Love Destiny

Love Destiny
Epson 265



Keesokan harinya Devika memutuskan untuk pergi ke rumah El, karena ia sudah ada janji dengan Ayaza.


Devika menatap rumah besar dan mewah itu, ia melihat seorang lelaki berjalan ke arah pintu dan berdiri di hadapan nya.


"Devika." Ucap El, Devika pun tersadar.


"El." Balas nya.


"Tumben ada apa kemari?" Tanya El.


"Ah, ini aku ingin menemui_" Ucapan Devika pun terhenti.


"Devika, pasti nyari Ayaza ya. Ayok masuk sayang Yaza masih di kamar nya." Ucap Dena, Devika pun tersenyum dan menghampiri Dena.


"Iya aunty aku ada janji dengan Ayaza." Ujar nya.


El hanya mengedikan bahu nya saja, lelaki itu melanjutkan langkahnya menuju gazebo taman belakang.


"Kak Vika." Panggil Ayaza, gadis cantik itu berlari memeluk Devika.


"Hai Yaza." Sapa Vika.


"Kita langsung pergi saja ya." Ucap Ayaza.


"Tunggu kalian mau pergi kemana?" Tanya Dena.


"Kita mau pergi ke toko buku mom, karena kemarin aku belum mendapatkan semua buku yang aku butuhkan." Ucap Ayaza.


"Kenapa kamu meminta antar Devika Yaza." Tanya Dena.


"Karena aku juga kebetulan akan mencari buku untuk tugas kuliahku aunty." Jawab Devika, Dena pun menatap putrinya.


"Biar El yang mengantar kalian." Ucap Dena.


"Tidak perlu, aku membawa mobil aunty ayaza bisa pergi bersama denganku." Ucap Devika, Dena menolak ia tetap ingin Rafael mengantarkan keduanya.


Disinilah mereka berada di dalam mobil milik Rafael, Ayaza dan Devika duduk di kursi belakang dan itu membuat El kesal.


"Bisa-bisanya kalian duduk di belakang semua, kalian kira aku ini supir." Cetus El.


"Kakak kau itu kenapa selalu protes, lakukan saja tugasmu untuk menjaga kami." Ucap ayaza.


"Kau itu benar-benar ayaza, jika kau bukan adikku sudah aku lempar kau ke Pluto!" Ujar El, Ayaza tidak terlalu mempedulikan ucapan sang kakak.


Devika memperhatikan El dan tanpa sengaja keduanya beradu tatap, saat El melihat kaca kecil di hadapannya.


Dengan cepat Devika memalingkan wajahnya ke jendela mobil, gadis itu menatap jalanan yang begitu ramai.


Skip sampai!!!


Devika dan ayaza berjalan lebih dulu masuk kedalam toko buku, Ayaza dan Devika mencari buku yang mereka butuhkan.


Hingga tiba-tiba El berdiri di belakang Devika dan membuat Devika terkejut, Devika mencebikan bibirnya.


"Ish, kau itu muncul tiba-tiba." Ucap Devika, El tertawa kecil.


"Kau mencari buku apa gadis kecil." Kekeh El, lelaki suka sekali mengatai Vika gadis kecil. Karena di antara dirinya dan yang lain Devika lah yang paling muda, namun Vika selalu bersikap dewasa seperti Nathia.


"Berhenti memanggilku gadis keci, aku sudah besar El." Protes nya, saat El dan Devika berdebat seseorang menarik tangan El tiba-tiba.


"Rafael, kamu disini juga ternyata." Tanya Liodra, membuat El mengangguk wajah datar nya mode on lagi.


"Devika? Kau pergi bersama Devika?" Tanya Liodra, gadis itu menatap Devika sinis awalnya ia mengira El dan Devika hanya teman dan tidak sedekat ini.


"Iya." Ucap El santai, membuat Devika tercengang.


"Tidak, El pergi bersama adiknya." Ucap Devika, membuat El mengernyit.


"Adik, kau juga dekat dengan adik El Devika." Ucap Liodra.


"Ish, kau ini kenapa malah meng interogasi aku. Tentu saja aku mengenalnya kedua orang tua kami begity dekat." Cebik Devika, tidak lama ayaza pun datang.


"Iya za." sahut Devika.


"Aku ingin membeli novel, menurut kakak lebih menarik yang ini atau yang ini?" Tanya nya.


"Menurut ku lebih bagus yang ini." Ucap Liodra menunjuk novel sebelah kiri, yang di pegang oleh Ayaza.


"Benarkah?" Tanya Ayaza.


"Kalau menurut kak Vika lebih bagus yang mana?" Tanya Ayaza, Devika tersenyum dan menunjuk novel sebelah kanan.


"Yang ini menurutku lebih menarik." Ucap Devika, Ayaza pun tersenyum.


"Baiklah aku akan memilih novel yang dipilih kak Vika." Ucap Ayaza, hal itu membuat Liodra memicingkan matanya.


"Kau sudah selesai za?" Tanya El.


"Sebentar lagi kak, apakah kak Vika sudah selesai?" Tanya Ayaza.


"Hmmmmm." Balas Vika.


"Baiklah beri aku waktu 15 menit lagi, aku akan segera menyelesaikan nya." Ucap Ayaza, kini gadis itu pergi begitu saja.


Sementara Devika dan Liodra saling menatap satu sama lain, tiba-tiba El melepaskan tangan Liodra yang memeluk tangan nya.


"Ayok, sepertinya Ayaza sudah selesai." Ucap El menarik tangan Devika, keduanya pun pergi meninggalkan Liodra yang mematung.


Devika tersenyum tipis saat melihat wajah kesal Liodra, karena kemarin Liodra lah yang membuat nya kesal.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


Jangan lupa mampir ke sebelah ya gaes yang judulnya (JURNEY OF LOVE) 🙏😊**


N: Akhirnya gue puas hari ini 😂


A: Lah ngapa Lo 😌


N: Puas aja liat tingkah El kaya gitu 😂


A: Gitu doang puas 😒


N: Suka-suka gue dong 😂


A: Iya dah terserah elo terserah 😒


N: 🤣🤣🤣*