
Tiga hari berlalu kini Devika memutuskan untuk pergi ke sebuah toko buku, ia duduk dan memilih beberapa buku bertepatan dengan seseorang yang juga memilih buku itu.
"Sory, ini milikku." Ucap seseorang, membuat Devika menoleh.
"Ah, maaf aku tidak tahu jika kau sudah memilih nya." Ucap Devika.
"Tidak masalah nona." Ujar nya, tidak hanya Devika yang berada disana Kyra dan Nathia juga berada di tempat yang sama.
"Baiklah kalau begitu aku permisi." Ucap Devika tersenyum manis, dalam benak nya ia seperti pernah melihat lelaki itu.
"Tunggu." Panggil nya.
"Ya, apa ada sesuatu?" Tanya Devika.
"Apa kita pernah bertemu, rasanya aku tidak asing melihat mu." Ujar nya.
"Seperti nya tidak, tapi." Ucap Devika.
"Devika." Panggil Kyra, Nathia terbelalak melihat lelaki yang berada di hadapannya.
"Hmmmmm." Sahut Devika.
"Kamu." Tunjuk Kyra.
"Ya, saya kenapa dengan saya?" Tanya lelaki itu.
"Ah tidak, tidak apa-apa." Jawab Kyra.
"Ayok kita pergi." Ucap Nathia.
"A_aaaaaaakkkhhh, kepalaku." Lirih Devika, membuat Kyra dan Nathia saling pandang.
"Gi_gimana ini." Lirih Kyra.
"Apa nona ini sedang sakit?" Tanya nya.
"Tidak, kami akan membawanya pergi." Ucap Kyra.
"Sebentar Devika." Panggil lelaki itu, karena tahu nama Devika saat Kyra memanggil nya.
Saat Devika menoleh ia hanya tersenyum tipis, mungkin Devika merasa kelelahan.
...
Di kediaman Devin terlihat ia dan Chika sedang duduk di hadapan Devika, Kyra, dan Nathia.
"Ada apa dengan Devika?" Tanya Chika.
"Aunty kami_kami bertemu dengan_" Ucapan Nathia terhenti saat seseorang masuk tiba-tiba.
"Aku." Ujar nya, membuat Chika dan Devin mengernyit.
Kenapa lelaki itu bisa masuk kerumah nya, yang bisa masuk ke rumah Devin harus di periksa identitas nya terlebih dahulu.
"Kau, kau siapa?" Tanya Chika.
"Kalian juga tidak mengingatku?" Ujar nya.
"Huh?" Ucap Chika menatap Kyra dan Nathia.
"Sa_samuel aunty." Lirih Kyra, membuat Chika dan Devin terbelalak.
"Kau masih hidup?" Tanya Chika, membuat lelaki itu mendengus.
"Kau fikir aku sudah mati." Cebik nya.
"Tidak maksud ku, kau sudah kembali aku kira kau menghilang karena kau meninggal." Ucap Chika.
"Kenapa kau bisa sampai disini?" Tanya Devin.
"Aku mengikuti ketiga wanita ini, tapi kenapa Devika tidak mengingatku?" Tanya nya.
"Devika_devika pernah jatuh hingga membuat separuh ingatan nya hilang." Ucap Devin.
"Lalu siapa yang dia ingat, apa Rafael yang dia ingat." Ujar nya, Devika mengernyit heran.
"Apa maksudmu?" Tanya Devika.
*Flashback on!!!
Saat kecil Devika, Rafael, Kyra, Nathia dan Kenzo mereka memiliki teman lain yang bernama Samuel Zoe.
Lelaki itu begitu dekat dengan Devika, saat itu Devika berkata jika Samuel meninggalkan nya maka ia akan mencoba untuk mendapatkan Rafael.
"Kau mau kemana?" Tanya Devika kecil.
"Aku akan pergi, orang tuaku ada urusan bisnis di l*s V***s maka aku akan tinggal disana." Ujar Samuel kecil.
"Ada Rafael dan Kenzo yang akan menjagamu." Jawab Samuel kecil.
Dari situ Devika melihat El yang sangat cuek kepadanya, ia memang berharap jika El bisa menggantikan posisi Samuel.
Sejak kecil El banyak digemari para gadis, bahkan tak jarang para gadis itu membuat Vika jauh dari El.
Yang menyukai El selalu dari kalangan keluarga kaya, dan itu selalu diam-diam dan tidak terang-terangan.
Karena jika terang-terangan Rafael akan langsung menjauhinya.
"Aku berjanji tidak akan menikah jika kau belum kembali." Ucap Devika, Samuel tersenyum.
Setelah dua bulan kepergian Samuel Devika terjatuh dari tangga, dan membuat separuh memory nya hilang.
Yang diingat vika hanya nama El dan yang ada di dekatnya saat itu Rafael bukan Samuel, maka dari itu semakin lama Vika meyakinkan hatinya apakah Rafael sampai Vika menyimpan beberapa foto El di laci kamar nya.
**Flashback off***!!!
Kejadian itu menjadi alasan Dena dan Keanu tidak ingin menjodohkan anak-anak nya, karena mereka takut salah.
Dulu Dena dan Vika selalu bercanda mengenai perjodohan, namun hati bisa berubah saat melihat anak-anak nya tumbuh dewasa.
Dena mengenal baik orang tua Samuel begitupun dengan Chika dan Devin, bahkan orang tua Samuel pernah berkata jika dia memiliki anak wanita ingin diberikan kepada Rafael namun Dena tidak terlalu menanggapi hal itu.
Samuel yang mendengar kejadian yang dialami Vika tertegun, ia menatap Vika yang sedang menatap kedua orang tuanya.
"Siapa yang kau ingat saat pertama kali membuka mat?" Tanya Samuel.
"El." Jawab Vika membuat Samuel menggeram.
"S*al, kenapa namaku dan Rafael bisa berakhiran dengan kata El." Dengus nya, Devin tertawa.
"Kau itu kenapa malah marah-marah." Kekeh Chika.
"Devika come on, Samuel." Ujar nya.
"Aku tidak tahu dua-duanya memiliki kata El." Ujar Devika.
"Terserah kau saja yang penting kau dan bapak mu bahagia!" Sengit Samuel.
Devin dan Chika berniat menghubungi Dena, ia bingung apa yang terjadi di hari yang menyebalkan ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Deterjen tukar posisi yuk, kalian yang nulis gue yang nikmati 😌
N: Bener, deterjen pada kenapa dah pada jadi peramal dadakan 😒
A: Gue yg waktu kecil mau emak gue jodohin nih un, pas udah gede cowok gue bukan yang ntu 😌
N: Beda kah Thor?
A: Beda lah, gue t******** duluan 🤣
N: Bisa-bisanya 😒
A: 😂😂😂 hati tuh berubah" Uun, gue yg dulu pernah kit ati gak di restuin kan ye sekarang bodomamat 😂 mantan gue Masi jomblo gue udah ada gandengan 🤣
N: Si*l nya gue juga mblo 😌
A: Gatau si soalnya gue ngarang juga Uun 🤣
N: Bodomamat 😏
A: 🤣🤣🤣*