Love Destiny

Love Destiny
PERJANJIAN



Saat ini keluarga Abraham dan keluarga Lincoln sibuk mempersiapkan acara pernikahan Arnold dan Crystal yang hanya tinggal menghitung hari.


Bagi Abraham ini kedua kalinya dia menikahkan putrinya, namun karena pernikahan Leony yang diselenggarakan secara sederhana dan tertutup, maka untuk acara pernikahan Crystal, dia akan berusaha semaksimal mungkin agar acara bisa berjalan dengan lancar.


Apalagi besannya sekarang adalah salah satu keluarga yang punya pengaruh besar di negeri ini, tentunya dia tidak ingin mengecewakan semua pihak.


Meski keluarga Lincoln sudah berkata bahwa semuanya akan diurus dan dibiayai mereka, namun Abraham juga tidak ingin hanya berpangku tangan tanpa melakukan kontribusi apapun.


Dia bersikeras untuk turut andil dalam acara yang akan putrinya lakukan sekali seumur hidup ini. Karena waktu yang sangat pendek dan tidak ingin berdebat, Elisabeth pun mempersilahkan calon besannya itu untuk mengurusi sebagian dari persiapan acara agar semua pihak merasa puas dan  bahagia.


Sementara itu, Crystal dan Arnold yang sedang perusahan Abraham Group  terlihat sedikit bersitegang saat ini. Pasalnya, Crystal ingin membuat perjanjian pra nikah yang bagi Arnold itu sangat tidak masuk akal.


Crystal tidak ingin mengalami nasib yang sama seperti kehidupannya terdahulu, maka dari itu dia membuat perjanjian tertulis yang disepakati oleh kedua belah pihak.


“ Apa harus seperti ini?…”, tanya Arnold sambil mengembuskan nafas secara kasar.


Arnold masih tidak habis pikir, apa sebenarnya tujuan Crystal membuat perjanjian yang sangat tidak masuk akal itu baginya


Disana tidak mencantumkan mengenai pembagian harta ataupun kompensasi apapun, seperti perjanjian pra nikah pada umumnya.


Hanya ada lima item, yang pertama harus saling terbuka dan jujur. Untuk hal ini, Arnold masih bisalah menyetujui karena keterbukaan dan kejujuran antara satu orang dengan yang lainnya sangat diperlukan dalam sebuah hubungan agar bisa berjalan harmonis.


Yang kedua, semua permasalahan yang ada, harus dikomunikasikan dan diselesaiakan bersama. Ini juga Arnold cukup setuju, meski dia menambahkan catatan bahwa dalam penyelesaian masalah akan dilakukan secara bersama jika itu tidak membahayakan nyawa, namun jika terindikasi berbahaya, maka Arnold lah yang berkewajiban untuk menyelesaikannya, selaku kepala keluarga.


Meski hal ini mendapatkan pertentangan dari Crystal, namun setelah berdebat cukup lama, akhirnya keduanya menyetujui dengan beberapa tambahan redaksional.


Yang ketiga adalah saling menghormati dan menghargai setiap keputusan yang telah diambil bersama. Untuk ini keduanya langsung sepakat tanpa ada perubahan apapun didalamnya.


Keempat, membiarkan Adoff tinggal bersama mereka. Ini jelas ditentang oleh Arnold mengingat Adoff adalah hewan buas, bukanlah hewan peliharaan seperti anjing atau kucing.


Crystal yang dalam dalam kehidupan sebelumnya selalu diselamatkan oleh Adoff setiap kali ada bahaya yang mengancam nyawanya merasa akan lebih aman jika serigala putih itu tinggal bersama dengannya.


Menikah dengan Arnold bukanlah hal yang aman. Karena saat musuh – musuh Arnold tahu jika Crystal adalah istri dan kelemahan calon suaminya itu, maka tidak sedikit musuh yang akan menggunakannya sebagai umpan untuk menghancurkan calon suaminya itu.


Bukan hanya point keempat Arnold tidak setuju, namun juga point kelima yang lagi – lagi itu berhubungan dengan serigala putih peliharaannya.


Dimana point kelima berbunyi jika Adoff akan ikut kemanapun mereka pergi. Disini Arnold merasa jika Adoff adalah pihak ketiga yang cukup meresahkan baginya.


Bagaimana tidak, dua point dalam perjanjian yang diusulkan oleh Crystal berkaitan dengan hewan buas itu. Seakan – akan  posisi serigala putih itu sangat penting dihati Crystal, membuat api cemburu dalam hati Arnold mulai berkobar.


“ Jangan bilang, kamu cemburu dengan Adoff ?...”, tanya Crystal dengan tatapan menyelidik.


“ Baguslah jika tidak…karena menurutku sangat picik jika kamu cemburu dengan hewan kesayanganmu sendiri…”, ucap Crystal menyindir.


Tidak mau dibilang picik, Arnoldpun memberikan beberapa catatan tambahan untuk point keempat dan kelima yang pada awalnya ingin dia hapuskan dari dalam isis pernajian yang dibuat oleh Crystal.


“ Gimana tuan muda tidak cemburu jika dari lima point yang dibuat, dua point khusus untuk Adoff. Apalagi jika ada Adoff, nona Crystal seolah lupa dengan keberadaan tuan muda yang selalu disampingnya… ”, batin Emily menghembuskan nafas pasrah.


Emily hanya bisa saling lirik tanpa kata dengan Andrew melihat pertengkaran dua sejoli yang sebentar lagi akan menjadi suami istri itu.


Arnold yang pada awalnya sangat menolak keras perjanjian tersebut dan tidak mau menandatanganinya, dengan berat hati mengalah dan menandatangani perjanjian tesebut setelah mendapatkan lima kali revisi dan ancaman dari Crystal.


“ Sebegitu pentingkah binatang bau itu bagi dirimu hingga kamu mengancam akan meninggalkanku…”, ucap Arnold setengah frustasi waktu Crystal mengancam akan membatalkan pernikahan dan meninggalkannya jika dua item terakhir dari perjanjian dihapus.


“ Jika ada ini, kamu tidak akan berani untuk membuang Adoff. Meski kamu terus menyangkalnya, aku tahu jika kamu sangat cemburu dengannya…”, ucap Crystal mencibir.


Crystalpun memegang perjanjian yang telah ditandatangani oleh Arnold dengan perasaan puas. Dengan ini, untuk sementara waktu dia aman dan sebagai jaminan calon suaminya itu tidak akan membuang Adoff dan menjauhkan serigala putih itu darinya.


“ Baik. Aku mengaku kalah kali ini. Tapi dia harus diikat jika ingin tinggal di rumah…”, ucap Arnold mengalah.


“ Tidak !!!...itu sangat menyiksa baginya…”, ucap Crystal sedih.


“ Sayang…dia itu binatang buas. Para pelayan tentunya akan ketakutan jika dia berkeliaran didalam rumah…”, Arnoldpun berusaha member pengertian kepada calon istrinya itu.


" Aku akan melatihnya agar patuh....", Crystal masih kekeh dengan keingginannya.


" Melatihnya hanya akan membuatnya jinak jika ada kamu. Apa kamu yakin dia tidak akan melukai orang lain jika kamu tidak ada di rumah ?...", ucap Arnold berusaha untuk membuat Crystal berpikir ulang untuk keputusannya.


Untuk sejenak, Crystal mulai memikirkan semua kata yang diucapkan oleh Arnold.  Bagaimanapun juga, dia tidak ingin keberadaan Adoff membahayakan orang lain. Tujuannya adalah untuk menjaga dirinya. Tidak ingin bersikap egosi diapun setuju dengan Arnold.


“ Baiklah…dia akan diikat dan bebas berkeliaran jika para pelayan sudah beristirahat atau ada aku dirumah…”, ucap Crystal menurut.


“ Gadis baik…”, ucap Arnold sambil mengelus kepala Crystal dengan lembut.


Meski sedikit kecewa dengan keingginan sang istri yang ingin selalu berdekatan dengan hewan bau tersebut. Namun Arnold juga harus bijak, mungkin calon istrinya itu mempunyai pertimbangan tersendiri dalam keputusan yang diambilnya kali ini.


Melihat keduanya berhenti bertengkar dan mulai kembali harmonis, Andrew dan Emily akhirnya bisa bernafas dengan lega.


" Semoga mereka selalu rukun damai seperti ini agar jantung semua orang bisa tetap sehat...", batin keduanya saat melihat pasangan tersebut terlihat saling bercanda dengan mesra, seakan dunia milik berdua dan mengabaikan semua orang yang berada disekitarnya.