Love Destiny

Love Destiny
KAMPUS



Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua puluh menit, Crystal akhirnya tiba dikampus bintang yang terlihat mewah tersebut.


Diapun segera memarkirkan mobil yang dibawanya di parkiran  yang berada diarea perpustakaan. Crystal memilih tempat tersebut karena sangat dekat dengan gedung kemahasiswaan.


Tempat yang akan dia tuju untuk melakukan registrasi ulang agar bisa mengikuti mata kuliah semester selanjutnya. Tempat dimana dirinya akan menimbah ilmu dengan sungguh - sungguh agar masa depannya cerah.


“ Akhirnya….aku bisa menginjakkan kakiku dikampus ini lagi…”, ucap Crystal sambil melangkah keluar dari dalam mobil.


Diapun mulai mengedarkan pandangan kesekililing area yang terlihat masih sama dan tidak berubah dari enam bulan yang lalu, waktu dirinya terakhir kali menginjakkan kaki disini untuk mengajukan cuti.


Bisa menginjakkan kaki di kampus bintang ini lagi tentu saja membuat Crystal sangat bahagia. Sepanjang jalan menuju gedung kemahasiswaan, senyum manisnya sama sekali tidak luntur dari wajahnya.


Orang – orang yang berpapasan dengannya tanpak sedikit terkejut dengan kehadirannya dan mulai bergosip. Bagaimanapun juga Crystal merupakan salah satu most wanted dikampus bintang dimana keberadaannya selalu menjadi sorotan banyak orang.


Termasuk pengajuan cuti kuliah yang diajukan secara mendadak membuat banyak orang bertanya - tanya, " Ada apa gerangan..."


Hingga hal tersebut dipergunakan oleh seseorang dengan licik untuk menyebarkan rumor buruk tentang dirinya, Berusaha untuk menjatuhkan nama baiknya saat gadis itu tidak berada dikampus.


“ Ternyata rumor itu tidak benar….”


“ Dia kembali lagi....."


" dan lihatlah.....sekarang  dia lebih cantik dari sebelumnya…”


“ rumor hanyalah rumor….”


Itulah beberapa kasak – kusuk yang sempat Crystal dengar  waktu berpapasan dengan mahasiswa dan mahasiswi saat dirinya berjalan menuju kearah gedung kemahasiswaan.


Sesampainya di dalam gedung yang dituju, Crystal segera naik kedalam lift menuju lantai empat, dimana ruang ketua jurusannya berada.


Rencananya Crystal akan langsung menemui professor Edward, selaku ketua prodinya untuk membahas mengenai perkuliahan yang telah dilewatinya selama dirinya cuti kemarin.


Selain itu, dia juga akan membahas mengenai mata kuliah apa saja yang akan diambilnya semester ini. Crystal mendiskusikan hal tersebut agar dia bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu dan terencana.


Sesampainya didepan ruangan professor Edward, Crystal urung mengetuk pintu saat ada suara cowok memanggilnya, membuatnya spontan menoleh kebelakang.


“ Crystal….”, panggil Adam dengan keras.


“ Berisik !!!....”, ucap Crystal jutek melihat sahabat Gerald tersebut berlari mendekat kearahnya.


“ Ternyata benar ini kamu….”, ucap Adam tersenyum lebar.


Dia sama sekali tidak memperdulikan tatapan tajam yang diberikan Crystal kepadanya. Karena sangat rindu dengan gadis cantik yang ada dihadapannya itu, Adam langsung memajukan tangannya berusaha untuk mengapai lengan Crystal.


Belum sempat tangan Adam menyentuh lengan Crystal, gadis itu sudah berjalan mundur untuk menghindar sambil tetap menatapnya dengan tajam.


“ Mau apa kamu…aku sibuk…”, ucap Crystal ketus dan langsung mengetuk pintu ruangan professor Edward.


Setelah mendengar suara dari dalam, Crystalpun segera membuka pintu dan masuk kedalam ruangan ketua jurusannya dan mengabaikan Adam yang masih tersenyum lebar, menatapnya hingga punggung Crystal menghilang dibalik pintu.


“ Masih sama…tidak ada yang berubah….”, batin Adam lega.


Awal mendengar rumor yang beredar, Adam sama sekali tidak percaya bahwa gadis yang dikaguminya itu akan melakukan hal yang tidak baik seperti itu.


Namun dia mulai ragu saat Gerald, sahabatnya menceritakan pertemuannya dengan Crystal dirumah tunangan gadis itu.


Meski sempat menolak percaya, namun melihat kesedihan yang terpancar jelas diwajah Gerald membuat Adam kembali memikirkan beberapa rumor tentang Crystal yang sempat didengarnya.


Hatinyapun mulai sedih dan gelisah, tapi dia juga tidak bisa melakukan, mengingat siapa orang yang menjadi tunangan gadis yang sempat mengisi hatinya itu.


Setelah tiga puluh menit berlalu, akhirnya Crystal keluar juga dari ruangan professor Edward dengan senyum mengembang diwajahnya.


Adam yang melihat hal itu hatinya langsung menghangat. Dengan senyum manis yang tercetak jelas diwajahnya, Adam berjalan mendekati Crystal.


“ Sudah beres…”, tanya Adam penuh perhatian.


“ Hmm….”, Crystal mengangguk untuk merespon ucapan Adam.


“ habis ini mau kemana … ”, tanya Adam  masih dengan senyum manis yang tetap setia menghiasi wajahnya.


“ Perpus…”, ucap Crystal acuh dan mulai berjalan meninggalkan Adam yang masih setia mengekorinya dari belakang.


Adam terus saja mengikuti kemana langkah kaki Crystal pergi. Meski dicuekin, namun Adam tidak perduli. Cowok tersebut terus saja mengekori Crystal tak memperdulikan tatapan semua orang  kepadanya.


Saat ini yang ingin dilakukannya hanya melihat gadisnya itu dari dekat, meski tidak bisa berjalan bersama namun hanya dengan melihat punggung Crystal sudah bisa membuat Adam bahagia.


Crystal berjalan dengan santai sambil mengamati lalu lalang para mahasiswa dan mahasiswi dengan tingkah pola dan gaya berpakaian yang tidak biasa.


Kampus bintang memang tidak sama dengan kampus – kampus lainnya. Disebut kampus bintang karena di perguruan tinggi swasta yang dia masuki ini sebagian besar mahasiswa dan mahasiswinya adalah artis ternama didalam negeri.


Bahkan tidak sedikit anak pejabat dan pengusaha besar juga bersekolah disini. Intinya semua orang yang bersekolah ini bukanlah orang sembarang.


Selain memiliki nama, hampir semua yang sekolah disini keluarganya memiliki kekuasaan, entah itu didunia politik, bisnis, hingga militer. Bersekolah dikampus bintang juga dapat menaikkan status sosialnya.


Jadi, tak heran jika kampus ini terkenal dengan biaya semesternya yang sangat mahal. Belum lagi ditambah biaya – biaya tak terduga  lainnya yang nominalnya bisa dibilang fantastis. karena memiliki kualitas yang sangat bagus dalam sitem pengajarannya hingga mampu mencetak sarjana berkualitas internasional.


Karena berstandart internasional, maka tak heran jika lulusan kampus bintang mampu menyaingi mahasiswa yang lulus sekolah diluar negeri. Dan kesempatan mereka untuk berhasil dunia kerja dan bisinis terbilang sangatlah besar.


Karena hal itulah semua orang berlomba – lomba ingin masuk menjadi bagian kampus bintang ini, meskipun sebagian dari mereka harus melalui jalur belakang yang terkenal sangat mahal karena tidak lolos dalam tes seleksi masuk.


Untung saja Crystal memiliki otak yang encer, meski tidak pintar – pinta amat namun dia akhirnya bisa lolos dan membuat orang tuanya bangga karena keberhasilannya.


Sedangkan Adisty yang berasal dari keluarga miskin bisa masuk kedalam kampus ini semua berkat beasiswa full yang didapatkannya karena kecerdasan otaknya.


Namun sayang, kecerdasan otak yang dimilki oleh sahabat Crystal tersebut sering dia gunakan untuk hal buruk yang bisa memberikan keuntungan pada dirinya.


Sebagai seorang minoritas di kampus, Adisty yang berasal dari keluarga miskin tentunya tidak bisa dengan mudah bergaul dan masuk dalam perkumpulan mahasiswa yang ada dikampus bintang.


Maka dari itu, dia berusaha sekuat tenaga untuk bisa dekat dengan Crystal dan keluarganya. Selain agar diakui, dia juga bisa mendapatkan beberapa barang mewah dan bermerk yang bosan dipakai sahabatnya itu dengan cuma – cuma.


Meski Crystal bukan anak kolongmerat, namun kekayaan yang dimiliki keluarganya juga tidak bisa dianggap remeh hingga membuatnya mudah untuk diterima dengan tangan lebar di kampus bintang.


Apalagi wajah cantiknya menjadi idola para mahasiswa dikampus membuatnya menjadi salah satu mahasiswi yang paling ingin dijadikan pacar oleh banyak orang.


Namun semua harapan mereka sia-sia karena Crystal telah memiliki Gerald sebagai kekasihnya sejak mereka duduk dibangku sekolah menengah atas.


Membuat laki- laki yang mengaguminya hanya bisa memandangnya dari kejauhan dan memendam rasa tersebut dalam – dalam dihatinya.


Berkat barang mewah yang didapatkannya secara gratis dari Crystal  itulah  yang membuat Adisty secara perlahan mulai diterima dan  masuk dalam pergaulan kampus bintang.


Setelah lebih dari satu bulan bangkit dari kematian, hari ini Crystal merasa untuk pertamakalinya dia benar – benar hidup.


Sambil melirik langit biru cerah yang ada diatasnya, Crystal mulai memejamkan mata sambil menghirup udara dengan rakusnya.


Udara yang berbau kebebasan dan kemerdekaan dirinya untuk pertama kalinya setelah enam bulan berlalu, keluar dari belenggu yang mengikatnya.


Setelah puas, Crystalpun melangkahkan kakinya menuju perpustakaan, berusaha untuk mengejar ketertinggalannya selama ini.