
Saat tiba di kediaman Artadinata Dena tercengang bukan main melihat gerbang utama rumah nya terbuka lebar, dan saat keluar dari mobil hatinya semakin tidak karuan saat melihat bendera kuning yang terpampang nyata di depan matanya.
Seakan tak mendapat jawaban dari apa yang dilihatnya Dena berjalan menuju pintu utama yang terbuka lebar, nampak lah para kakak yang menatap nya dengan tatapan sedih juga wajah sembab nya.
Dea yang sadar bahwa itu adalah adik bungsu nya berlari dan langsung menubruk tubuh Dena yang mematung di ambang pintu, Dena yang dipeluk hanya terdiam tanpa bergerak sedikitpun.
"Si_siapa?" Tanya Dena mencoba menguatkan dirinya.
"Maafin kakak." Lirih Dea, yang menangis tersedu-sedu dengan memeluk Dena.
"Apakah ayah dan bunda?" Tanya Dena saat melihat dua orang yang tertutup kain, Dea diam ia bingung harus apa.
"Hiks... maaf." Lirih Dea.
"Jawab aku." Teriak Dena dengan emosi dan hati yang sakit, teriakan Dena bahkan membuat Justin berjalan mendekat karena Dena mendorong tubuh Dea.
"Dena apa yang kamu lakukan girls?" Tanya Justin yang masih bersikap lembut kepada adik bungsu nya.
"Siapa hiks... aku bertanya siapa." Teriak Dena bertepatan dengan Carl yang baru saja tiba.
Mae mengambil Rafael dari gendongan Keanu, ia tahu Kean ingin menenangkan Dena dan dengan cepat Mae mengajak Rafael kepada suster milik Alexi dan anes.
"Sayang tenanglah." Ucap Kean merangkul pundak Dena.
Dena menepis tangan Keanu yang berada di pundak nya, ia berjalan masuk dan langkah nya terhenti saat mendengar suara berat Dio Abang nya.
"Itu opa Dena, opa Gerry dan opa Dinata (Artadinata)." Ucap Dio membuat Dena mematung dengan tubuh gemetar nya.
Dio berjalan menarik tangan Dena kencang dan mendekap tubuh adik kesayangannya nya, pertama kali nya Dio memeluk Dena dengan meneteskan air matanya.
"Maafkan Abang de maaf, selama ini kamu selalu percaya jika Abang bisa menjaga ayah dan bunda." Lirih Dio membuat Dena menangis dalam dekapan Abang nya.
"Dimana ayah dan bunda." Tanya Dena pelan, Dio hanya diam.
"Dimana ayah dan bunda Dena." Teriak nya penuh emosi.
"Ayah bund dan opa mengalami kecelakaan, dan itu menyebabkan opa tiada. Sementara ayah dan bunda masih koma di rumah sakit." Ucap Dio, bagai tersambar petir disiang bolong.
Dena harus mendapatkan kabar yang begitu menyakitkan hatinya, Dena mendorong tubuh Dio sekuat tenaga hingga membuat Dio terhuyung ke belakang.
Dena berlari memeluk opa Dinata yang terbujur kaku, Dena membuka kain yang menutupi wajah opa nya.
"Opaaaaaa, hiks... bangun opa jangan tinggalin Dena." Teriak nya histeris, bagaimana tidak selama ini Dena lebih dekat dengan opa dari ayah nya.
Bahkan saat ia menjauhi Carl hanya opa Dinata yang mengetahui kesedihan dan kesaktian nya, bahkan opa juga yang selalu menjaga Dena selama Dena tinggal diluar.
Sementara Arisha gadis itu memeluk tubuh kaku opa Gerry, karena tuan Gerry lah yang selalu memanjakan dirinya.
"Opa janji bukan jika opa akan selalu bersama dengan Dena, opa juga janji jika Dena sudah memiliki anak opa akan ikut bersama Dena." Ujar nya, Keanu tidak teda melihat Dena yang menangis tersedu-sedu.
"Opa bangun plis, demi Dena opa harus bangun opa jangan tinggalin Dena hiks." Lirih nya, kini Dena memeluk tubuh sang opa dan mengelus wajah opa nya yang masih terlihat tampan dan gagah Dimata Dena.
"Sayang." Panggil nyonya Danti (mama dari ayah Rio).
"Oma kenapa harus sekarang Oma." Lirih Dena memeluk sang Oma.
"Maaf, maafkan Oma yang tidak bisa menjaga opa kamu nak." Lirih Oma.
Dari belakang Kean mengingat kembali pesan dari tuan Dinata kepada Daddy Richard, opa Dena itu mengatakan jika Dena cucuk kesayangan nya.
Dan dia juga berpesan kepada tuan Richard agar menjaga Dena, tidak hanya itu tuan Dinata berpesan agar Keanu bisa menjaga dan membahagiakan Dena seperti dirinya yang selalu memberikan kebahagiaan untuk Dena.
"De." Panggil Dea, bagaimanapun Dea tidak bisa melihat Dena seperti ini.
"Sayang ini sudah takdir kamu harus ikhlas." Lirih Dea ikut memeluk Dena.
"Opa bangun, kenapa kalian tega tinggalin Dena. Opa bangun." Teriak nya histeris, Dena juga memeluk tubuh opa Gerry.
"Opaaa bangun, Dena gak mau opa pergi. Opa" Pekik Dena dengan suara yang melemah, hingga akhirnya Dena tidak sadarkan diri.
"Dena sayang bangun, Dena." Ucap Dea menepuk pipi Dena.
"Sayang bangun, de bangun." Ucap nyonya Danti.
Keanu berjalan mendekati Dena dan melihat wajah sembab dan pucat Dena, hatinya merasa begitu sakit melihat kesedihan di wajah Dena.
Dengan cepat Keanu mengangkat tubuh Dena dan membawanya ke kamar, di kamar Keanu merebahkan tubuh Dena dengan hati-hati.
"Sayang bangun." Ucap Kean frustasi, kini Keanu menempelkan keningnya dengan kening Dena.
"Bee, jangan seperti ini." Lirih Keanu.
Sementara di lantai dasar kini tuan Gerry dan tuan Dinata akan di makamkan, dengan berat hati Dio melarang Kean untuk membangunkan Dena.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Othor jahat, pagi-pagi gue dikasi bawang 😭
A: Biar semangat Uun 😌
N: Semangat pale Lo, gue galau ini Thor liat Dena sedih 😭
A: Sabar ya Uun Mon bersabar 🤗
N: Hiks sedih gue 😭
A: 🤗🤗🤗*