering dilakukannya ketika mendapatinya seperti itu.


“ Arnold…semua yang dituduhkan kepadaku itu tidak benar. Aku dijebak….seharusnya yang ada divideo itu adalah istrimu, bukan aku !!!...Itu…itu jelas palsu !!!.... Kamu ingat kan, jika pada malam itu, aku sedang bersamamu…jadi, bagaimana mungkin aku bisa bersama dengan Enrico…”, ucap Casandra putus asa dengan wajah sangat sedih sambil bersimpuh dihadapan Arnold.


Dia berencana akan terus bersimpuh dihadapan Arnold hingga laki - laki itu memaafkannya. Bagaimanapun sedmua hal yang terjadi akibat kelalaiannya yang menganggap bahwa rencananya sangat sempurna sehingga tidak waspada adanya serangan balik terhadapnya.


“ Kamu pikir kami akan terjebak dengan permainan murahan seperti itu…”, ucap Crystal sinis.


Mendengar ucapan rivalnya, Casandrapun langsung mendongakkan wajahnya dan menatap nyalang Crystal yang tersenyum meremehkannya.


“ Asal kamu tahu, aku dan suamiku telah mengganti minuman yang telah kamu dan Enrico beri obat, tanpa kalian sadari. Benar – benar bodoh !!!…”, ucap Crystal dengan senyum mengejek.


“ Tidak !!!...itu tidak mungkin !!! Kamu bohong !!!...kamulah yang menjebakku !!!...Dasar wanita j****g !!!...”, Casandra menggeleng – nggelengkan kepalanya berulang kali sambil berteriak histeris.


FLASH BACK ON


Arnold yang baru saja selesai meeting segera menginstruksikan kepada anak buahnya yang berada dibawah Casandra untuk menjalankan apa yang telah diperintahkan gadis itu.


Dia hanya merubah sedikit dari apa yang diinstruksikan Casandra dan memerintahkan anak buahnya untuk terus mengawasi pergerakan Enrico dan mengutamakan keselamatan sang istri.


Selanjutnya, Arnoldpun menyusun rencana pendukung untuk mengantisipasi rencana yang telah dibuat oleh Casandra.


“ Aku sangat yakin, permainan mereka tidak sesederhana itu…”, batin Arnold sambil menjentikkan telunjuknya diatas dagunya berulang kali sambil berpikir.


Lamunannya buyar begitu Crystal menghubunginya. Arnold  langsung bergerak begitu  istrinya memberitahu jika dia dan rekan se timnya akan berlibur ke sebuah vila di kota hujan yang telah disediakan oleh Enrico, sekalian meninjau proyek yang berada disana.


" Emily, beli dua baju dengan warna merah dengan model yang sama dan kirim satu ke istri saya sekarang !!!...", perintah Arnold lewat sambungan telepon.


Meski Emily sedikit penasaran kenapa majikannya memberi perintah seperti itu, namun melihat aura dingin yang menyelimuti tubuh Arnold membuat dirinya memutuskan untuk tidak bertanya dan langsung menjalankan perintah sang bos.


Pada awalnya Crystal sedikit terkejut saat mendapatkan sebuah gaun berwarna merah dari sang suami waktu dirinya menunggu rekan setimnya, Dodit dan Rizal datang sebelum bertolak ke kota hujan.


Namun, setelah mendapatkan penjelasan dari suaminya, Crystalpun baru paham dan akan berakting sebaik mungkin dalam drama yang sudah disusun oleh suaminya tersebut.


Arnolpun segera mengabari Vreyan dan Emily jika hari ini juga dia akan berangkat ke kota hujan, untuk menangani sedikit masalah yang ada disana.


Casandra yang mendengar percakapan yang terjadi antara Vreyan dan Arnoldpun mulai tersenyum licik. Dia sepertinya mendapatkan ide yang brilian untuk bisa merebut kembali hati sahabat masa kecilnya itu.


Dengan mempergunakan penyakitnya, Casandra merenggek ke Vreyan untuk diantar ke kota hujan. Vreyan yang awalnya sempat menolak karena melihat kondisi kesehatan gadis itu yang tidak terlalu bagus, pada akhirnya menyetujui waktu gadis itu mengatakan jika perjalanannya kali ini juga sebagai proses penyembuhan dari penyakitnya.


Untuk menyakinkan diri dan tidak disalahkan seandainya terjadi sesuatu yang buruk pada Casandra, Vreyanpun mencoba menghubungi dokter yang merawat Casandra.


Melihat Vreyan ingin menghubungi dokternya, Casandrapun dengan cepat segera mengkondisikan dokter Shein agar Vreyan tidak curiga dengannya.


Tanpa tahu apa – apa, Vreyan yang mendengar dokter Shein memperbolehkan Casandra pergi segera menyiapkan semua keperluan yang akan mereka bawa ke kota hujan tersebut.


“ Aku tak menyangka umpan akan dimakan secepat itu…”, guman Arnold sinis.


Sepanjang perjalanan dia terus saja berkomunikasi dengan sang istri. Menyusun rencana untuk membalikkan keadaan.


Casandra yang sudah mengetahui jika Arnold akan menginap di salah satu satu hotel yang dekat dengan vila tempat Crystal berada, pura – pura tak sengaja berpapasan dengannya.


Casandra terlihat sangat gembira begitu Arnold setuju untuk makan malam bersama dengannya nanti, bahkan sahabatnya itu mengiriminya sebuah gaun berwarna merah untuk dia pakai nanti malam.


“ Aku tahu jika diriku masih ada dihatimu…”, ucap Casandra bahagia.


Diapun segera mencoba baju yang diberikan Arnold kepadanya sambil memutar badannya beberapa kali di depan cermin dengan gembira tanpa dia sadari jika dirinya sudah masuk kedalam perangkap yang telah disiapkan oleh Arnold.


Makan malam hari itu berjalan dengan lancar. Arnoldpun berpura – pura sakit begitu dia meminum anggur merah setelah selesai makan.


“ Akhirnya…malam ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya…”, batin Casandra senang.


Diapun segera menyuruh anak buahnya untuk memapah Arnold menuju kamarnya. Setelah tiba didalam kamar Arnold, tiba – tiba Casandra merasakan kepalanya sangat pusing dan langsung tak sadarkan diri.


Melihat Casandra sudah pingsan, Arnoldpun langsung menyuruh anak buahnya untuk membawa gadis itu ke viladimana Crystal berada yang posisinya tak jauh dari hotel yang mereka tempati saat ini.


Sementara itu, di halaman vila, anak buah Arnold langsung mengganti minuman yang telah Enrico beri obat yang akan dia berikan Crystal tanpa lelaki itu sadari.


Sama seperti Arnold, malam itu Crystal juga memainkan perannya dengan sangat apik. Crystal yang dibawah masuk kedalam kamar oleh Erani, langsung menjalankan aksinya begitu temannya itu keluar.


Anak buah Arnold yang sudah menunggu didalam kamar mandi, segera membopong Casandra masuk kedalam kamar untuk mengantikan Crystal.


Enrico yang sedikit mabuk dan mendapat pengaruh dari obat perangsang, waktu melihat gadis yang diidamkannya sedang terbaring di atas ranjangpun langsung beraksi.


Untung saja, Crystal dan Casandra memiliki postur tubuh  dan warna kulit yang hampir sama,  dengan hanya mengandalkan lampu tidur yang tidak begitu terang, sekilas mereka berdua tampak sama.


Enrico yang dalam kondisi tidak seratus persen sadar tidak mengetahui jika gadis yang dia jamah adalah Casandra, bukan Crytsal karena warna dan model baju yang mereka kenakan malam itu sama persis.


Crystal dan anak buah Arnold terus merekam kejadian tersebut lewat kamera yang telah disiapkan oleh anak buah Casandra untuk menjebaknya.


“ Senjata makan tuan…”, batin Crystal puas melihat adegan yang ada dihadapannya.


Beberapa kali anak buah Arnold yang berjumlah tiga orang tersebut melirik aneh kearah Crystal, bagaimana istri bosnya itu sama sekali tak terpengaruh melihat adegan hot didepannya dengan suara – suara iblis yang menyertainya.


Malah terlihat asyik dengan ponsel  Enrico yang berusaha untuk diretasnya dengan bantuan Lea, sahabatnya. Sedangkan ketiga anak buah Arnold sudah bergantian kekamar mandi untuk menuntaskan gejolak dalam dirinya setelah melihat langsung adegan panas tersebut.


FLASH BACK OFF


Casandra sudah tidak bisa berkata apa – apa lagi begitu Arnold membeberkan semua bukti tentang pengkhianatan yang telah gadis itu dan kedua orang tuanya lakukan terhadap keluarga Lincoln.


Dia hanya bisa terduduk lemas dan menyesali nasib buruk yang sebentar lagi akan menimpah dirinya beserta keluarganya atas tindakan yang telah mereka perbuat.


Semua orang yang melihat bukti – bukti yang diberikan oleh Arnold hanya bisa terdiam saling pandang antara yang satu dengan yang lainnya.


“ Tentu kalian tahu kan apa konsekuensi yang harus ditanggung oleh pengkhianat seperti ini !!!...”, ucap Arnold dingin.


Seketika suhu dalam ruangan menurun secara drastis begitu Arnold selesai berbicara. Tentu saja mereka sangat tahu dan paham apa konsekuensi yang akan mereka terima jika berani mengkhianati keluarga sendiri.


Scot yang melihat ending buruk dari semua ini segera mengeluarkan bom asap yang telah dia siapkan dalam saku jasnya untuk berjaga - jaga jika dalam rapat tersebut ada hal buruk terjadi.


Dengan sekuat tenanga dan wajah panik, Scot langsung melemparkan tiga bom asap yang dibawahnya ke depan dan samping kiri serta kanan.


Untungnya Arnold sudah memprediksi semua hal yang mungkin akan terjadi, hasil dari pantauan yang mereka lakukan setelah berhasil menemukan keberadaan Mr. X yang ternyata adalah Scot Lincoln, kakak angkat Arnold, papa Casandra.


Semua orang terlihat terbatuk dan mengerjapkan matanya berkai – kali sambil berjalan keluar menghindari bom asap yang lumayan pedih dan menyesakkan dada tersebut.


Sementara itu Scot yang hendak melarikan diri langsung dibekuk oleh pasukan bayangan milik Arnold yang sudah ready sejak tadi.


Sekarang ketiganya hanya bisa pasrah menunggu hukuman apa yang akan keluarga Lincoln berikan kepada mereka setelah pengkhianatan yang mereka lakukan.