Love Destiny

Love Destiny
Epson 323



Tiga hari berlalu hari ini seorang gadis sedang duduk di sebuah taman komplek nya, ya memang nya mau kemana lagi ia selain bermain di area terdekat.


Selain tidak suka pergi selain bersantai dengan sang mommy, entahlah gadis itu lebih suka mengikuti mom dan kakak nya.


Di sudut lain ada seorang lelaki yang sedang memperhatikan gadis cantik itu, siapa lagi jika bukan putra sulung dari pasangan Tata Debora dan Tio Alexander.


Melihat gadis cantik yang termenung sendirian Kenzo pun memutuskan untuk menghampiri Ayaza, Aya yang merasa kehadiran orang lain selain dirinya pun menoleh lalu tersenyum tipis kepada Kenzo.


"Kakak ternyata." Ujar gadis cantik itu.


"CK, memang nya siapa yang kau harapkan hmmmmm." Ucap Kenzo.


"Tidak ada, aku tidak mengharapkan siapapun." Kekeh nya, Kenzo mengacak puncak kepala Ayaza.


"Sepertinya kamu lebih suka sendirian za." Ucap Kenzo.


"Lalu aku harus bersama dengan siapa? Mom dan dad sedang sibuk dan kakak juga sedang ada urusan di kantor Daddy." Ucap Ayaza, Kenzo tersenyum tipis.


Lelaki itu berfikir bisa-bisa nya Rafael meninggalkan gadis cantik dan lucu ini, sementara dirinya harus berusaha membuat Ayaza nyaman saat bersama dengan nya.


"Bagaimana jika kita pergi nonton saja." Ucap Kenzo, Ayaza menatap manik mata Kenzo dan tersenyum.


"Film horor." Ucap Ayaza, Kenzo terlihat diam dan sedikit berfikir.


"Yakali film horor za, yang romantis dikit lah." Tawar lelaki itu.


"Ish, jangan yang romantisan kak nanti Aya baper." Canda nya, candaan kecil Ayaza selalu berhasil membuat Kenzo tertawa.


"Kalau nonton horor nanti pas tidur ada yang nemenin gimana tuh." Goda Kenzo.


"Yeee, gak lah kan aya bisa masuk ke kamar mommy." Kekeh nya, Kenzo tertawa lepas melihat kepolosan Ayaza.


Namun dalam hatinya Kenzo sedikit bergidik dengan kepolosan gadis itu, secara semua orang tahu bagaimana keturunan tuan Richard.


Polos dan lucu itu hanya seperti topeng bagi mereka, seperti Rafael terlihat datar dan cuek siapa yang tahu lelaki itu bisa menyingkirkan orang hanya dalam waktu yang singkat.


...


Di tempat lain di sebuah kamar mewah seorang gadis sedang duduk ditemani oleh seorang lelaki, siapa lagi jika bukan Devika yang di temani oleh Samuel.


Devika masih memikirkan Felly yang kata Nathia dan Kyra sudah kembali ke rumah nya, namun kenapa sampai saat ini Felly masih belum menemui nya. Apakah Felly marah karena Devika yang membuat nya celaka, ataukah tuan James yang melarang Felly untuk menemui nya.


"Sayang apa yang sedang kamu fikirkan." Tanya Samuel mengelus kepala Devika lembut.


"Sam kenapa Felly belum menemui aku, apakah Felly marah atau tuan James yang melarang Felly untuk menemui aku." Lirih Devika.


"Hey, kenapa kamu harus memikirkan Felly. Lagian kan kamu sudah tahu jika Felly sudah kembali dan baik-baik saja." Ucap Samuel.


"Gak bisa sam, aku tetep ngerasa bersalah sama Felly. Apalagi kalau mengingat Rafael aku benar-benar merasa bersalah." Lirih nya, sampai suara seseorang membuat keduanya menoleh.


"Kamu gak salah Devika, dan aku ada disini." Ucap Felly, gadis itu sengaja meminta Nathia dan Kyra untuk menemani nya bertemu dengan Devika.


Ya, selain itu Felly juga ingin meyakinkan mom and dad nya kalau ia bisa pergi dengan aman meskipun tanpa bodyguard.


"Felly." Pekik Devika, gadis itu berlari memeluk tubuh mungil Felly.


"Hai, kamu ini kenapa aku baik-baik saja." Kekeh Felly.


"Hiks...hiks... Kenapa kamu pergi sendiri, kenapa gak ngajak aku aja si." Lirih Devika.


"Devika mana mungkin aku ngajak kamu buat celaka." Ujar nya, Nathia dan Kyra sampai dibuat bingung dengan sikap baik Felly.


Kadang mereka berfikir terbuat dari apa hati Felly, kenapa begitu ingin sekali melindungi orang lain. Padahal dirinya sendiri saja harus dilindungi.


"Tapi kamu menghilang, kamu membuat aku merasa bersalah." Ucap Devika, Felly melepaskan pelukan Devika dan tersenyum.


"Aku baik-baik saja, dan akan selalu seperti itu selagi aku memiliki sahabat seperti kalian." Ucap Felly, Kyra dan Nathia yang merasa terharu pun ikut berpelukan.


"Ah bapeureu ah." Kekeh Kyra.


Samuel menatap Felly yang terlihat begitu tulus, entahlah apa yang ada dalam fikiran lelaki itu saat ini. Yang jelas Samuel merasa Rafael sudah benar karena membela Felly saat dirinya tidak peduli dengan orang yang menyelamatkan kekasih nya itu.


Sementara itu di sebuah perusahaan besar terlihat dua orang lelaki yang sedang duduk berhadapan, keduanya sangat terlihat seperti kakak beradik.


Bahkan Keanu sering sekali merasa marah saat orang mengira jika Rafael adalah adik nya, tidak tahukah mereka jika Kean mati-matian bercocok tanam agar mendapatkan hasil yang indah dan memuaskan.


Jika El dikira adiknya itu berarti tuan Richard lah yang menjadi Daddy dari putra nya, seperti saat ini Kean sedang menatap tangan kanan nya dengan tajam.


"Maaf tuan, kalian begitu mirip sampai banyak orang yang mengira jika kalian kakak beradik." Ujar nya menahan tawa.


"Aku lebih muda dari dad ku, mana mungkin kami kakak beradik!" Ucap El yang juga tidak terima.


"Kau dengar, jika aku dan Rafael mirip itu pasti dia putraku darah daging ku." Ujar Keanu, semakin membuat tangan kanan nya itu menahan tawa.


"Iya tuan." Ujar nya.


"Lagipula asal kau tahu aku lebih tampan dari Daddy ku." Tegas El, membuat Kean menoleh.


"Hey, dad lebih tampan dari kamu kak. Lagipula kalau Daddy tidak tampan kau juga tidak tampan." Ucap Keanu.


"Dad ketampanan Daddy itu sudah terbagi dua denganku, jadi terima saja jika aku lebih tampan." Ujar Rafael, perdebatan keduanya membuat tangan kanan Keanu pusing beruntung nyonya nya datang ke kantor Kean.


"Ketampanan doang di perebutkan epribadeh." Ucap Dena, wanita itu masuk dan duduk di sofa samping suaminya.


Melihat kedatangan Dena tangan kanan Keanu itupun pamit undur diri, sebelum ada perdebatan lain yang membuat nya pusing.


"Kamu kesini sayang." Ucap Kean mengecup kening Dena.


"Hmmmmm, kamu masih sibuk dad." Ucap Dena.


"Sebentar lagi aku ada meeting, setelah itu kita pergi bersama." Ucap Keanu, melihat keromantisan orang tuanya membuat Rafael jengah.


"Tolong hargai ada anak nya disini ya kan." Ujar El, Dena dan Keanu tertawa kecil.


"Jangan jomblo Mulu mangkanya." Ledek Keanu.


"Gak jomblo dad, cuma gadis yang di incar nya tidak mudah untuk di dapatkan." Goda Dena.


"Pepet terus lah El, yakali Daddy aja bisa dapetin mommy kamu yang notabene nya primadona kampus. Kamu gak bisa kan gak lucu." Ucap Keanu, El menghela nafasnya sabar Daddy dan mommy nya selalu mengejek El akhir-akhir ini.


Dengan kesal Rafael hanya mengangkat bahu nya saja, sebenarnya kedatangan Rafael ke kantor Keanu untuk mengerjakan sesuatu mengenai keluarga Liodra.


El masih tidak terima dengan kelakuan wanita itu, maka El tidak ingin keluarga Liodra aman begitu saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Hai guys maaf ya Thor baru up, kemarin itu gak up karena masih kaya lemes aja gitu pengen istirahat dulu 😁*


N: Sekarang up terus kan Thor, jangan bikin gue semosi di bulan puasa Thor 😂


A: Doain aja biar Thor nya sehat ya Uun, biar gak lemes oke 😂


N: Biar lancar ye kan biar gak buntu 😂


A: Tepat sekali sarmineh 😂


N: 😂😂😂