Love Destiny

Love Destiny
Epson 168



Tiga hari berlalu kini Keanu sedang dalam perjalanan menuju tahan air, hanya tinggal beberapa jam lagi ia akan tiba di bandara tanah air.


Setelah perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya ia tiba di negara kelahiran istrinya, Kean merasa lelah karena setelah selesai bekerja lelaki itu langsung melakukan penerbangan ke tanah air.


Namun rasa lelah nya hilang saat Kean melihat seorang wanita cantik menghampiri nya, tunggu tapi kenapa sendiri. Dimana putra kesayangannya.


"Babyh." Panggil Dena, Keanu tersenyum dan mendekati Dena.


"Hai." Ucap Kean memeluk dan menciumi wajah istrinya.


"Dimana El?" Tanya Kean.


"Di rumah, aku tidak mengajak nya tadi karena dia sedang tidur." Jawab Dena, Kean pun mengangguk dan tersenyum.


"Yasudah tidak apa-apa." Jawab Kean.


"Ayok." Ajak Dena menggandeng tangan suaminya.


Kini keduanya sudah berada di dalam mobil menuju kediaman Artadinata, Keanu terlihat tidak sabar untuk melihat malaikat kecil nya.


Namun ia juga tidak melepaskan pelukannya dari Dena, sungguh Dena merasa senang karena suaminya sudah berada di dekatnya sekarang.


Dalam perjalanan mereka banyak berbicara dan bercanda, perjalanan yang cukup macet tidak terasa karena kini mereka sudah tiba di kediaman Artadinata.


Dena dan Kean turun dari mobil disambut dengan wajah putranya yang menangis, Rafael menangis karena saat bangun tidur ia tidak melihat keberadaan Dena.


"Daddy, huaaaaaaaa." Teriak nya, saat ini El berada di gendongan Mae.


"Itu Daddy tuh, Daddy nya sudah sampai." Ucap mae merasa gemas.


Lagi-lagi Julian dan Mae dibuat tercengang oleh ketampanan Keanu, karena mereka melihat Kean hanya saat Dena menikah.


Dan saat Dena belum melahirkan, sudah cukup lama sampai saat ini baru bertemu lagi dengan Kean.


"Pi suami nya si Dena kenapa malah makin ganteng ya." Bisik Mae.


"Inilah yang dinamakan bibit unggul yang sesungguhnya." Ucap Julian tertawa kecil.


"Daddy." Raung El, Keanu tersenyum dan mengambil alih tubuh mungil Rafael. Namun sebelum itu Kean lebih dulu menyapa semuanya, termasuk Carl yang juga berada di rumah itu.


"Kemari." Ucap Kean menggendong El.


"Hiks...hiks..." Isak nya, Dena tersenyum lembut.


"Duduk bee, aku ambilkan minum dulu." Ucap Dena, Kean pun mengangguk.


"Bagaimana pekerjaan mu nak?" Tanya ayah Rio yang langsung menyambut menantu nya.


"Lancar yah, semuanya berjalan dengan baik. Jawab Kean.


"Ya ayah yakin kau mampu melakukan nya dengan cepat, buktinya kau sudah berada disini sekarang." Balas ayah Rio menepuk pundak Keanu.


"Hmmmmm, aku tidak bisa berlama-lama untuk jauh dari jagoan dan nona muda." Ucap Kean tertawa kecil.


Dio, Julian, Carl dan yang lain memperhatikan perlakuan Keanu yang mengistimewakan Dena. Dan hal itu membuat ayah Rio juga bunda Sisil bahagia karena Dena bersama dengan lelaki yang tepat.


"Ini minum nya." Ucap Dena.


"Thank you." Ucap Keanu.


"Hmmmmm." Balas Dena, ia duduk tepat disamping Kean.


"Udak gak LDR de." Goda Dea.


"Lagian LDR cuma tiga hari doang sampe galau inces." Ledek Mei.


"Gak usah ledekin gak usah." Sengit Dena.


"Berapa lama kalian akan disini?" Tanya Justin yang sedari tadi diam.


"Tergantung Dena, jika dia ingin segera kembali maka aku tidak bisa memaksa nya untuk tetap tinggal." Jawab Kean, tindakan Keanu mencuri perhatian Anna dan Carl.


"Apa kau tidak bisa memberikan peraturan kepada istri mu?" Tanya Carl tiba-tiba.


"Aku tidak perlu memberikan peraturan kepadanya, ayah dan bunda sudah berhasil mendidik anak gadis nya menjadi wanita yang pengertian dan dewasa." Jawab Kean santai.


"Tentu saja, bunda tidak ingin Dena mengecewakan suaminya." Ucap bunda Sisil merasa bangga.


"Dan aku tidak pernah merasa kecewa kepada Dena." Ucap Keanu.


Ruang keluarga pun di penuhi oleh percakapan keluarga yang hangat, meskipun kadang ada sedikit sentilan namun itu tidak menjadi masalah.


Sore hari Keanu melihat putranya sedang duduk dengan memakan sesuatu, Kean tidak sadar bahwa ada Anna yang memperhatikan gerak-gerik nya.


"Heh ngapain itu?" Tanya Kean membuat El menoleh.


"Makan." Jawab El.


"Makan apa kamu?" Tanya Kean lagi.


"Buah Daddy." Jawab nya.


"Makan Mulu pipi tumpah tuh bro." Ledek Kean membuat El merengut.


"Mommy mana?" Tanya Keanu.


"I don't know." Jawab El, Kean yang merasa gemas mengangkat tubuh mungil Rafael.


"Daddy enggak mau." Pekik El.


"Mommy mana, El ditinggal mommy. Daddy juga mau pergi bye." Ucap Kean menakut-nakuti Rafael.


"Daddy." Pekik nya melempar buah yang sedang di pegang nya.


"Loh kok ngamok." Kekeh Keanu.


"Daddy nakal mommy." Teriak nya, El menangis karena di kerjai oleh Kean.


"Dih kok cengeng." Ucap Kean.


"Di apain anak nya." Tanya Dena tiba-tiba.


"Aku gigit." Jawab Kean ngasal, dan jawabannya itu membuat Dena mencubit perut Keanu.


"Nakal ish, jangan di buat nangis anak nya." Ucap Dena, Keanu merengkuh pinggang Dena dan mengecup pipi Dena.


"Enggak, cup." Balas Kean.


Dari kejauhan Anna terdiam melihat kedekatan keluarga kecil Dena, ia berfikir kenapa Carl tidak seperti Keanu kepada anak dan istrinya.


Lebih tepatnya Carl terlalu serius dalam sehari-hari nya, namun Anna tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Baru kali ini ia merasa ingin seperti Dena.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Daddy waktu di airport



Mommy waktu jemput Daddy



Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


*A: Bantu vote ya gaesπŸ™


N: Siap Thor,itu Daddy nya El jadi dibagi kaga😁


A: Kaga mau gue timbun di lemariπŸ˜’


N: Sue banget 😭


A: Bodomamat 😜


**N: πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’***