
Sore hari Felly tiba di rumah ia terkejut melihat mobil El yang sudah terparkir rapi di halaman rumah nya, dengan cepat Felly berjalan masuk kedalam rumah dan benar saja ada kekasih nya yang sedang duduk berbincang dengan sang Daddy.
"Nah Felly sudah pulang sayang." Ucap tuan James, Felly mengangguk dan tersenyum. Sementara El hanya menatap Felly dengan datar.
"Baiklah kalian berbicara saja, dad dan mommy masuk kedalam dulu." Ucap tuan James, nyonya Alicia tersenyum gemas kepada putrinya.
"Mommy masuk dulu sayang." Ucap nyonya Alicia, tak lupa ia mengecup kening sang putri lebih dahulu.
Setelah kepergian nyonya Alicia dan tuan James Felly menatap El heran, kenapa sejak tadi kekasihnya itu hanya diam tanpa bersuara.
"Kau kenapa, apa kau sakit gigi?" Tanya Felly polos.
"Apa tidak ada yang ingin kau jelaskan kepadaku?" Ucap El balik bertanya.
"Huh? Aku bertanya kenapa kau balik bertanya?" Ucap Felly.
"Karena kau salah." Balas El, membuat Felly memutar otaknya kesalahan apa yang telah ia lakukan.
"Sayang katakan saja kesalahan apa yang aku lakukan, seingatku aku tidak melakukan kesalahan apapun." Ucap Felly, El mencubit gemas pipi kekasih nya itu.
"Siapa lelaki yang bersama denganmu di toko buku?" Tanya El, Felly kembali diam ia mengingat-ingat.
"Tuan Niko maksudmu?" Tanya Felly, El menggelengkan kepalanya membuat Felly kembali berfikir.
"Kau tidak mengingatnya atau pura-pura tidak ingat honey?" Tanya El, Felly tertawa kecil dan menggelayut manja di lengan kekar El.
"Aku tidak tahu dia siapa sayang, aku juga tidak mengenal dia sungguh." Ucap Felly, El diam menatap Felly dengan sendu.
"Tapi kau banyak berbicara dengan nya." Ucap El, Felly tersenyum jahil.
"Jangan bilang kalau tuan muda ku ini sedang cemburu, hayoo ngaku cemburu kan kamu." Goda Felly, El mengalihkan pandangan.
"Tidak, untuk apa aku cemburu." Ujar nya, Felly tertawa kecil.
"Jadi kamu gak cemburu nih? Yakin hmmmmmm." Ucap Felly, El memeluk Felly erat membuat tawa Felly pecah.
"Bohong lah kalau aku gak cemburu, aku gak bisa bee liat kamu dekat dengan lelaki lain. Jangan bikin aku panik dan khawatir lagi." Ucap El, Felly tersenyum membalas pelukan El.
"Tenang saja hati dan cintaku hanya untukmu tuan muda." Kekeh Felly, El tersenyum dan menatap wajah Felly sendu lalu mengecup pipi dan kening Felly.
Di tempat lain tepat nya di kediaman Tio dan tata terlihat dua orang lelaki yang sedang berhadapan, Tio menatap putranya. Tio sudah mengetahui informasi mengenai putranya yang sedang gencar mendekati Ayaza.
"Ada apa papi memanggil ku?" Tanya Kenzo, tip tersenyum tipis.
"Papi ingin kamu mengurus perusahaan milik opa mu Ken." Ucap Tio, ya papa Tio memiliki perusahaan besar yang harusnya di pimpin oleh Tio.
Namun lelaki itu lebih suka bekerja di rumah sakit, dan akan jarang sekali ke kantor. Karena Tio tidak bisa fokus pada perusahaan akhirnya papa Tio meminta Kenzo yang memimpin nya.
"What? Papi gak salah ngomong kan?" Tanya Kenzo, ia belum siap untuk mengelola perusahaan sang opa yang begitu besar.
Jika Kenzo menyetujui ia akan sulit untuk membagi waktunya dengan Ayaza, Kenzo tak ingin kecolongan dan tidak ingin Ayaza jatuh ke pelukan orang lain.
"Tentu saja tidak." Jawab Tio.
"Pi, jangan becanda Pi." Ucap Kenzo, Tio mengernyit ia sedang tidak becanda.
Toh ini juga yang terbaik untuk Kenzo nanti, ini untuk masa depan Kenzo. Tio dan Tata berharap Kenzo berhasil dalam mengelola perusahaan besar keluarga Tio.
"Pi masih ada Kevan kan, kenapa harus Kenzo?" Tanya nya.
"Ken ingat kamu lebih tua dari Kevan, dan ya papi dengar kamu sedang berusaha untuk mendekati Ayaza." Ucap Tio, Kenzo mengangguk tapi ini tidak ada hubungannya dengan Ayaza.
"Ya, tapi ini tidak ada hubungannya dengan Ayaza Pi." Ucap Kenzo, Tio tertawa kecil menatap putra sulungnya.
"Ken dengar Ayaza anak gadis satu-satunya aunty Dena dan uncle Keanu, apa kau yakin mereka akan memberikan putrinya kepada lelaki yang tak bisa apa-apa? Sementara Ayaza gadis itu mungkin akan menerima kamu jika kamu berhasil membuat nya jatuh cinta, tapi jangan lupakan opa Richard yang sayang menyayangi Ayaza. Mereka akan mencari lelaki yang mampu membahagiakan Ayaza." Ucap Tio, cara satu-satunya untuk membuat Kenzo mau turun ke perusahaan adalah menyeret nama Ayaza di dalam nya.
"Ayaza selalu mengatakan jika dia tak butuh banyak harta." Ucap Kenzo, Tio dan tata tertawa kecil.
"Bukan hanya Ayaza mungkin setiap wanita akan mengatakan hal seperti itu, tapi ingat lelaki yang baik akan memberikan semua untuk wanita yang dicintainya. Lelaki bertanggung jawab tak akan membiarkan wanitanya merasakan kesulitan." Ucap Tio, Kenzo diam ia merasa tertampar dengan ucapan sang papi.
Kenzo berfikir selama ini Ayaza menolak semua pemberian nya, apa karena Ayaza berfikir itu bukan uang Kenzo melainkan uang orang tua Kenzo.
"Ingat Ken wanita tidak akan memberatkan lelaki yang dicintainya, tapi kamu haru mengerti dia tidak meminta bukan berarti tidak ingin. Mungkin selama ini Aya menolak semua yang kamu berikan karena itu bukan uang hasil kerja kamu, coba kalau kamu mau mengelola perusahaan papi mu pasti Aya akan berfikir itu semua uang hasil keringat mu." Ucap tata.
Setelah banyak berfikir akhirnya Kenzo mau, ia akan turun ke perusahaan sambil kuliah. Kenzo merasa dirinya seperti bayangan Rafael, karena El sudah cukup lama juga turun ke perusahaan sang Daddy.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Buat gue aja Kenzo nya 😂*
A: Semua aja Lo mau Uun 😒
N: Kalau bisa semua kenapa harus satu 😎😂
A: Dasar nya Maruk emang 😒
N: Mon maap Thor, suka hilap emang 😂😂😂
A: Hilihhhh 😌
N; 😂😂😂😂