Love Destiny

Love Destiny
Epson 247



Keesokan harinya Karen membawa Rafael ke rumah sakit untuk menjenguk Dena, tidak hanya Karen dan Niken Mae pun ikut menjenguk Dena.


Mereka sangat terkejut saat mendengar kejadian yang menimpa Dena, tidak bisa dibayangkan jika Oma tahu cucuk mantu kesayangan babak belur.


"Mommy." Pekik Rafael terkejut melihat wajah Dena yang sedikit memar.


"Sayang." Sahut Dena lebih ceria, mungkin Dena sudah merasa puas dengan apa yang ia lakukan.


Selain membuat intan koma Dena juga membuat papi intan koma karena serangan jantung, entahlah meskipun bagi Dena itu belum setimpal namun Dena merasa cukup lebih baik.


"Mommy kenapa? Apa mommy sedang belajar make-up?" Tanya Rafael nyeleneh.


"Heh, bisa-bisa nya liat wajah memar mommy kamu dibilang belajar make-up." Ucap Keanu.


"Eit, ada Daddy bro." Ucap Rafael membuat keadaan menjadi hangat.


"Kok ngeselin anak siapa ini." Ucap Keanu.


"Anak Daddy pastinya, soalnya kalau mommy gak ngeselin." Kekeh Dena.


"Ish, anak Daddy dan mommy sudah no debat." Kesal El, membuat Karen Niken dan Mae tertawa.


Kini Rafael kembali menatap Dena dengan sendu, mommy cantik kesayangan nya menjadi memiliki warna keunguan.


"Kenapa apa Daddy jahat kepada mommy?" Tanya El, membuat Dena tersenyum dan mengecup pipi gembul Rafael.


"Mommy tidak apa-apa, Daddy kamu baik bahkan sangat baik." Jawab Dena.


"Tapi wajah mommy jadi rainbow." Ujar nya, lagi-lagi mengundang tawa.


"Cuma memar dikit keunguan dikit saja dikata rainbow." Sindir Keanu.


"Daddy bisa diam tidak, apa Daddy tidak bisa menjaga mommy El." Ujar nya memeluk Dena.


"Daddy selalu menjaga mommy." Ucap Keanu merasa kesal, Kean kesal karena kemarin Dena sedikit keras kepala. Namun Keanu tidak bisa marah, ia tahu Dena merasa marah dan sakit hati maka dari itu Keanu membiarkan Dena pergi sendiri.


"Mommy bersama El saja, Daddy tidak bisa jaga mommy." Ujar nya, Keanu tersenyum karena merasa gemas.


Karen mengelus pundak Dena membuat Dena menoleh, Dena tahu kakak ipar nya itu merasa khawatir.


"Aku baik-baik saja kak." Ucap Dena.


"Bohong sekali, jika kamu baik-baik saja kamu tidak akan masuk rumah sakit." Kesal Karen, Dena tertawa kecil ia merasa lucu karena emosi yang menguasai dirinya membuat Dena tidak hati-hati.


"Kejadian kemarin sangat lucu dan menyenangkan." Kekeh Dena.


"Solimi nya kumat." Ucap Niken, Dena tertawa.


"Aku ingin melihat ayah dan bunda." Ucap Dena.


"Tidak sebaiknya kamu istirahat dulu de, ada kak Dea dan kak Mei yang menjaga ayah dan bunda." Ucap Mae.


"Kak Mae, aku baru sadar ada kakak disini." Kekeh Dena membuat Mae mengerucutkan bibirnya.


"Haha maaf." Ucap Dena, Mae Karen dan Niken pun keluar dari ruang rawat Dena.


Karen kembali membawa Rafael pergi, kini hanya Dena dan Keanu yang berada di kamar Dena.


"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi sendiri lagi." Ucap Keanu.


"Maksudnya?" Tanya Dena bingung.


"Aku tidak akan membiarkan kamu mengurus hal seperti ini lagi, aku tidak ingin kamu terluka." Ucap Keanu memeluk Dena.


"Daddy kok romantis sii." Goda Dena.


"Jangan solimi dah mom, hobby banget godain suaminya." Dengus Keanu.


"Dihh, daripada aku godain suami orang hayoo." Ucap Dena.


"Ya siap-siap saja mendapat hukuman selama satu Minggu." Ucap Kean membuat Dena bergidik ngeri, ia tidak bisa membayangkan kalau ia akan di hukum selama seminggu.


"Mesum." Pekik Dena membuat Keanu tertawa, kini keduanya tertawa dengan saling berpelukan.


Keanu bersyukur karena luka Dena tidak parah, bahkan Keanu bangga kepada Dena yang sudah membuat jantung nya hampir berhenti saat melihat Dena terluka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Dah ya masalah intan udah kelar 😊


N: Mantap 😂


A: Hilih 😒


N: 😂😂😂*