
Setelah selesai mereka keluar dari kelas nya masing-masing, Devika, Kyra, dan Nathia sedang menunggu Felly di parkiran kampus.
Dari kejauhan Devika sudah bisa melihat gadis cantik yang sedang melambaikan tangan ke arah nya, mereka bertiga tersenyum saat melihat wajah bahagia Felly.
"Kalian sudah disini ternyata." Ucap Felly.
"Hmmmmm, ayok." Ajak Devika merangkul pundak Felly.
"Devika kita balap ya, siapa yang sampai danau duluan." Ucap Kyra.
"Waaaahh, ngeremehin ni anak." Canda Devika membuat Kyra tertawa.
Kini merekapun memasuki mobilnya Devika bersama dengan Felly, dan Kyra bersama dengan Nathia.
"Waaahhh, Kyra kayak nya emang ngajak balap si." Kekeh Felly, Devika tersenyum.
"Emang gitu si Kyra mah, seneng banget kebut-kebutan di jalanan." Balas Devika
Kedua mobil mewah yang dikendarai oleh para gadis itu terus saja saling susul menyusul, sampai tiba-tiba mobil Devika terlihat oleng.
"Loh Devika kenapa tuh kok jadi ugal-ugalan gitu." Ucap Nathia.
"Lah iya, itu anak kenapa mana mobil nya cepet banget lagi." Balas Kyra yang khawatir.
"Kejar ra buruan." Ucap Nathia, mobil Kyra mengejar mobil Devika namun sulit karena mobil Devika begitu cepat.
"Kayak nya sengaja deh nath, coba kita lihat di gerbang danau mereka berhenti gak." Ucap Kyra.
Sementara di mobil Devika gadis itu sudah mulai heran ada apa dengan mobil nya, Felly menatap Devika dengan heran karena wajah Devika terlihat panik.
"Loh vik kenapa?" Tanya Felly.
"Fell kok rem mobil nya blong ya." Ucap Devika, membuat jantung Felly seakan berhenti berdetak.
"Jangan becanda vik, becanda kamu gak lucu." Ucap Felly.
"Felly aku gak becanda lihat nih gak berenti kan." Ucap Devika, Felly mulai panik namun ia tidak menunjukkan rasa paniknya nya.
"Devika tenang kamu jangan panik." Ucap Felly.
"Gimana gak panik fell kita bakal celaka, dan satu lagi aku bawa kamu aku ajak kamu fell." Pekik Devika, mulai meneteskan air matanya.
Felly mulai terbayang-bayang kekhawatiran nyonya Alicia, Felly memejamkan matanya ia tidak kuat jika harus meninggalkan mommy yang begitu menyayangi nya.
Gerbang danau terlewati oleh Devika dan itu membuat Nathia juga Kyra ikut panik, mereka mengejar mobil Devika.
"Ra mobil Devika lanjut Ra, ada apa sama mereka Ra." Lirih Nathia.
"Nath kamu tenang jangan bikin aku ikut panik." Ucap Kyra.
"Kejar buruan." Teriak Nathia.
"Daripada kamu bikin aku panik lebih baik kamu telfon Kenzo atau Rafael." Pekik Kyra, benar sekali Nathia harus menghubungi Kenzo dan El mana posisi mereka sudah jauh dari area kampus.
Nathia pun menelpon Rafael namun tidak mendapatkan jawaban, begitupun dengan Kenzo. Namun Nathia tidak menyerah ia terus menghubungi kedua lelaki itu.
"Devika lepas seat belt kamu." Ucap Felly.
"Untuk apa?" Tanya Devika bingung.
"Devika kita hanya punya satu cara, jika tidak aku yang selamat maka harus kamu." Ucap Felly dengan air mata yang mengalir deras.
"Enggak Felly enggak, kalaupun kita harus celaka itu berdua aku dan kamu fell." Ucap Devika, Felly menggeleng ia ingin ada orang yang menenangkan mommy nya.
"Enggak Devika kamu harus ingat kamu anak kesayangan uncle Devin dan aunty Chika, jangan lupakan Samuel yang sedang berjuang untuk kamu." Ucap Felly.
"Lalu bagaimana dengan kamu Felly, kamu bahkan putri tunggal tuan James dan nyonya Alicia. Mereka sangat menyayangi kamu fell, aku gak mungkin bikin mereka kehilangan kamu." Teriak Devika, Felly merasakan dada nya sesak saat mengingat perhatian dan kasi sayang mom and dad nya.
Namun dengan cepat Felly meyakinkan dirinya bahwa Devika harus selamat, Felly tidak ingin egois Felly bisa bertahan Felly yakin Felly akan baik-baik saja.
Felly melepaskan seat belt Devika dan dirinya, hal itu membuat Devika meraung kenapa Felly malah memikirkan Devika tidak memikirkan dirinya sendiri.
"Enggak Felly jangan kita harus berdua aku mohon, Felly hiks...hiks... Jangan." Teriak Devika, namun lagi-lagi Felly menggelengkan kepalanya, dan malah membuka pintu mobil disamping kemudi.
"Maafin aku Devika, maaf jika setelah ini kamu terluka sungguh aku tidak ingin kamu kenapa-napa." Ucap Felly, ia mengingat pertemuan pertama nya dengan Devika.
"Enggak, huaaaaa Felly jangan. Hiks...hiksss... Felly Devika sayang kamu plis jangan." Teriak Devika histeris, dan berhasil Felly berhasil mendorong tubuh Devika keluar dari mobil.
"Mom maafkan Felly kalau Felly belum menjadi anak yang baik, dan dad terimakasih kau adalah laki-laki yang membuat ku yakin bahwa aku harus memiliki pasangan hidup seperti dirimu." Batin Felly, dan.
Byuuuuurrrrrr... Mobil milik Devika terjun kedalam laut.
Devika yang melihat itu meraung meskipun tubuhnya terluka ia tidak mempedulikan hal itu, Devika menangis seperti orang g*la.
"Felly, kamu jahat Felly." Teriak Devika histeris, beberapa pengguna jalan pun turun dari kendaraan nya. Mereka membantu Devika dan menahan Devika yang ingin melompat menyusul Felly.
"Devika." Teriak Kyra dan Nathia.
"Lepasin Devika lepas, Felly tunggu Devika Felly tunggu." Teriaknya.
"Devika Felly." Lirih Kyra menatap ke arah jurang yang terdapat laut dibawah nya.
"Lepasin Devika Felly gak boleh sendirian, ini semua gara-gara Devika." Teriak nya lagi.
"Nathia." Panggil El dan Kenzo.
"Devika kamu gak apa-apa?" Tanya El dan Kenzo.
"Felly El Felly " Teriak Devika.
"Felly? Dimana Felly?" Tanya El mencoba tenang, meskipun hatinya merasa tidak karuan.
"Felly jatuh kesana." Lirih Devika, membuat El mematung di tempatnya.
Bagai disambar petir disiang bolong Rafael merasa dada nya sesak, ia merasa dunianya terhenti dan semua yang semula berwarna menjadi gelap.
Rafael berjalan pelan dan melihat laut itu dengan air mata yang menetes, Rafael tidak boleh tinggal diam.
Lelaki itu langsung menghubungi orang-orang kepercayaannya untuk mencari Felly, Rafael tidak ingin kehilangan Felly.
Mereka memutuskan untuk membawa Devika ke rumah sakit, karena keadaan Devika yang cukup parah.
Devika gadis itu terus berteriak memanggil nama Felly, wanita itu selalu menolong Devika.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Thor huaaaaaaa, gue kan minta Lo kelelepin Liodra kenapa malah Felly 😭
A: Lah bukan Felly toh? kirain Felly Uun 😧
N: Thor Lo bener-bener ye gue getok juga pala Lo😭
A: Udah terlanjur Uun gimana 😌
N: Terlanjur pale lo pitak ah, balikin Felly gue 😭
A: Uun kok maksa 😭
N: Thor kalo ada yang lempar petasan samping kamar Lo, itu gue ya Lo ingetin itu gue 😭
A: Jangan Uun 😭😭😭
N: Bodo 😭😭😭*