
Satu Minggu berlalu kini Rafael memutuskan untuk mengajak Felly berlibur bersama, tadinya Felly menolak karena itu akan membuat orang lain merasa curiga.
Namun dengan segera Rafael meyakinkan Felly jika tidak akan ada yang tahu mengenai hal ini, akhirnya Felly pun menyetujui permintaan Rafael.
Keduanya memutuskan untuk pergi ke sebuah pulau yang begitu indah, dan tak ada penduduk yang tinggal disana. Ya itu adalah pulau pribadi milik keluarga Richard.
Apakah mereka pergi hanya berdua? Tentu saja tidak, Dena dan Keanu tak seberani itu membiarkan Rafael pergi berdua dengan Felly, apalagi untuk liburan.
Dena dan Keanu ikut berlibur begitupun dengan Ayaza, anggap saja ini adalah liburan keluarga. Beruntung Kai memiliki acara dengan keluarga Karen, begitupun dengan Nathan yang akan mengunjungi keluarga Niken bersama dengan putrinya.
"Kak Felly kakak duduk bersama Ayaza ya." Pinta gadis manis itu.
"Boleh, kemarilah." Ucap Felly, melambaikan tangan nya kepada Ayaza.
"Loh kamu ngapain duduk disini?" Tanya El, lelaki itu baru saja keluar dari toilet. Kini mereka sedang berada dalam jet pribadi untuk pergi ke pulau milik keluarga Richard.
"Memangnya kenapa, suka-suka Aya dong kakak duduk di depan saja." Ucap gadis itu.
"Gak bisa gitu lah, Felly itu punya kakak itu artinya kakak yang harus duduk bersama Felly." Ucap El tak terima.
"Tapi kak Felly itu kakak nya Aya, yang artinya Ayaza juga berhak untuk duduk bersama kak Felly." Ucap Ayaza, Dena dan Keanu menghela nafasnya saat melihat kedua anak nya berdebat.
"Gak, Aya pindah sekarang." Ucap El, namun dengan cepat Ayaza memeluk tubuh Felly.
"Gak mau." Tolak Ayaza, Felly tertawa kenapa ia menjadi bahan rebutan seperti ini.
"Ayaza kakak bilang pindah." Ucap El lagi, lelaki itu menarik tangan sang adik hingga membuat Ayaza dan Felly terseret bangun.
"Ayok kak kita pindah, biarin saja kak El duduk disini." Ucap Ayaza, terus saja memeluk Felly.
"Felly nya jangan dibawa." Ucap El, om my El ingin sekali protes. Kenapa dulu Daddy nya bisa sampai kebablasan sehingga menyebabkan Ayaza hadir di antara keluarga nya.
"Kan kakak nyuruh Aya pindah, yasudah Aya ajak kak Felly juga orang dia kakak nya Aya kok." Ucap Felly, El mendengus menatap sang adik.
"Masuk lagi saja Ayaza ke perut mommy, biar gak bisa ganggu kakak." Dengus nya, hingga membuat tawa Keanu, Dena dan Felly pecah.
"Mana bisa si, lagian kakak sudah tua ngalah apa kak sama adik sendiri." Ucap Ayaza.
"Geloood aja terus, sampai mommy lempar kalian berdua keluar." Ucap Dena, yang mulai jengah.
"Yuk kakak mau gak Aya lempar, biar nanti Aya ganti status jadi anak tunggal." Ucap gadis cantik itu.
"Gak ya, heran kakak kenapa bisa bibit Daddy yang satu ini zonk." Sengit El, kini lelaki itu tengah duduk menatap kesal sang adik yang duduk bersama Felly.
"Waaahhh, dad kakak bilang bibit nya Daddy zonk." Ucap Ayaza, Keanu menatap Rafael dengan datar.
"Gak gitu konsep nya jamileh, kakak kan bibit unggul nah kalau kamu gak seunggul kakak." Ucap El, ia sudah lelah menanggapi adiknya yang selalu menjadi provokator.
"Kalian itu lucu sekali." Kekeh Felly.
"Aya emang lucu kak, banyak kok yang bilang Aya lucu." Ucap nya bangga, Dena menepuk dahinya sendiri.
Sejak kapan putrinya jadi solimi dan lebih percaya diri, Dena yakin sikap Ayaza yang ini adalah titisan dari Daddy nya yang selalu mengatakan bahwa Daddy Keanu adalah seorang world wide handsome.
"Iya lah Daddy nya saja mas ganteng." Ucap Keanu, Felly tertawa kecil ia senang melihat Kean yang juga terlihat lucu.
"Anak gue doang yang gak bangga punya bapak World Wide Handsome." Ucap Kean, Dena tertawa.
"Tenang sayang aku bangga kok sama kamu, karena kalau suami aku bukan kamu gak jamin si bakal punya anak yang solimi tingkat dewa." Ucap Dena, perjalan yang jauh pun tak terasa jauh karena kebersamaan dan kelucuan mereka.
Kini akhirnya mereka sudah tiba di pulau pribadi milik keluarga Richard, Dena dan Keanu jalan berdampingan tak lupa Keanu yang merangkul pinggang sang istri.
Hal itu membuat Felly dan Ayaza terkagum-kagum dengan keduanya, bisa-bisanya Keanu dan Dena yang sudah memiliki dua anak bahkan kedua anak nya pun sudah besar masih terlihat seperti orang pacaran.
"Mom, tolonglah hargai Aya yang jomblo." Teriak gadis itu, membuat Dena dan Keanu menoleh dan tertawa.
"Anak gadis mommy dan Daddy masih gadis kecil, nanti saja jika sudah sebesar kakak baru boleh ajak calon." Balas Dena.
"Potek dah hati Adek mom, bisa-bisa nya ngomong kaya gitu." Ucap Ayaza, Felly tertawa kini Rafael pun menggandeng tangan Felly membuat Ayaza tertegun.
"Dad aku siapa, dan aku dimana huaaaaaaaa." Adu nya lagi, Keanu merentangkan kedua tangannya dan Ayaza berlari memeluk sang Daddy.
"Kamu putri kesayangannya Daddy dan mommy." Ucap Keanu, mengecup kening Ayaza.
Dena tersenyum ia senang melihat Ayaza yang selalu nempel dengan Daddy nya, benar kata orang cinta pertama anak perempuan itu adalah Daddy nya.
Maka dari itu Keanu selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk Ayaza, agar putrinya tak merasakan patah hati dalam cinta pertama kepada sang Daddy.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Huaaaaaaa bapeureuuu sekali epribadeh 😂*
A: Meleleh hati gue Uun liat kebahagiaan mereka 😂
N: Keluarga Dena adalah gue dan anak-anak gue dimasa depan 🤗
A: Gue juga Uun, itu adalah gambaran gue, suami dan anak-anak gue nanti 🤗
N: Kita akur dulu Thor untuk mimpi-mimpi 😂
A: Ngokhey 😂
N: 😂😂😂