Love Destiny

Love Destiny
PENGGANGGU



Seharian ini Arnold berjibaku dengan pekerjaannya yang tak kunjung usai.  Niat awal ingin segera menyelesaikan semua pekerjaan yang ada dan pulang kerumah secepatnya tidak bisa dia realisasikan.


Hal itu tentu saja membuat moodnya langsung terjun bebas, membuat semua karyawannya hanya bisa terdiam dan mengerjakan pekerjaan yang juga tak kunjung usai karena Arnold terus saja merevisi pekerjaan mereka.


“ Laporan sampah begini berani kalian ajukan !!!...”, teriak Arnold murka.


Ini sudah ketiga kalinya accountingnya tersebut merevisi laporan tahunan perusahaan yang diminta oleh Arnold. Semua tim keuangan yang lagi meeting bersama Arnold juga ikut terkena dampak dari kesalahan yang dibuat oleh acoounting mereka.


Semua orang terlihat menunduk dengan keringat dingin mengucur deras di tubuh mereka. Lidah semua orang terasa keluh hingga tak ada satupun yang berani untuk bersuara.


Arnold yang dalam kondisi perasaan buruk meluapkan amarahnya setiap karyawannya melakukan kesalahan, sekecil apapun itu.


“ Aku kasih waktu sampai besok pagi, semua laporan harus sudah berada diatas mejaku dan aku sama sekali tidak mentolerir kesalahan apapun.Jika tidak…maka bersiaplah untuk angkat kaki dari sini…”, ucap Arnold mengakhiri meeting malam ini dengan penuh amarah.


Emily segera mengikuti langkah Arnold yang bergegas meninggalkan ruangan begitu meeting selesai.  Semua orang baru bisa bernafas dengan lega saat bayangan Arnold sudah tidak tampak lagi.


“ Ayo semangat…malam ini semua laporan harus sudah selesai…”, ucap manajer keuangan memberikan semangat pada anak buahnya.


Semua orang keluar dari ruangan meeting dengan wajah kusut karena harus segera menyelesaikan laporan yang tidak sedikit itu agar besok pagi bisa diserahkan kepada Arnold.


Malam itu, bukan hanya divisi keuangan saja yang sedang lembur. Ada divisi marketing dan promosi yang juga lembur malam ini demi kelancaran event yang akan mereka laksanakan besok lusa.


Didalam kediaman Arnold, setelah berbincang dengan Elisabeth tentang berbagai hal, Crystal yang kondisi tubuhnya tidak terlalu fit memilih untuk beristirahat lebih cepat tanpa menunggu sang suami pulang terlebih dahulu.


Karena masih kesal dengan suaminya, Crystalpun mengajak Adoff untuk tidur dengannya malam ini. Serigala putih tersebut tentu saja merasa sangat gembira bisa tidur diatas ranjang busa yang super empuk itu.


Ranjang Crystal tentunya seribu kali lebih baik jika dibandingkan dengan kandang Adoff yang sempit dan bau itu. Mungkin itulah yang ada dalam pikiran serigala putih tersebut.


“ Akhirnya derajatku kembali naik. Inilah seharusnya ranjang yang seharusnya aku gunakan untuk tidur…”, batin Adoff senang.


Diapun segera berguling kesana kemari diatas ranjang sambil menunggu Crystal selesai membersihkan diri di kamar mandi dan berganti pakaian.


“ Apa kamu senang bisa tidur denganku malam ini ?...”, tanya Crystal penuh semangat.


Aummm….Adoff melolong tinggi untuk menunjukkan perasaan bahagianya. Diapun segera melingkarkan tubuhnya ke badan Crystal, agar gadis itu merasa hangat.


Crystalpun dengan patuh langsung tidur beralaskan perut Adoff dan menyelimuti tubuhnya dengan bulu putih serigala tersebut yang terasa sangat lembut dan hangat.


Karena efek obat yang dikonsumsinya, Crystalpun dengan cepat mulai memejamkan kedua matanya sambil tersenyum.


Adoff yang melihat majikannya sudah terlelap ikut menutup kedua matanya. Menikmati tempat tidur yang sangat nyaman baginya.


Arnold yang ingin secepatnya tiba di rumah terlihat sangat kesal waktu mendapati mobil yang dikendarainya terjebak macet dijalan raya.


Beberapakali dia mengecek ponselnya, berharap istrinya itu mengiriminya sebuah pesan. Namun harapan tersebut tampaknya sia – sia.


Seharian ini Crystal mengabaikan semua panggilan dan pesan yang dikirim oleh Arnold. Padahal mereka baru satu hari menikah, namun kondisi rumah tangga mereka sudah seperti ini.


Ini bukanlah hal yang diharapkan oleh Arnold. Emily yang berada didepan hanya bisa menelan ludah berkali – kali melihat tampang Arnold yang menakutkan.


Setelah arus lalu lintas mulai longgar, Emilypun segera tancap gas. Begitu melihat di depan arus lalu lintas kembali padat merayap, diapun segera membelokkan mobil  menuju jalan tikus agar terhindar dari kemacetan lalu – lintas.


Untungnya jalan tikus yang dilaluinya sangat sepi sehingga dia bisa tiba dikediaman Arnold lebih cepat jika dibandingkan dengan melalui jalan utama yang biasa dilaluinya.


Begitu tiba di rumah, Arnold segera naik kedalam kamar, ingin bertemu dengan istrinya untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan yang sempat dingin tersebut.


Mata Arnold membulat sempurna waktu mendapati hewan berbulu putih yang terlihat menyelimuti tubuh sang istri yang tertidur pulas.


“ Kenapa serigala bau itu ada disini…”, guman Arnold kesal waktu melihat Adoff tidur nyenyak berpelukan dengan sang istri.


“ Sial !!!...”, ucap Arnold marah.


Diapun segera keluar dari dalam kamar menuju ruang kerjanya dengan wajah menggelap. Malam ini sepertinya dia tidak akan bisa tertidur lagi, mengingat suasana hatinya yang sedang buruk ditambah lagi sang istri terlihat sedang berpelukan dengan Adoff didepan kedua matanya.


Jika tidak ingat dengan perjanjian yang telah dibuatnya sebelum pernikahan dengan sang istri, mungkin saat ini Adoff sudah menjadi bangkai akibat kecemburuan Arnold yang begitu dalam pada serigala kesayangannya itu.


“ Ternyata benar kata pepatah, musuh paling berbahaya adalah orang terdekatmu. Bukan hanya manusia, hewan pun bisa menikungmu jika kamu lengah…”, guman Arnold bermonolog.


“ Achhh !!!...”, Arnold berteriak sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Baru juga sehari dia membina rumah tangga, namun ada saja hal yang membuat hubungannya dengan Crystal kembali renggang.


Tanpa disadari oleh semua orang, ternyata ada salah satu pelayan dikediaman Arnold merupakan mata – mata yang dikirim oleh Enrico untuk mengawasi gerak – gerik pewaris Lincoln tersebut.


Melihat kejadian itu, diapun segera melaporkan penemuannya itu kepada bosnya. Enrico terlihat sangat bahagia mendapatkan kabar tersebut.


Dia seperti mendapatkan angin segar waktu mengetahui jika pernikahan Arnold dan Crystal yang baru berumur sehari tersebut sudah bermasalah.


“ Akhirnya, kesempatan yang kutunggu – tunggu datang juga…”, guman Enrico tertawa senang.


Diapun langsung menghubungi Stevanus untuk membahas proyek selanjutnya. Demi bisa berdekatan dengan Crystal, Enrico memperpanjang kontraknya dengan tim Stevanus.


Selain karena pekerjaan tim tersebut sangat memuaskan, Stevanus adalah salah satu jalan tercepat bagi Enrico untuk bisa lebih dekat dengan istri sepupunya yang terkenal sangat sulit didekati itu.


Kali ini dia sudah menyusun rencana yang sangat matang sehingga Enrico sangat yakin jika apa yang akan dilakukannya ini akan berhasil.


Dilain sisi, dia juga sudah menjalin hubungan baik dengan Lea, sahabat Crystal melalui kerja sama yang dijalinnya dengan perusahaan yang sedang sahabat Crystal pimpin saat ini.


Ini adalah kesempatan bagi Enrico untuk membuktikan kepada sang kakek bahwa dirinya bisa lebih unggul daripada Arnold.


" Apa kamu bisa memastikan bahwa besok Crystal bisa datang ?...", Enrico terlihat berbicara serius dengan Stevanus.


" Saya pastikan itu akan terjadi, tuan....", ucap Stevanus diseberang.


" Bagus...tampaknya aku tidak sia- sia memberikan proyek millaran ini kepadamu...", ucap Enrico puas.


Diapun sudah tak sabar untuk bisa bertemu dengan Crystal esok hari. Untuk itu, malam ini dia harus benar - benar mempersiapkan semuanya agar pertemuan yang sangat dinanti - nantikan ini tidak menjadi sia - sia.