Love Destiny

Love Destiny
Pertama



kriing kriiing


suara telpon membuatku terbangun dari mimpi indahku.


"Hallo..jam berapa sekarang? kenapa blom datang? bla bla bla bla " kata seseorang ditelpon dengan nada sedikit marah dan ocehannya yang tiada henti itu.


"iya pak saya minta maaf,saya akan segera berangkat" kataku.


(Sialan aku lupa menyalakan alarm hp ku)Kesalku dalam hati.


Atasanku Pak Hariman namanya dia salah satu orang menyebalkan ditempatku bekerja,tentunya masih banyak lagi orang menyebalkan lainnya,tapi dia yang paling benci dengan karyawan yang telat masuk kerja.Sebenarnya aku sudah tidak betah tapi mau gimana lagi aku masih butuh kerjaan.


Gara-gara ocehan pak tua tadi aku tidak berniat mengisi perutku,karena takut telat.


"lita.. kenapa kamu buru buru begitu ??" ucap della teman sekamarku.


"iya aku kesiangan del,kamu tau gak pak hariman kalo udah marah kayak apa?? bisa abis aku kalo telat"ucapku.


"Tetap aja kamu harus sarapan sedikit aja"ucapnya lagi.


"iya iya aku sarapan nih"mengambil selembar roti dan minum susu yang sudah disiapkan dela.Dela adalah mahasiswa semester akhir,walaupun begitu kita seumuran,dia agak telat masuk kuliah karena masalah keluarga.


Aku berangkat naik angkutan umum seperti biasanya,perjalanan yang cukup jauh dari rumah ke kantor selalu membuatku mengantuk sepanjang perjalanan.


Kulihat semua sibuk dengan ponsel mereka masing masing membuatku berfikir "Apa mereka akan mati jika tidak memainkan handphone sedetik aja" tanyaku dalam hati.


Aku memang tipe yang tidak suka bermain handphone ditempat umun kecuali saat darurat.


Setelah beberapa lama akhirnya aku sampai dipemberhentian kereta.Aku melihat jam "Masih ada waktu 15 menit lagi, sepertinya aku tidak akan terlambat" ucapku.


"Maafkan saya,saya tidak sengaja menabrak anda,apakah anda baik baik saja? " ucapku penuh dengan rasa bersalah.


"Tidak apa-apa nona,saya baik baik saja.Saya juga salah tidak memperhatikan langkah saya"ucap pria tersebut yang sepertinya seumuran denganku.


"Sekali lagi saya minta maaf tuan,saya sedang terburu buru,saya takut terlambat."ucapku sambil berlalu meninggalkan pria itu.


Entah apa yang dipikirkan pria itu tentangku,aku tidak peduli, aku hanya takut telat itu saja yang aku pikirkan.


Beberapa menit kemudian


"Akhirnya sampai juga,aduh aku telat lagi bisa abis nih aku"ucapku dengan napas terengah engah.


(Sial pak tua udah ada didepan pintu aja lagi, apa gak ada kerjaan lain selain berjaga didepan pintu,aku harus bagaimana ini??) gumamku dalam hati.


Aku masih dengan wajah panik,tiba-tiba seseorang menarik tanganku kepintu yang hanya digunakan oleh para petinggi kantor saja,dan karyawan biasa sepertiku dilarang menggunakannya.


" Tidak apa-apa nak kamu tidak akan kena sanksi karena menggunakan pintu ini jika bersama saya"ucapnya mencoba membuatku tenang,karena jujur aku takut kalo ketahuan menggunakan pintu khusus ini oleh manajerku. (bisa bisa ini jadi hari terakhirku bekerja kalo ketahuan pake pintu ini).


Dan siapa bapak ini,dan mengapa dia mau menolongku dari pak tua tadi.


(Apakah dia salah satu petinggi kantor??) tanyaku dalam hati.Ada banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan padanya.


Terimakasih sudah membaca


please like and coment ya 😊😊