Love Destiny

Love Destiny
MAKE OVER



Keesokan harinya, Vely bangun dengan badan segar dan wajah lebih cerah dari biasanya. Setelah mengumpulkan nyawanya, gadis itu segera bangun dan beranjak menuju kamar mandi.


Sementara itu, Crystal yang baru saja menerima telepon dari Arnold dibalkon kamarnya segera berjalan masuk kedalam kamar sambil menautkan dua alisnya cukup lama.


“ Aku baru ingat jika nanti sore akan ada pertandingan persahabatan antara kampus bintang dengan  kampus sebelah. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk menunjukkan perubahan Vely kepada semua orang. Dan, nanti aku yakin jika nanti akan ada pertunjukkan bagus disana….”, ucap Crystal tersenyum lebar.


Crystal menunggu Vely sambil menyiapkan beberapa potong dress diatas ranjang. Vely yang baru saja selesai mandi hanya bisa menaikkan satu alisnya sambil menghela nafas panjang melihat beberapa potong dress yang sudah berjajar rapi di tepi ranjang.


“ Apa aku harus mencoba semua ini ?…”, ucap Vely sedikit ragu.


“ Tentu saja !!!....”, ucap Crystal dengan bola mata berbinar.


“ Apakah kamu ingin terlihat seperti seorang istri yang ditinggalkan oleh suaminya didepan semua orang dan menjadi bahan tertawaan…”, Crystal mencoba memprovokasi.


“ Tentu saja tidak!!!…tapi, apakah aku cocok memakai ini semua…”, guman Vely kembali bimbang.


“ Cobalah dulu kak !!! KIta tidak akan tahu hasilnya jika tidak mencoba !!!…apa kakak  meragukan kemampuanku!!!…”, Crystal menepuk bahu Vely dan mencengkeramnya sedikit kuat.


Vely sama sekali tidak ragu dengan pilihan dress yang diberikan oleh adik tingkatnya ini, mengingat jika Crystal selalu tampil sederhana namun terlihat elegan di mata semua orang.


Tapi tidak dengan dirinya, dia tidak terlalu percaya diri untuk mengenakan dress yang berwarna cerah seperti itu. Namun melihat tatapan tajam Crystal, dengan enggan diapun menurutinya.


“ Baiklah…aku akan coba semuanya…”, ucap Vely sedikit merinding melihat tatapan tajam adik tingkatnya itu.


Entah kenapa tubuhnya bergetar waktu Crystal menatapnya seperti itu. Tidak ingin membuat orang yang sudah menyelamatkan nyawanya marah, Vely segera bergegas mencoba satu persatu pakaian yang telah disiapkan oleh Crystal untuknya.


“ Lihat !!!... Kakak itu sangat cantik, hanya kurang percaya diri saja. Jika kakak sedikit mengubah penampilan kakak saat ini, aku jamin dalam hitungan detik kakak bisa mengalahkan pesona Adisty.…”, ucap Crystal bangga


Ternyata pilihan Crystal tidak salah, Vely sangat cocok dengan dress oranye yang sedikit press body seperti ini.Kulit putihnya sangat kontras dengan dress yang dipakainya sekarang, terlihat lebih segar dan energik.


Bukan tampilan polos dengan warna putih, krem, coklat susu, meski ingin terlihat anggun dan elegan, namun gaya tersebut tidak cocok dengan kepribadiannya yang justru menjadikan dirinya terlihat lebih tua dari pada seusianya.


Jika pada Adisty\, penampilan lubang (lugu – lugu b*****t) itu sangat cocok dengan gadis ular bermuka dua itu\, karena bisa membuat semua orang tertipu dengan wajah polosnya.


Tapi Vely, dia mempunyai karakter wajah yang tegas serta terlihat sedikit judes jadi penampilan seperti itu kurang sesuai baginya.


Dia cocok menggunakan dress sederhana dengan warna cerah, bukankah hal tersebut juga bisa membuatnya cantik dan elegan daripada rok dan atasan yang justru membuat auranya terkubur dan lebih terlihat sebagai antagonis yang kejam.


Sebenarnya Crystal pernah sekali melihat Vely memakai dress selutut yang sedikit ketat hingga lekuk tubuhnya terlihat berwarna biru tosca, membuat auranya seketika keluar pada acara diesnatalis yang diadakan jurusannya.


Namun sayang, setelah acara tersebut selesai, Vely tidak pernah berpenampilan seperti itu lagi. Mungkin karena sering bergaul dengan Adisty, jadi sudah dicuci otak oleh gadis itu, seperti dirinya dulu.


“ Kak…kamu terlihat sangat sexy sekarang…”, Crystal menatap penuh pesona.


“ Dasar mesum !!!...”, Vely langsung menutup dadanya yang sedari tadi Crystal lihat.


“ Kenapa kau tutupi, punyaku jelas lebih besar darimu…”, Crystal langsung membusungkan dadanya tak terima dengan ucapan Vely yang menganggap dirinya mesum.


“ Percayalah padaku kak…kamu lebih cocok untuk tampilan ratu yang memikat, elegan dan dominan… ”, ucapnya sambil menyuruh Vely untuk menghadap kearah cermin besar yang ada dihadapannya.


“ Pertama, ubah gaya rambut yang membosankan ini….”, ucap Crystal sambil melepas gelungan rambut Vely dan membiarkan rambut hitam panjang itu tergerai bebas.


“ Rambut kakak itu tipis, jadi jangan dicepol seperti ini, itu akan membuat kakak terlihat lebih tua karena rambut ketarik keatas seluruhnya…”, Crystalpun segera mengambil hairdrayer dan sikat rambut dan mulai mengeksekusi.


Crystal mulai membuat rambut hitam lurus Vely menjadi sedikit bergelombang dibagian bawahnya, sehingga rambutnya terlihat bervolume sekarang.


Tak lupa Crystal juga menyemprotkan haispray agar tatanan rambut yang telah dibuatnya itu bisa bertahan lama, terutama saat berada diluar ruangan.


Ya…Crystal berencana untuk mengajak Vely menonton pertunjukkan basket nanti sore. Dia akan memberikan sedikit kejutan pada Brian agar laki – laki itu tidak terlalu percaya diri.


Karena kedua tim yang bertanding merupakan dua tim terbaik di provinsi ini, dan merupakan musuh bebuyutan sejak dulu.


Maka bisa dipastikan jika penonton yang hadir akan membludak. Belum lagi para fans dari dua kapten tim yang sangat tampan dan popular, Brian dan Nicholas.


“ Tunggu !!!...jika tidak salah ingat, bukankah Nicholas itu dulu sempat nembak kak Vely. Tapi karena kakak tingkatnya itu dulu diperbudak oleh cintanya kepada Brian, maka Nicholas tidak dia acuhkan. Namun sekarang, aku harus membuat kak Vely mulai mempertimbangkannya…”, ucap Crystal menyeringai lebar saat mendapatkan ide cemerlang dikepalanya.


Melihat Vely sedang asyik ngobrol dengan mamanya, Crystalpun segera menghampirinya dan mulai menceritakan rencanya.


“ Bagaimana kamu tahu hal itu…”, ucap Vely terkejut


“ Aku tak sengaja lihat surat cinta yang kakak buang ditong sampah…”, ucap Crystal bohong.


“ Nicholas menulis surat cinta padaku. Saat itu aku lagi bucin – bucinnya pada Brian, jadi perhatiannya aku anggap angin lalu. Mengapa tiba – tiba kamu menanyakan hal ini ?…”, tanya Vely dengan wajah tercengang.


“ Karena, Nicholas akan masuk dalam rencana kita hari ini…”, ucap Crystal mengedipkan satu matanya dengan nakal.


“ Ta…tapi …aku tidak tertarik padanya…”, Vely mendengus lemah.


“ Kakak….bagaimana kakak tahu jika kakak belum mencobanya…”, ucap Crystal membujuk.


“ Cara terbaik untuk bisa move on dari masa lalu adalah menjalin hubungan baru dengan seseorang. Dan aku sangat yakin jika kak Brian melihat kakak dengan Nicholas, dia pasti akan sangat menyesal…”, ucap Crystal kebali memprovokatif.


“ Benarkah itu ???…”, Vely mulai antusias saat mendengar jika Brian akan menyesal telah melepaskannya.


“ Tentu saja !!!...Nicholas tidak kalah tampan dari kak Brian. Satu yang jelas, dia adalah lelaki baik dan berasal dari keluarga baik juga. Cobalah dulu kak….tidak rugi juga…”, ucapku semakin gencar membujuknya.


“ Baiklah…akan aku coba…”, ucap Vely setelah mempertimbangkan semuanya.


“  Tapi jika nanti aku masih belum ada rasa, tidak apa – apa kan kalau aku akhiri ?...”, ucap Vely hati – hati.


“ Tentu saja bisa…setelah kakak coba jalan namun belum juga pas dihati. Kakak bisa mencoba berteman dengan Nicholas. Kurasa dia juga tidak akan keberatan mengenai hal itu…”, ucap Crystal sangat yakin jika pribadi Nicholas yang baik berdasarkan pengalaman dikehidupannya terdahulu.