
Dena menatap putrinya, menunggu putri tercintanya mengeluarkan suara.
"Tidak mom, mommy begitu baik kepada oma dan eyang." Ujar nya.
"Hmmmmmm, karena setiap orang dan setiap keluarga itu berbeda. Jika kita tahu orang lain seperti itu, maka kita harus menjadikan nya pelajaran sayang. Itu artinya kita jangan sampai sama seperti orang itu, kita harus baik kepada siapapun." Ucap Dena, Ayaza mengangguk ia mengerti apa yang di maksud oleh Dena.
Jika yang Ayaza lihat Dena dan nyonya Ellen terlihat seperti anak dan ibu, itu artinya Dena tidak menganggap nyonya Ellen sebagai mertua nya. Tapi Dena menganggap nyonya Ellen sebagai ibunya, sebagai orang tuanya maka dari itu nyonya Ellen juga memperlakukan Dena sebagai putrinya bukan sebagai menantu nya.
Rafael pulang dan heran melihat wajah sembab adik nya, ia berdiri menatap Ayaza dan mommy yang sedang menenangkan gadis itu.
"Aya kenapa?" Tanya El, Dena mendongak dan tersenyum.
"Aya lagi takut kehilangan kakak nya." Ucap Dena, sedikit menggoda. Karena ia tahu kedua anaknya memiliki rasa gengsi yang tinggi seperti Daddy nya.
"Huh? Pergi kemana aku gak kemana-mana." Ucap El, Dena tertawa kecil melihat kebingungan putranya.
"Aya takut setelah menikah nanti kakak gak sayang lagi sama Aya, Aya juga takut setelah menikah nanti kak Felly dan kak El ninggalin Aya, ninggalin mommy, dan ninggalin Daddy." Ucap Dena, Rafael tertegun sebegitu sayang nya kah Ayaza kepadanya.
"Dapat pemikiran seperti itu darimana Queen?" Tanya El, ya El kadang suka memanggil adik nya dengan sebutan Queen.
"Tidak ada." Ucap Ayaza, gadis itu menyembunyikan wajahnya di dada sang mommy.
"Kenapa bisa berfikir seperti itu?" Kini El duduk di hadapan Dena dan Ayaza.
"Temannya cerita kak, katanya setelah menikah sikap kakak nya berubah. Kakak ipar nya tak mau membantu ibunya yang tengah mengalami kesulitan, teman nya berkata ia takut jika orang tuanya sudah tiada nanti ia harus berlindung kepada siapa selain kepada kakak nya." Ucap Dena menjelaskan, Ayaza kembali menangis membayangkan posisi itu terjadi kepada dirinya dan mommy.
Rafael bangun dan menarik Ayaza kedalam pelukannya, El tahu perasaan sang adik. Apalagi selama ini El selalu bersikap dingin kepada sang adik, hanya sesekali keduanya akan bercanda. Mungkin Ayaza berfikir jika El seperti itu ia harus kemana, kakak Ayaza hanya satu yaitu Rafael.
"Hey, jangan berfikir seperti itu kakak tidak akan meninggalkan Ayaza. Kakak akan disini bersama dengan Aya." Ucap El, mendengar perkataan sang kakak Ayaza kembali meraung.
"Tuh, kakak saja berkata tidak akan meninggalkan Aya. Mana bisa kakak meninggalkan Aya, kalau Aya menjadi adik satu-satunya kakak. Aya itu duplikatan nya mommy, kakak tidak mungkin membiarkan Aya sendiri." Ucap Dena mengelus kepala sang putri, Ayaza terkenal sebagai gadis kuat. Tapi ia lemah jika menyangkut kakak, mommy dan Daddy nya.
Ayaza tidak rela kehilangan ketiga nya, Ayaza ingin memeluk dan menggenggam ketiganya. Ayaza tak ingin mereka semua meninggalkan Aya disaat Aya belum siap.
"Huaaaaaaaaa, nanti kakak berubah fikiran dan ninggalin Aya sendiri." Lirih nya, El tertawa kecil mengecup puncak kepala adiknya.
"Tidak, kakak tidak akan meninggalkan Aya sampai kapanpun tidak akan meninggalkan Aya. Aya harus bahagia oke, kebahagiaan Aya yang utama di keluarga ini." Ucap El, Ayaza memeluk erat kakak nya.
Dalam hati Ayaza membatin, kak Felly jaga kakak nya Aya jangan sakiti kakak nya aya. Semoga kak Felly juga sayang sama Aya, mommy, dan Daddy.
...
Di tempat lain seorang wanita tengah memajang foto seorang gadis di atas meja samping tempat tidur nya, sang mommy yang melihat itu terheran-heran foto siapa yang sedang di pajang oleh putrinya.
"Aku sedang memajang foto Ayaza mom." Jawab Felly, ya wanita itu adalah Felly.
"Foto Ayaza?" Tanya nyonya Alicia.
"Hmmmmmm, cantik bukan." Ucap Felly, nyonya Alicia tersenyum gemas. Ayaza memang cantik dan menggemaskan.
"Tentu saja, mommy dan Daddy nya saja cantik dan tampan." Ucap nyonya Alicia, nyonya Alicia melihat Felly yang begitu menyayangi Ayaza.
Sebenarnya Felly ingin mengajak Ayaza menginap di rumah nya selama beberapa hari, namun ia takut jika Aya akan menolak nya.
Karena dari yang ia dengar Ayaza sulit untuk di dekati, Ayaza juga tak pernah pergi meninggalkan rumah tanpa mommy nya apalagi sampai berhari-hari.
"Kamu merindukan Ayaza?" Tanya nyonya Alicia.
"Hmmmmmm, jika bertemu dengan ku dia akan berkata. Kak Felly milikku hari ini, kak El tidak boleh mengganggu kebersamaan kami." Ucap Felly menceritakan.
"Temuilah sayang jika kamu merindukan nya." Ucap nyonya Alicia.
"Hmmmmmm, nanti aku akan menemui nya." Ucap Felly, nyonya Alicia tersenyum dan memeluk Felly lembut.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
A**: Selamat membaca kalian 🤗*
N: Oke, maaciw 🤗😂
A: Hmmmmmm, sama-sama 😁