
Satu Minggu berlalu akhirnya Rafael pun melaksanakan acara wisuda nya, menjadi siswa dan lulusan terbaik menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rafael. Apalagi saat ia melihat tatapan bangga mommy dan Daddy nya, Rafael berjalan memeluk kedua orang yang menjadi peran penting dalam kehidupan nya.
Dena memeluk sang putra dengan menitihkan air matanya, Rafael lelaki tampan itu adalah anak pertama yang tumbuh di rahim nya lalu ia lahirkan dengan penuh perjuangan. Rafael pula lah yang membuat Dena menjadi seorang mommy.
Dena memeluk El penuh sayang, apakah ini artinya ia sudah berhasil membesarkan putra kesayangannya. Meskipun Dena belum berhasil sepenuhnya dalam menjaga, merawat dan mendidik Rafael. Dena akan merasa puas dan berhasil saat melihat putranya sudah menikah nanti.
"Terimakasih boy, kamu selalu menjadi kebanggaan mom dan dad." Ucap Keanu, El mengangguk dan tersenyum.
"Mom kenapa kok nangis?" Tanya Ayaza, gadis itu juga merasa bangga kepada kakak nya. Bahkan Aya ingin menjadi seperti Rafael yang selalu membanggakan orang tua nya.
"CK, mom gak bisa nahan lagi mom bangga banget sama kamu kak. Tetap jadi kebanggaan mom dan Daddy oke, kamu jagoan mommy untuk selamanya." Ucap Dena kembali memeluk Rafael, dan El hanya tertawa kecil menerima perlakuan sang mommy.
Dari kejauhan terlihat seorang gadis cantik yang berjalan dengan elegan, siapakah itu? Tentu saja itu adalah orang yang mengenal Rafael dengan baik.
Felly, ya dia baru saja tiba di kampus untuk memberikan selamat kepada para sahabatnya. Felly berharap ia memiliki waktu untuk memberikan selamat kepada Rafael.
"Felly." Pekik Devika, El dan Dena menoleh menatap gadis cantik yang tengah berjalan dengan elegan.
"Selamat untuk kalian, sukses terus ya aku harap kalian bisa mengejar apa yang kalian inginkan." Ucap Felly, Devika, Kyra, dan Nathia pun memeluk Felly dengan sayang.
"Hmmmmmm, kamu kenapa ngomong kaya gitu fell. Kaya mau perpisahan tau gak." Ucap Kyra.
"Perpisahan dong, kalian kan sudah wisuda." Ucap Felly.
"Fell pendidikan kita belum selesai, kita masih harus melanjutkan S2." Ucap Kyra, Felly tertawa kecil.
"Wiihhhh siapa nih bening amat." Ucap Kenzo, membuat Felly dan yang lain menoleh.
"Kakak ih jangan cubit hidung Aya dong." Sengit nya, ya Kenzo yang sedang mengganggu Ayaza.
"CK, maaf-maaf kamu cantik banget si ay bikin gumush." Ucap Kenzo, Ayaza mendengus mendengar perkataan Kenzo.
El yang melihat Felly berjalan kedekat dirinya merasa senang, toh keadaan seperti ini tidak akan membuat para sahabatnya curiga kan.
"Hai, selamat ya boy nya aunty Dena. Semoga selalu menjadi kebanggaan untuk kamu, dan keluarga kamu." Ucap Felly, El mengangguk dan tersenyum manis.
Ingin sekali El memeluk Felly yang terlihat sangat cantik itu, Devika dan Kyra tersenyum melihat Felly dan El.
"Kalau dilihat-lihat mereka cocok kan Ra." Ucap Devika.
"Hmmmmmm, tapi sepertinya akan sulit untuk El mendekati Felly vik." Balas Kyra, Devika mengangguk ia tahu hal itu. Selama ini tidak ada yang bisa menaklukkan hati putri seorang James Wilthon.
"Kita berdoa saja Ra semoga takdir baik berpihak kepada mereka." Ucap Devika, Kyra mengangguk tapi ia ingat perkataan papi nya jika El akan pergi.
"Tapi vik papi bilang El akan pergi cukup lama si buat ngurus perusahaan opa dan Daddy nya, dan dapat dipastikan jika Felly dan El akan jarang sekali bertemu." Ucap Kyra, Devika memeluk Kyra dari samping.
"Kyra percayalah jika mereka jodoh maka mereka akan bersatu." Ucap Devika, Kyra pun mengangguk ia percaya dengan semua itu.
Tidak hanya para sahabatnya yang memberikan selamat kepada El, para sahabat mom dan dad nya pun memberikan selamat atas pencapaian Rafael yang sangat membanggakan.
....
Malam hari nya Felly dan El tengah berada di pinggir pantai, angin pantai begitu sejuk bagi Felly hingga membuat gadis itu memejamkan matanya.
"Kamu." Jawab nya jujur.
"Aku? Kenapa aku?" Tanya El bingung.
"Setelah ini kesibukan akan menjadi kegiatan kamu sehari-hari, bisakah kita terus bertemu?" Tanya Felly, El tertawa kecil mengecup pipi Felly.
"Kita akan selalu bertemu sayang, kau tahu aku tidak akan melupakan setiap hal indah bersama kamu." Ucap Rafael, baiklah Felly percaya jika El sudah benar-benar jatuh cinta kepadanya.
"Semoga saja, jadi kapan kau akan pergi?" Tanya Felly, El menatap Felly lembut.
"Besok." Ucap El, Felly terkejut apakah harus secepat itu?
"What? Besok?" Tanya Felly, El tertawa gemas kepada kekasih nya itu.
"Tentu saja besok memang nya kenapa?" Kekeh El.
"Tidak apa, hanya saja itu terlalu cepat untukku." Balas nya, ya bukan hanya Felly El juga merasakan hal yang sama.
Tapi ini semua ia lakukan agar nanti ia tak mudah untuk dikalahkan oleh orang-orang yang menginginkan Felly, karena El sudah di beritahu oleh Daddy dan opa nya bahwa saingan El bukan dari kalangan biasa.
El memang sudah mendapatkan nilai plus dengan mendapatkan restu dari tuan James dan nyonya Alicia, namun tetap saja Keanu tak ingin anak nya di katai berkuasa karena orang tua.
Keanu ingin El berdiri sendiri, karena ia juga seperti itu tidak memanfaatkan kekuasaan orang tua nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N: Terharu Mumun Thor 😂
A: Lo Mumun apa Uun si sebenarnya 🙄
N: Dua-duanya boleh lah Thor, mana aja yang penting mah nyaman 😂
A: Bisa-bisanya Uun 😌
N: 😂😂😂