
Keesokan harinya El baru pulang dari sekolah, bocah lelaki itu berlari ke dalam rumah. El pulang sekolah di jemput oleh supir dan kedua bodyguard nya.
"Mommy anak ganteng pulang." Teriak El, membuat Keanu yang sedang duduk di ruang tengah menoleh.
"Anak ganteng pulang itu Salim dulu." Sindir Keanu.
"Oiya, Daddy anak ganteng nya pulang." Ujar El ngeyel.
"Yaampun punya anak begini amat." Ucap Keanu, membuat Dena tertawa.
"Jangan solimi ya bro ya, baru pulang sekolah nih." Ucap El sinis.
"Heran mommy nya ngidam apa pas hamil, solimi makin hari makin meningkat aee bro." Ucap Keanu, namun El hanya melengos saja.
El duduk di lantai dan bermain-main dengan mobilan nya, Keanu menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah laku putranya.
"Heh, ganti baju dulu." Ucap Keanu.
"Tidak nanti saja." Jawab El.
"Ini anak, ganti cepat nanti baju nya kotor." Ucap Keanu lagi.
"Apakah Daddy El hilang ingatan, bukankah Daddy memberi beberapa seragam sekolah untuk El. Kalau tidak El kotori sayang yang lainnya tidak terpakai." Jawab nya santai, sampai membuat Keanu dan Dena saling pandang.
"Kamu waktu kecil kaya gini kan mom?" Ujar Keanu.
"Ngarang mana ada, kamu kaya nya yang seperti ini." Ucap Dena tidak ingin kalah.
"Gak deh sayang, aku gak kaya gitu perasaan." Ucap Keanu.
"Ya aku juga enggak lah." Balas Dena.
"Stooooppppp, El salah soalnya udah dengerin apa kata eyang." Ujar nya jujur.
Dena dan Keanu penasaran turun dari sofa dan duduk di hadapan putranya, mereka yakin jika Oma pasti memberikan arahan kurang baik kepada putranya.
"Eyang bilang apa El?" Tanya Keanu kepo.
"Eyang bilang, El kan baju sekolah nya banyak jadi gak apa-apa kalau El kotori. Kalau rusak juga enggak apa-apa, Daddy kan banyak duid nya." Jawab El polos, membuat Dena dan Keanu menganga.
Nathan yang baru datang tertawa mendengar ucapan Rafael, ia duduk di sofa membuat Dena dan Keanu menoleh.
"Bukan anak kalian doang, nathia juga di ajarin begitu sama Oma." Ucap Nathan mendengus kesal.
"Bisa-bisanya Oma bilang begitu, padahal dulu dia yang paling bawel kalau cucuk nya gak ganti baju pas pulang sekolah." Grutu Keanu.
"Kaya yang gak tau aja, Oma kan emang solimi." Kesal Nathan, mengingat kembali ulah sang Oma.
Suster El membawakan pakaian ganti, dan Dena langsung menggantikan pakaian putranya.
"Lain kali jangan dengerin apa kata eyang, tapi kalau yang baik-baik boleh oke." Ucap Dena, El pun mengangguk.
"Habisin duid Daddy boleh tidak mom?" Tanya nya polos.
"Boleh El, tenang duid Daddy gak akan habis meskipun El kuras tiap hari." Kekeh Nathan, membuat Keanu mendelik.
Bukan apa-apa Kean tidak ingin El menganggap semuanya mudah, Kean juga tidak ingin Rafael akan berlindung dibalik kekayaan orang tuanya.
"Tapi Daddy pernah bilang El harus kerja jika El ingin sesuatu." Ujar nya.
"Gaya kerja, kalo ulang tahun nya aja gak pake mikir-mikir buat kasi kado begituan." Ujar Nathan membuat Niken tertawa.
"Ribet ya bro, dah lah El makan dulu sana sama suster udah itu bobok." Ucap Keanu, Rafael pun menurut.
Meskipun El terlihat dekat dengan Kean, tapi El tahu jika Keanu Daddy nya yang harus ia hormati. Sekalipun Kean tidak memberi jarak di antara keduanya.
"Karen kemana?" Tanya Nathan.
"Ohh gitu." Ucap Nathan, lelaki itu menatap Keanu seakan bertanya keadaan Dena.
Dan Keanu membalas tatapan Nathan, seakan menjawab jika Dena baik-baik saja.
...
Di tempat lain terlihat tata dan Chika yang sedang duduk di kediaman tata, Chika ingin menemui Dena namun mereka tidak ingin membuat Dena kembali bersedih.
"Gue bingung orang sebaik ayah Rio masih aja ada orang yang berniat celakain." Ucap Chika.
"Iya bener, gue tuh pengen banget gitu kan ketemu Dena dan peluk Dena Chik." Ucap tata.
"Bener ta, gue pengen ada di saat-saat tersulit dia." Ucap Chika.
"Iya gue tuh pengen nemenin dia di saat galau, kaya_" Ucapan tata terhenti.
"Kaya apa? Lo mau bilang pas si Dena galau di tinggal nikah sama si ular pucuk kan Lo." Sengit Chika, Chika orang yang rada anti jika membahas Carl.
"Yaelah Chik, biar ular pucuk begitu dia ganteng Chik." Ucap tata.
"Ganteng doang gak cukup ta, Lo ingat sekarang Dena udah punya yang lebih ganteng." Ucap Chika.
"Iya lah, jauh lebih ganteng Chik yang inimah. Udah ganteng muka, ganteng hati, ganteng dompet gak lupa rekening nya juga ganteng." Ujar tata membuat Chika tertawa.
"Jangan melupakan yang black-black ta." Kekeh Chika.
"Kalau soal duid gercep ya Wak." Ujar tata, Chika dan tata pun tertawa dengan kekonyolan keduanya.
Begitulah mereka jika sudah kumpul tidak bisa serius, berbeda jika sudah membahas si barisan sudah pasti serius semua.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Kalau udah tata sama Chika kumat solimi nya🤣
A: Jangan sedih Mulu lah, ga asik 😂
N: Kan jadinya nano-nano Thor 😭
A: Ya keren, jangan lupa vote 😉
N: Okhey 🤗*