
Satu Minggu berlalu kini Dena sedang duduk di sofa ruang tengah, ia memainkan ponselnya sementara El bocah itu sedang bermain dengan para sepupu dan suster nya.
"De." Panggil Karen.
"Iya kak, ada apa?" Sahut Dena.
"Kean gak minta kamu buat anterin makan siang?" Tanya Karen.
"Enggak, hari ini Kean ada meeting di luar." Jawab Dena.
"Ohhh begitu." Ujar Karen, Dena pun menoleh menatap kakak ipar nya.
"Kenapa? Kakak gak anterin makan siang buat kak Kai?" Tanya Dena.
"Enggak, nanti biar supir saja yang mengantarkan." Jawab Karen, Dena pun mengangguk dan tersenyum.
"Mommy El pipis ya." Ujar nya, Dena pun menoleh.
"Pipis di pempers aja kenapa boy." Ucap Dena.
"Nanti basah." Ujar nya.
"Lalu apa gunanya pempers yang kamu pakek jamil, mommy pakein pempers biar gak bolak-balik kamar mandi." Ucap Dena.
"Mommy." Ucap El lagi.
"Ini anak mulai solimi ya sist, ayok mom antar." Ucap Dena.
"No, El sendili." Ujarnya, El meminta Dena untuk melepaskan celana dan pempers yang ia kenakan.
Setelah itu El langsung berlari ke kamar mandi, semenjak hari itu El menjadi berteman dekat dengan air.
Dena yang merasa putranya lama tidak kembali pun ijin untuk menyusul El kepada Karen, saat dalam kamar mandi ia melipat kedua tangannya di dada.
"Rafael Richard." Ujar Dena membuat El menoleh.
"Hehe." Tawa nya.
"Keluar, suruh siapa basah-basahan?" Ucap Dena.
"Mandi mommy." Jawab El.
"Kamu sudah mandi, yaampun kalau Daddy mu tau bisa di karungin kamu boy." Ujar Dena.
"Loh kenapa El?" Tanya Karen.
"Main air." Ucap Dena.
"Lah, anak CEO main nya di kamar mandi bro." Kekeh Karen.
"Mandi mami." Ucap El.
"Mandi, baju kamu basah semua itu yaampun." Ucap karen tertawa kecil.
Dena melepaskan semua pakaian yang dikenakan oleh putranya, lalu ia menggendong tubuh mungil El ke kamar.
"Mmommy." Rengek nya.
"Enggak." Ucap Dena.
"Gak boleh main air kaya gitu, gak ada mainan lain apa giman si kamu sampai main di kamar mandi." Ucap Dena, kini ia sedang memakai kan baju El.
"Bocah, masih kecil udah tau gabut. Di ajarin siapa?" Kekeh nya.
"Haha." Tawa El.
Sore hari Keanu pulang dari kantor, ia melihat El yang sedang duduk di ruang keluarga lantai dua.
"Heh, ngapain?" Tanya Kean.
"Main." Jawab El.
"Mommy mana boy." Tanya nya lagi, kali ini Kean mencium pipi gembul El.
"Di kamal (kamar)." Jawab nya.
"Oke, Daddy ke kamar dulu." Ucap Keanu, El pun hanya mengangguk saja.
Di dalam kamar Kean langsung memeluk tubuh Dena dari belakang, hal itu membuat Dena terkesiap.
"Ish, ngagetin aja." Ujar nya.
"Loh, kenapa kok kaget." Tanya Kean tertawa kecil.
"Aku kira siapa yang masuk ke kamar." Jawab Kean.
"Aku lah siapa lagi, memang ada yang berani masuk kesini selain aku." Ucap Keanu.
"Ya enggak ada si, cuma kamu doang." Ujar Dena tertawa kecil.
"Menggemaskan sekali istri aku ini." Ucap Kean menciumi wajah Dena.
"Jangan macem-macem dad, mandi dulu ih." Ucap Dena, Kean pun tersenyum dan mengecup sekilas b*b*r Dena.
"Iya aku mandi, mau bareng gak?" Goda Kean.
"Mesuuummmmmmm." Pekik Dena, sementara Keanu tertawa lepas karena berhasil menggoda istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
*A: Maaf telat up, kemarin aku kurang enak badan 😌
N: Gak apa-apa Thor, cepet sembuh 😊
A: Makasi 🤗*