Love Destiny

Love Destiny
Epson 260



Keesokan harinya di universitas ternama seorang wanita cantik tiba-tiba menarik tangan El, Rafael yang terkejut menoleh dan tersenyum.


"Kau, aku kira siapa." Kekeh El.


"Memangnya siapa yang kau harapkan, apakah ada gadis lain yang mengejarmu selain aku." Ujar nya blak-blakan.


El tertawa kecil mendengar ucapan wanita itu, bahkan El merasa wanita yang selalu mencari nya itu aneh.


Liodra Azkiara, gadis cantik dan populer di kampus tempat El dan para sahabatnya kuliah.


Liodra putri tunggal dari seorang pejabat di negara itu, ia benar-benar merasa tertarik kepada Rafael yang selalu bersikap dingin dan berbeda dari para lelaki yang selalu mengejar nya.


"Berhenti melakukan itu Liodra, banyak laki-laki yang menyukai mu." Ucap El melepaskan rangkulan tangan Liodra.


"Aku tidak tertarik kepada mereka El." Ujar nya.


"Terserah kau saja." Ucap Rafael berlalu meninggalkan gadis itu, Liodra tertawa melihat wajah kesal Rafael.


"Liodra." Panggil Devika, ah ternyata gadis itupun dekat dengan Devika.


"Ya, ada apa vikacu." Kekeh Liodra.


"Kau sedang apa disini?" Tanya Devika melirik sekeliling.


"Apa yang kau lihat, aku habis bertemu El disini." Jawab gadis itu senang.


"El? Rafael maksud mu?" Tanya Devika.


"Tentu saja, memang kau fikir siapa lagi." Kekeh Liodra.


"Tidak, yasudah ayok ke kelas." Ucap Devika menarik tangan Liodra.


"Apa kau tahu Devika, selama aku masuk ke kampus ini hanya El lelaki yang benar-benar bisa menarik perhatian ku." Ujar nya, membuat Devika menoleh.


"Benarkah? Apa kau tidak tertarik kepada Kenzo?" Tanya Devika, membuat Liodra tertawa dan hal itu membuat Devika bingung.


"Kenapa kau malah tertawa." Kesal Devika.


"Hey kau itu bagaimana, apa kau yakin semua orang lebih tertarik kepada Kenzo daripada kepada El." Kekeh Liodra.


"Dari yang aku lihat seperti itu." Jawab Devika.


"Apa kau juga menyukai Kenzo Devika?" Tanya Liodra menyelidiki.


"Tentu saja tidak, apa kau fikir harus semua wanita di kampus mengejar Kenzo." Kekeh Devika.


"CK, kau itu. Kau tahu mungkin saja sebagian dari mereka yang mengejar Kenzo itu ingin mencari informasi tentang Rafael." Ucap Liodra membuat Devika terdiam.


"Apa maksudmu mereka hanya menginginkan informasi saja?" Tanya Devika.


"Kau itu benar-benar polos, kau tidak bo*oh bukan. Rafael menjadi lelaki tertampan di kampus ini, dan jangan lupakan jika penghuni kampus ini kebanyakan anak kalangan atas." Ucap Liodra.


"Kau benar, mungkin jika bukan karena mami dan papi ku yang dekat dengan aunty Dena dan uncle Kean aku juga tidak akan mudah untuk berada dekat dengan Rafael." Kekeh Devika.


Rafael tipikal orang yang menutup diri, dan ia selalu bersikap datar dan dingin berbeda dengan Kenzo yang selalu merespon orang yang mencoba mendekati nya.


Kenzo memang dekat dengan banyak teman wanita, namun jika sudah ada seorang gadis yang berhasil memikat hati nya maka ia tidak akan mempermainkan wanita nya.


Liodra dan Devika pun terus berbincang hingga dosen datang, setelah selesai jam pelajaran Devika melihat Liodra yang berjalan keluar kelas dan menghadang Rafael.


"Kau mau kemana?" Tanya Liodra.


"Ke kantin." Jawab El.


"Kau tidak ingin mengajakku El." Ucap Devika tiba-tiba, membuat El dan Liodra menoleh.


"Kau?" Tanya El.


"Tentu apa kau tidak ingin mengajak ku?" Tanya nya lagi.


"Devika El akan makan bersama ku, lagi pula biasanya juga kau pergi bersama Kenzo." Ucap Liodra, ia buru-buru menarik tanga El.


"Aku duluan." Ucap El, Devika hanya tersenyum menatap kepergian El.


"Sahabat solimi, mentang-mentang ada cewek gue di lupain." Grutu Devika, ia menghentakkan kakinya ke lantai.


Devika pun memutuskan untuk mencari Nathia, ia akan pergi bersama dengan nathia saja karena jika Kyra sudah dapat di pastikan gadis itu sedang bersama Kenzo.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Buat yang bilang kenapa El gak Deket keluarga nya Dena, El itu Deket kok sama keluarga Dena. Cuma kan sekarang sudah ada novel nya Aiden ya kan, kalau El nongol nanti kalian pusing si El nya udah gede 😂


N: Iya jadi masing-masing gitu kan 😂


A: Betul syekali Uun 😂


N: Iya dong, gue gituloh 🤣*