Love Destiny

Love Destiny
BIAS - KU



Kesunyian kembali menyelimuti suasana makan pagi ini. Semua fokus pada makanan yang ada dihadapannya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Hanya ada dentingan suara sendok dan garpu beradu dengan piring yang terdengar.


“ Kenapa wanita itu masih diam…bukankah menurut Adisty dia sangat tergila – gila dengan penyanyi ini…”, batin Mike kecewa waktu melihat Crystal sama sekali tidak bereaksi seperti harapannya.


“ Tak seharusnya aku percaya dengan semua ucapan Adisty….tapi tidak mengapa, semalam aku sudah mendapatkan service yang memuaskan dari dirinya…”, batin Mike tenang.


Mike tersenyum sendiri waktu membanyangkan malam panas yang dilaluinya dengan Adisty. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa gadis yang tampilannya lugu dan polos tersebut bisa sangat liar saat berada diatas ranjang.


Saat semua orang sibuk dengan pemikirannya masing - masing, Crystal terlihat beberapa kali mencuri pandang kearah biasnya yang tampak begitu menikmati hidangan yang ada diatas meja makan.


Crystal masih saja tak percaya jika paginya bisa seberuntung ini. Rasanya seperti mimpi bisa satu meja makan dengan biasnya.


Jika saja tidak ada iblis mencabut nyawa disampingnya, mungkin dia akan mengabadikan moment berharga ini dan menguploadnya dimedia sosial.


" Jika ku upload...bukankah hal tersebut akan menimbulkan banyak keirian dari para member yang lain yang tidak mendapat kesempatan emas sepertiku...", batinnya tersenyum membayangkan banyaknya  komentar yang akan mampir diakunnya jika sampai hal itu terjadi.


Namun sayang, kesempatan emas tersebut dia buang begitu saja.  Dalam hati Crystal menangis darah saat biasnya tepat berada didepannya, namun dia tidak bisa mendekat ataupun sekedar berbicara dengannya.


Melihat Arnold beberapa kali meliriknya, membuat Crystal berusaha menyembunyikan kekecewaan dan rasa sedih dalam hatinya dengan memasang senyuman manis tiap kedua mata tunangannya itu bertatapan dengannya.


Kookie yang merasa bahwa gadis yang ada didepannya  beberapakali tertangkap basah sedang melihatnya mulai memiringkan kepala, berkedip dan menatapnya dengan pandangan yang menggoda.


“ Apa kamu ingin berfoto denganku…”, tanyanya  dalam bahasa inggris.


“ Siapa…aku…”, jawabku sambil menunjuk mukaku dengan telunjuk.


“ Ya…aku tadi sempat lihat kamu beberapa kali curi pandang. Jika mau, aku bisa berfoto eksklusif denganmu…”, ucapnya sambil tersenyum.


“ Apa…dia melihat lirikanku…astaga…”, batinku terkejut.


" Aku sama sekali tak menyangka kalau dia akan sangat ramah dan perhatian seperti ini. Dan senyumannya itu, oh my god…hatiku terasa meleleh seketika...", batinku bahagia..


"Tampaknya,  nanti malam aku bakal sulit untuk tidur karena mendapatkan jakpot tak terduga seperti ini. oh my god, sungguh beruntungnya diriku...", batiku berteriak.


“ Apa yang harus kulakukan sekarang….”, batin Crystal mulai  resah.


Crystalpun mulai memutar otaknya dengan keras untuk mencari cara agar ajakan biasnya itu bisa terwujud. Tiba – tiba satu ide nakal melintas dalam pikirannya.


Setelah meyakinkan hatinya beberapa saat dan mengumpulkan tekad yang kuat serta keberanian lebih, Crystalpun mulai mencondongkan wajahnya kearah Arnold.


“ Nanti  malam aku akan tidurmu denganmu, jika sekarang aku diijinkan foto dengan biasku…”, bisikku sangat pelan ditelingga Arnold.


Mendengar ucapan mesra sang pujaan hati, ada desiran aneh dihati Arnold, seakan mengirimkan sinyal kebahagiaan didalam hatinya. Jantungnyapun seketika berdetak sangat kencang waktu nafas hangat Crystal menyentuh daun telinganya.


“ Baiklah…tapi hanya sekali…”, ucapnya datar, berusaha untuk menyembunyikan gejolak hatinya.


“ Yess….”, batinku kegirangan.


“ Baiklah…aku akan berfoto denganmu setelah makananku habis tentunya…”, ucap Crystal sambil tersenyum manis kearah kookie.


Bola mata  Adisty dan Mike seperti terlepas dari tempatnya akibat ucapan  yang keluar dengan santai dari bibir Crystal barusan.


“ Bagaimana bisa dia mengucapkan kalimat laknat tersebut dengan santainya…”, batin Adisty dan Mike dengan wajah heran.


Mereka berduapun segera melihat kearah Arnold, untuk memastikan reaksi apa yang akan diberikan oleh laki – laki tersebut atas tindakan lancang sang tunangan.


Arnold melirik sekilas kearah Crystal yang terlihat sangat bahagia saat berdekatan dengan idolanya. Meski hatinya kesal, namun dia memikirkan apa yang akan didapatkannya nanti malam, membuat hatinya tersenyum.


“ Kurasa itu impas dengan hasil yang akan kudapatkan nanti malam…”, batinnya tersenyum licik.


Setelah selesai berfoto, kookie yang sudah dijemput manajernya segera meninggalkan kediaman Arnold dengan Emily yang mengantarnya keluar dari dalam rumah


Melihat adik tirinya sama sekali tidak bereaksi membuat Mike tersenyum jail. Dia sungguh penasaran apa yang akan terjadi jika dia memprovokasi adiknya itu sekarang.


“  Tak kusangka kamu begitu murahan…sudah mempunyai tunangan tapi masih saja k*******n seperti itu…”, ucap Mike dengan nada mengejek.


“ Tunanganku saja tidak masalah…kenapa juga kamu yang ribut. Bukan begitu sayang….”, balas Crystal tajam sambil tersenyum manis kearah Arnold.


“ Aku  mengijinkannya…”, jawab Arnold datar dan kembali acuh.


“ Tapi itu tetap saja tidak bagus…bagaimana nanti tanggapan orang yang melihat foto itu…”, ucap Mike mencoba kembali memprovokasi.


“ Tentunya akan banyak yang iri saat melihat foto itu…. karena aku sangat cantik….”, ucap Crystal penuh percaya diri.


Melihat Mike kesal karena usahanya untuk memprovokasi Arnold tidak berhasil membuat Crystal dalam hati tersenyum puas.


" Kenapa wanita ini menjadi lebih pintar sekarang...." batin Mike geram


Mike sangat geram saat Crystal terus saja membalikkan ucapnnya, diapun kemudian menatap kearah  Adisty agar gadis itu mau membantunya. Adisty yang mengerti  arti tatapan yang diberikan oleh Mike segera bersuara.


“ Benar itu tidak apa – apa, tapi setidaknya kamu juga harus menjaga perasaan tunanganmu Crystal…”, ucap Adisty sok bijak.


“ Kan tadi Arnold sudah bilang kalau dia mengijinkanku berfoto. Kalian bilang begitu karena kalian iri kan…jomblo memang begitu…”, ucap Crystal dengan tatapan mengejek kearah Mike.


“ Kamu itu yang jomblo…”, ucap Mike ketus.


“ Yang…lihat kakakmu…dia mengataiku jomblo, bukankan itu sama dengan mendoakan agar kita segera putus…”, renggek Crystal dengan suara dibuat seimut mungkin.


Mendengar kata “ Sayang” untuk kesekian kalinya dalam pagi ini membuat hati Arnold bertambah hangat. Apalagi tatapan puppy eyes yang ditunjukkan Crystal lewat sorot matanya membuat hati Arnold  menjadi tak menentu. Diapun segera menatap tajam sang kakak yang ada dihadapannya dengan nada mengancam.


Mike yang ditatap tajam oleh adik tirinya terlihat beberapa kali menelan ludah akibat tenggorokannya yang tiba – tiba terasa sangat kering.


“ Aku hanya iseng Arnold…jangan dianggap serius semuanya…”, ucap Mike sambil tersenyum garing.


“ Awas kamu Crystal…akan kubalas nanti….”, batin Mike geram.


Crystal yang mendapatkan tatapan tajam dari Mike tetap acuh sambil menyesap habis minuman yang ada dihadapannya.


Tidak ingin melanjutkan drama pagi yang membuang waktu itu, Crystalpun mulai bangkit dari duduknya, mengambil tas dan melangkah keluar.


Tapi baru beberapa langkah, dia kembali memutar  badannya dan berjalan menuju tempat Arnold duduk, merangkulnya dari belakang. Dan saat Arnold  menoleh, Crystal langsung mengecup bibir tunangannya itu sekilas.


“ Jangan lupa rindukan aku ya…”, ucapnya dengan nada manja.


Setelah melakukan aksi nakalnya, Crystalpun segera berlari keluar rumah dengan senyum bahagia dan wajah bersemu merah karena malu.


Adisty dan Mike yang melihat pemandangan tersebut menatap tak percaya. Namun tidak dengan Arnold yang semakin yakin jika keputusannya untuk memperbolehkan Crystal kuliah adalah keputusan yang tepat.


Beberapa kali tindakan implusif yang dilakukan Crystal terhadapnya membuat rasa cinta yang mulai hadir dalam hati Arnold  tumbuh dengan subur.