
Siang ini Crystal verdiri di depan kampus bintang untuk menunggu Emily menjemputnya. Sejak insiden dengan Alexander yang hampir merengut nyawanya,Arnold melarang Crystal untuk membawa mobil sendiri.
Dia memerintahkan Emily untuk mengantar jemput Crystal baik itu kekampus maupun kekantor dan tempat - tempat lain yang ingin dikunjungi Crystal dalam melakukan aktivitasnya.
Meski merasa tak nyaman, namun Crystal menuruti semua keingginan Arnold agar dirinya tidak kembali terkurung dalam rumah mewah tersebut.
Saat melihat Alphard hitam terlihat berjalan mendekatinya. Setelah pintu penumpang terbuka, Crystal langsung masuk kedalam mobil.
Dikursi belakang terlihat Arnold terlihat sedikit lesu mungkin sudah tiga hari sejak tunangannya itu tidak pulang, lelaki itu juga belum tidur.
Meski Arnold tidak berada dirumah, namun pengawasan terhadap Crystal sangatlah ketat. Apalagi adanya beberapa pasukan bayangan yang mengawal gadis itu dalam diam, tentunya akan memberikan laporan kepada Arnold mengenai apapun gerak - geriknya.
Setelah Crystal duduk disampingnya, Arnold memberikan sekotak chesse cake dan redvelvet kesukaannya.
Meski Arnold membatasi konsumsi cake dan makanan manis menjelang pernikahan mereka, namun sesekali dia akan membawakan cake kesukaannya itu agar calon istrinya itu bahagia.
Saat membuka kotak yang diberikan oleh Arnold tiba – tiba bola mata Crystal bersinar bahagia dan senyum lebar terukir jelas diwaajahnya.
“ Ini untukku !!!.. terimakasih sayang…”, ucap Crystal sambil mengecup bibir Arnold sekilas.
“ Makan…makan…makan terus…sebentar lagi dia pasti akan menjadi gemuk seperti babi…”, ucap Vreyan mengejek.
Mendengar suara musuh bebuyutannya, Crystal spontan menoleh kedepan. Disana terlihat Vreyan sedang tersenyum mengejek kearahnya.
“ Kenapa memang kalau aku gemuk !!!...tuan mudamu ini juga tidak akan meninggalkanku jika jika aku gemuk…bukan begitu sayang…”, ucap Crystal manja.
Arnold hanya bisa mengangguk pasrah saat kedua remaja labil tersebut kembali bertengkar untuk hal sepele.
“ Hey…mulai sekarang kamu harus sopan kepadaku karena sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Arnold…kau dengar itu…”, ucap Crystal bangga.
“ Nona…apa kamu benar – benar berpikir akan menjadi istri tuan mudaku…seluruh dunia juga tahu bahwa yang pantas bersanding degan tuan muda hanya nona Casandra, bukan kamu…”, ucap Vreyan menyeringai.
Dapat semua orang rasakan, setelah Vreyan berkata seperti itu tiba – tiba suhu dalam mobil turun secara drastis.
Mendengar semua ucapan Vreyan, Crystal tidak bisa lagi untuk menahan diri. Dicengkeramnya kotak kue yang ada ditangannya dengan erat dan dengan mata seperti belati yang siap menghunus tubuh musuhnya saat ini juga.
“ Vreyan…katakan sekali lagi…”, ucap Crystal penuh penekanan.
Meski Vreyan sedikit getar sejenak oleh tatapn Crystal namun mulut pedasnya kembali bersuara “ Kenapa?!!!...itu benar !!!...istri tuan muda pasti nona Casandra !!!...kau pikir kau siapa ?!!!...”.
SRAKKK !!!....
Penutup kotak kue tersebut sudah robek ditangan Crystal. Selanjutnya gadis itu segera menyerang Vreyan yang duduk tepat didepannya.
Crystal langsung saja mencekik leher Vreyan dengan lengan munggilnya hingga pemuda itu meronta kehabisan nafas.
*“ Crystal !!!...kamu mempunyai nyali untuk menyerangku !!!...F*k !!!...jangan memukul wajah tampanku !!!...”, teriak Vreyan disisa – sisa nafasnya sambil berusaha melepaskan lengan Crystal yang mengunci lehernya.
Emily yang sedang mengemudi, melihat pertengkaran dua remaja tersebut terlihat ingin menangis.
“ Nona Crystal…Vreyan…tolong…berhenti berkelahi…ini sangat berbahaya….”, ucap Emily penuh permohonan.
“ Kenapa kau memukulku !!!...bahkan sampai matipun aku tak akan pernah mengakuimu sebangai nyonya Arnold….hanya nona Casandralah yang pantas…”, teriak Vreyan sambil berusaha menghindari pukulan tangan Crystal setelah berhasil lepas.
“ Katakan lagi !!!...katakan sekali lagi !!!...”, Crystal yang terlihat sangat geram segera mencakar pipi Vreyan hingga berdarah.
“ Kau dengar baik – baik !!!...aku tidak akan mengalah !!! aku tak akan membiarkan Casandra menjadi istri Arnold !!! tak akan pernah !!!...camkan itu !!!...”, ucap Crystal sambil kembali menyerang Vreyan dengan brutal.
Kali ini Crystal berhasil menjambak rambut Vreyan hingga pemuda itu mengerang kesakitan seolah – olah rambut diatas kepalanya akan hilang.
Sedetik kemudian, saat Crystal masih sibuk menyerang Vreyan dengan membabi – buta tiba – tiba dia merasa ada sebuah lengan menarik pinggangnya dan langsung mengangkat tubuh munggilnya dan meletakkan dipangkuannya.
“ Jadilah gadis baik…tenanglah…biarlah anjing mengonggong…”, bisik Arnold dengan suara rendah dan dalam.
“ Aku akan membunuhmu jika kamu sampai menikah dengan Casandra…”, ancam Crystal dengan penuh emosi.
Jika mengingat kekejaman Casandra di kehidupan sebelumnya membuat darah dalam diri Crystal kembali mendidih.
Bukan hanya menyakitinya secara fisik dan psikis, bahkan wanita itu dengan kejam membunuh Adoff karena melindunginya.
“ Lupakanlah !!!...kamu bebas memilih dengan siapa kamu akan menikah…”, ucap Crystal acuh dan mengusap dahinya yang penuh dengan keringat akibat perkelahiannya dengan Vreyan beberapa saat yang lalu.
“ Aku tidak butuh kebebasan…”, ucap Arnold dengan wajah menggelap.
“ Kamu suka diawasi ?...Bagaimana jika aku setiap hari memantau pergerakanmu dan bawel setiap hari…tidakkah kamu akan kesal…”, Crystal menatap tak percaya dengan jawaban Arnold tadi.
“ Tidak akan…lakukan sesukamu, aku terima…”, ucap Arnold sambil merapikan rambut kusut Crystal karena pertengkaran tadi.
“ Lalu…bagaimana jika aku tiba - tiba jadi psikopat yang kejam...aku akan menguncimu dan tidak akan membiarkanmu pergi kemanapun, bahkan tidak akan mengijinkanmu untuk keluar bertemu nenek dan keluargamu. Mengirim orang untuk mengikuti dan memantau kemanapun kamu pergi. Dan aku bahkan akan menguncimu seharian ditempat tidur dan melakukan apapun yang kusukai…”, ucap Crystal panjang kali lebar untuk meyakinkan diri.
Bukannya menjawab, Arnold malah terkekeh dengan pidato Crystal yang panjang tadi. Sebuah senyuman manis yang belum pernah dilihatnya selama ini.
Emily dan Vreyan seakan merasakan rahangnya jatuh melihat tuan mudanya tertawa lepas seperti itu saat mendengar dirinya akan dijadikan tawanan oleh Crystal.
“ Kenapa kamu tertawa ?!!!...kamu masih punya keberanian untuk tertawa !!!...”, ucap Crystal sewot.
“ Aku justru sangat menantikan hal itu…”, ucap Arnold sambil menangkup wajah mungil Crystal yang memerah karena marah.
Arnold menundukkan kepalanya dan mencium sudut bibir Crystal dengan lembut membuat mata Crystal langsung terbuka sempurna.
Emilypun terbatuk melihat aksi tersebut, sedangkan Vreyan sudah memaki – maki dalam hati sambil mengerang kesakitan mengobati pipinya yang terkena cakaran kuku Crystal.
“ Dasar cabul !!!…”, gerutu Crystal sambil mengerucutkan bibir karena kesal.
Arnold kembali terkekeh tanpa rasa bersalah sedikitpun dan langsung menarik pinggang Crystal agar menempel ketubuhnnya.
Jika sudah begini Crystal tak akan bisa bergerak, karena semakin dia bergerak maka Arnold akan semakin kuat memeluknya, seperti ular phyton yang sedang melilit mangsanya.
Tak terasa, mobil sudah masuk kedalam halaman utama kediaman Arnold, semua orang pun turun dari dalam mobil.
“ Vreyan !!!...langsung kebawah !!!...”, perintah Arnold tajam.
“ Sial !!!...”, batin Vreyan kesal.
Dia sama sekali tak menyangka jika hasil memprovokasi Crystal akan membuat dirinya terkena masalah seperti ini.
Namun dirinya juga tak bisa membantah perintah gurunya. Dengan langkah gontai Vreyan masuk kedalam ruang bawah tanah untuk menjalankan hukumannya.
Diruang bawah tanah sudah ada lima orang pengawal bayangan yang menunggu Vreyan disana. Merekalah yang akan mengawasi pemuda itu menjalankan hukuman sesuai aturan yang berlaku.
Selain bertugas mengawasi para anak buah Arnold yang melanggar aturan, pasukan bayangan juga bertugas untuk menjaga kediaman Arnold dan semua orang yang berada didalamnya.
Pasukan bayangan ini merupakan sekelompok manusia yang dibiayai, dilatih dan dibentuk oleh Arnold untuk membunuh siapa saja yang membahayakan nyawanya beserta orang – orang terdekatnya atas perintahnya.
Organisasi rahasia Arnold ini merupakan organisasi bawah tanah yang bisa dikatakan mampu mengendalikan negeri ini dan berpusat di ibukota.