
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya Kenzo pun tiba di negara nya, ia berjalan dengan sangat berwibawa di bandara.
Banyak mata yang memperhatikan Kenzo namun lelaki itu sama sekali tidak mempedulikan para wanita yang menatap kagum dirinya, Kenzo malah fokus dan masuk kedalam mobil yang sudah di siapkan.
Sementara itu di rumah sakit Tata, Tio, Chika, Devin, Dena, Keanu, dan Rafael sedang menunggu kedatangan Kenzo.
Ya, mereka sudah tahu mengenai kepulangan Kenzo dari tangan kanan lelaki itu yang melaporkan kepada Tio bahwa tuan muda nya kembali.
"Ta kamu kenapa gelisah kaya gitu?" Tanya Chika.
"Gimana ga gelisah si Chik, selama ini Kenzo tuh percaya banget sama aku. Dan sekarang lihat dia pasti akan kecewa karena mami nya, menyembunyikan kebenaran seperti ini." Ucap Tata, Chika mengangguk ia mengerti ketakutan Tata.
"Ta, Kenzo mungkin sangat menyayangi Ayaza tapi bukan berarti dia melupakan kasi sayang nya terhadap kamu. Bagaimanapun juga kamu mami yang melahirkan dan merawat nya." Ucap Chika.
"Chika benar ta, Kenzo mungkin akan sedikit kecewa kepada kita semua. Tapi bukan berarti Kenzo akan membenci kita." Ucap Dena, Dena tahu betul bagaimana Kenzo lelaki itu begitu baik dan lembut meskipun kadang ngeyel.
"Dena benar mi, kamu jangan terlalu memikirkan hal ini. Kamu tahu bagaimana anak kita, dia tidak mungkin melukai mami nya." Ucap Tio, mencoba untuk menenangkan Tata.
Setelah cukup lama akhirnya yang mereka tunggu pun tiba, Kenzo datang dengan penampilan nya yang begitu menakjubkan.
Tata menggenggam tangan Tio ia takut jika Kenzo akan marah, mungkin ya lelaki itu akan marah. Seperti yang dikatakan oleh Dena Kenzo tidak akan membenci siapapun yang ada disini.
"Ken." Ucap El, Kenzo menatap El dengan sendu.
Kenzo melepaskan kacamata nya dan kini terlihat jika Kenzo mungkin baru saja menangis, El langsung merengkuh tubuh Kenzo kedalam pelukannya.
Nathia dan Kyra yang juga berada disana ikut sedih, baru kali ini kedua wanita itu melihat Kenzo yang biasanya ceria kini terlihat rapuh.
"Kenapa El, kenapa kalian semua tega menyembunyikan semua ini?" Tanya Kenzo, El menepuk pundak Kenzo.
"Ken, kita semua tidak berniat menyembunyikan apapun dari kamu. Kita hanya mengingat tentang Ayaza yang selalu ingin kamu fokus dalam pekerjaan kamu." Ucap El, semakin membuat Kenzo sakit.
Kenzo melepaskan pelukan El dan menatap Tata dengan tatapan kecewa, tata menangis dan memeluk Kenzo.
"Maafkan mami Ken, mami tahu mami salah. Harusnya mami memberi tahu kamu terlebih dahulu, bukan malah seperti ini." Isak Tata, semua orang merasa terharu.
Kenzo tidak menjawab ia melepaskan pelukan Tata dan berjalan masuk kedalam ruang rawat Ayaza, Kenzo merasa dunia nya semakin hanc*r saat melihat keadaan Ayaza secara langsung.
Kenzo mendekati Ayaza dan menggenggam jemari lentik gadis itu, wajah, bahkan warna kulit Ayaza menjadi pucat. Kenzo semakin merasa tak berguna karena Ayaza seperti saat ini.
"Za apa yang membuat kamu seperti ini hmmmmmm, kamu sudah berjanji kepada kakak akan selalu menjaga diri kamu dengan baik. Tapi apa ini lihatlah keadaan kamu bahkan terlihat tidak baik-baik saja." Lirih Kenzo, tanpa disangka-sangka air matanya menetes dan mengenai tangan Ayaza.
"Kakak kembali untuk kamu, inikah cara kamu menyambut kakak. Bukankah kamu selalu mengatakan jika kakak kembali, kamu adalah orang pertama yang akan menunggu kakak di bandara. Tapi ini bukan bandara za ini rumah sakit, kenapa kamu menyambut kakak dengan seperti ini." Isak Kenzo, sudahlah sekuat apapun Kenzo ia lemah jika menyangkut wanita yang dicintainya.
"Bangun za, kakak mohon kamu harus bangun. Kakak sudah menyelesaikan semuanya untuk kamu, sekarang kakak bisa memberikan apapun yang kamu mau tanpa meminta kepada mami dan papi kakak." Lirih nya lagi, tanpa Kenzo ketahui air mata Ayaza menetes dari sudut matanya.
Kenzo terus menangis memanggil nama Ayaza, membuat semua orang merasa sedih. Mereka baru tahu jika Ayaza dan Kenzo memiliki perasaan yang sama, hanya saja kedua orang itu pintar menyembunyikan perasaan nya.
"Ken." Panggil Dena, tidak ada yang tahu jika Aya meneteskan air matanya.
"Ken Aya baik-baik saja, bukankah dia gadis yang kuat. Dia akan bangun untuk kamu, sebaiknya sekarang kamu istirahat dulu." Ucap Dena, Kenzo diam tak menjawab perkataan Dena. Yang ia inginkan sekarang hanya menjaga dan menemani Ayaza saja.
...
Satu Minggu berlalu setelah kepulangan Kenzo lelaki itu masih setia menemani Ayaza, bahkan Kenzo sering membawakan bunga setiap harinya untuk Ayaza.
"Selamat pagi gadis cantik, masih betah tidur hmmmmmm. Kapan kamu akan bangun, tidak tahukan wajah kamu begitu jelek saat tertidur." Ucap Kenzo, namun Ayaza masih sama seperti itu.
"Haruskah aku membersihkan tubuhmu agar kamu merasa malu dan bangun, lalu melompat dan berkata kakak jangan ngada-ngada deh." Ucap Kenzo, menirukan gaya bicara Ayaza.
"Za, bangun yuk kakak tahu kok badan kamu pasti pegal karena setiap hari hanya berbaring di tempat tidur. Ayok bangun kakak akan menemani kamu jalan-jalan di taman." Ucap Kenzo lagi, ia tak berhenti mengoceh jika mendatangi Ayaza.
Keesokan harinya pun Kenzo masih setia mendatangi Ayaza, namun kali ini ia melihat seseorang yang duduk di samping tempat tidur Ayaza.
Kenzo mengernyit heran siapa wanita itu, itu bukan mom Dena tapi wajah nya begitu mirip dengan mom Dena.
"Ah, kamu pasti heran kenapa saya disini. Perkenalkan saya Dea kakak dari Dena mom nya Aya." Ucap Dea.
"Eh, maaf Tante saya tidak tahu." Ucap Kenzo, Dea tersenyum dan menepuk pundak Kenzo.
"Terimakasih karena kamu selalu menemani Ayaza, terimakasih juga kamu selalu siap untuk menjaga nya." Ucap Dea, Kenzo mengangguk menatap Ayaza.
"Hmmmmmm, apalagi yang harus saya lakukan jika bukan menjaganya." Lirih Kenzo.
"Aya akan sembuh percaya lah, apalagi ada lelaki yang begitu setia menemani Aya disini." Ucap Dea, Kenzo hanya bisa tersenyum tipis mendengar perkataan Dea.
"Hmmmmmm, terimakasih." Ucap Kenzo.
"Hmmmmmm, kalau begitu saya permisi dulu. Tolong jaga Aya dengan baik." Ucap Dea, Kenzo tersenyum manis membuat Dea ikut tersenyum.
Setelah kepergian Dea Kenzo mendekati Ayaza dan duduk di samping Aya, lelaki itu menggenggam jemari lentik Ayaza dengan erat.
"Bagaimanapun keadaannya aku tidak akan meninggalkan kamu, kita akan terus berpegangan seperti ini." Ucap Kenzo.
"Aku tidak akan melepaskan kamu za, aku akan tetap menggenggam tangan kamu setiap cerita tentang kita." Ucap Kenzo, lagi-lagi air mata Ayaza menetes dan Kenzo masih belum menyadari hal itu.
Karena Kenzo menundukkan kepalanya di atas tangan Ayaza yang ia genggam, banyak harapan yang ingin Kenzo katakan kepada Ayaza.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Gue Bapeureuuuu Thor liat usaha Kenzo bangunin Aya 😭*
A: Sabar ya Uun sabar, nanti Aya ge bangun kok tenang aja 😂
N: Jangan lama-lama ya Thor 😭
A: Oke siap 😁
N: Tumben main siap-siap aja, roman-roman nya kaga enak nih 🙄
A: Kasi kucing un kalo kaga enak 😂
N: Hilih 😒
A: 😂😂😂