
Sepulang dari kampus Devika berjalam lebih dulu, sampai membuat Kyra dan Nathia bingung dengan tingkah Devika.
"Devika." Panggil keduanya.
"Hmmmmm." Sahut Devika.
"Kamu mau kemana?" Tanya Nathia.
"Aku ada urusan nath, aku duluan ya." Ja Devika.
"Dia kenapa si." Tanya Kyra.
"Gak tau, aneh banget kan. Padahal gak biasanya Devika kaya gitu." Ucap Nathia.
"Kalian Kenapa?" Tanya El, membuat dua sepupunya tersentak kaget.
"Ini anak bener-bener dah, kalo muncul itu permisi dulu apa El." Ucap Kyra membuat El tertawa kecil.
"CK, sorry. Kalian kenapa?" Tanya El lagi.
"Gak apa-apa, cuma kita aneh aja sama Devika. Dia kaya buru-buru gitu." Jawab Kyra, El hanya mengangguk saja.
"Kamu ngapain disini?" Tanya Kyra, saat baru sadar El menghampirinya.
"Gak apa-apa." Jawab El.
"Bohong kan kamu, pasti lagi ngehindar dari Liodra." Ucap Nathia membuat Kyra tertawa.
"Laki mah gitu ya, di kejar malah menjauh." Kekeh nya.
"Karena laki-laki itu lebih suka wanita diam tanpa menunjukkan rasa tertarik nya Ra." Ucap El, Kyra mengangguk ia sudah mengerti sekarang.
"Yaudah ah, kita balik duluan." Ucap Kyra.
"Gak ada yang mau balik bareng saya?" Tanya Kenzo tiba-tiba.
"Gak ada, balik aja sendiri." Ucap Kyra, menarik tangan Nathia.
"Mamp*s." Ledek El, lelaki itu buru-buru pergi sebelum Liodra nongol.
"Bisa-bisa nya si Kyra berubah begitu cepat." Ucap Kenzo tidak habis fikir.
...
Di sebuah rumah terlihat anak gadis tengah menangis, entah apa yang membuatnya bersedih seperti itu.
"Devika kamu kenapa?" Tanya Chika.
"Tidak, aku tidak apa-apa." Jawab nya.
"Katakanlah Devika, kamu kenapa." Ucap Chika lagi.
"Tidak mom aku tidak apa-apa." Ujar nya, Chika menatap wajah sembab putrinya.
"Jika ada sesuatu yang menggangu fikiran mu, katakanlah." Ucap Chika, Devika pun hanya mengangguk.
Penyebab Devika menangis adalah saat di kampus tadi Devika tidak sengaja melihat Liodra memeluk El, meskipun El menolak kasar gadis itu namun namanya Liodra ia berpura-pura menangis agar El merasa bersalah.
El tidak berfikir jika Devika menyukainya, namun El merasa Devika terlihat canggung saat melihat kebersamaan nya dengan Liodra.
"Siapapun pilihan hatimu, maka hatiku harus menerima nya. Aku percaya tuhan itu adil, jika dia tidak membiarkan dirimu bersamaku, maka itu artinya tuhan akan memberi yang terbaik untukku." Ucap Devika, gadis itu positif thinking sekali pemikiran nya.
Setelah selesai bergulat dengan bantal guling di kamar nya, Devika memutuskan untuk pergi ke tempat latihan di rumah nya.
"Liodra bo*oh, kau benar-benar solimi." Pekik Devika memukul Samsak.
"Kau fikir aku takut, dalam sekejap aku bisa menyingkirkan mu. Tapi itu bukanlah diriku, jika harus bersaing biarlah seperti ini." Teriak nya lagi, Devika terus saja memukul dan menendang Samsak di hadapan nya.
Tidak hanya itu Devika juga melakukan olahraga yang lainnya, semenjak dekat dengan Ayaza Devika jadi menyukai olahraga beladiri yang di lakukan oleh Ayaza.
Bahkan akhir-akhir ini Devika yang selalu terlihat feminim agak berbeda, karena gadis itu lebih menyukai celana jeans.
Chika sendiri merasa khawatir kepada Devika, ia takut jika putrinya merubah kepribadian. Dan hal itu membuat Devika dan Devin esmosi kepada istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉**
N: Chika loading nya gak ilang-ilang 😭
A: Beda dari yang lain ye kan 🤣
N: Yakali Devika ubah kepribadian sementara yang dia incer anak sultan 😭
A: Chika kurang konek 😭
N: Solimi emang 😭😭😭
A: 🤣🤣🤣*