
Aku dan Natasha berpencar mengelilingi bangunan Vila. Natasha mencari di lantai atas dan aku mencari di lantai bawah. Aku berkeliling di lantai bawah, tapi aku tidak menemukan apapun. Aku pun kembali ke ruangan saat aku dan Natasha pertama kali sampai. Tidak lama, Natasha datang, ia datang sambil memasang wajah kecewa.
"Tidak ada apa-apa di lantai atas." Kata Natasha kecewa.
"Di lantai bawah juga tidak apa-apa."
"Apakah memang di sini tempat nya." Kata Natasha kesal.
Aku memegangi dagu ku, lalu aku memejamkan mata ku. "Mmmmm...... Natasha apa ada ruangan yang menurut mu aneh?"
"Ruangan aneh ya....." Natasha menyilangkan tangan di dada nya. "Mmmm...... Aku rasa tidak ada. Mungkin memang kau saja yang salah menduga."
"Tidak. Pasti tempat ini yang di jadikan markas. Dari posisi bangunan yang terletak agak jauh dari daerah bangsawan dan bangunan yang tidak kalah besar dengan vila ku. Semua ciri-ciri itu yang mendukung argumen ku untuk menduga tempat ini menjadi markas."
"Walaupun kau bilang begitu. Kau juga sudah mencari nya kan? Tidak ada apa-apa di bangunan ini."
"Kalau begitu kita mencari sekali lagi... Kau mencari di lantai bawah dan aku mencari di lantai atas."
Natasha mengangguk. Aku dan Natasha berpencar lagi.
Aku sampai di lantai atas, aku memeriksa semua ruangan hingga akhir nya aku tiba di ruangan yang paling ujung. Saat berada di ruangan yang paling ujung, ruangan itu di penuhi dengan buku.
"Kalau di film-film ruangan yang paling mencurigakan itu biasanya, ruangan yang banyak buku nya."
Aku turun ke lantai bawah, saat di lantai bawah aku melihat Natasha memasang wajah kecewa.
"Tidak ada apa-apa seperti sebelum nya." Kata Natasha kecewa.
"Begitu ya.... Kalau aku menemukan sesuatu yang mencurigakan di atas sini."
"Benarkah?" Kata Natasha bersemangat sambil melompat ke lantai atas.
Aku mengangguk kan kepala. "Benar. Aku yakin sekali kalau ruangan yang ku temui ini mencurigakan."
Aku mengajak Natasha keruangan yang paling ujung, Natasha membuka pintu ruangan itu, kemudian kami masuk kedalam.
"Dari mana nya ruangan ini mencurigakan?" Kata Natasha heran.
"Sudahlah tidak usah banyak tanya.... Cepat kau hambur semua buku yang ada di rak!... Dan juga lakukan dengan cepat, aku merasakan energi sihir yang mengerikan dari tempat Arisa."
"Kau benar, kita harus cepat."
\*\*\*
Para Vampir sudah selesai menghisap semua darah penduduk. Rata-rata penduduk di kota Cocoa sudah berada di luar kota, wajar mereka berada di luar kota. Mereka mengungsi ke luar kota, karena kekacauan sedang terjadi di kota.
Semua penduduk pingsan, beberapa detik kemudian semua penduduk yang berada di luar kota sadar kembali.
"Apa yang terjadi pada kita?" Kata salah satu penduduk sambil memegangi kepala nya.
"Entahlah...." Jawab salah satu penduduk. "Aku rasa ada sesuatu yang menyerang kita, tapi aku tidak ingat siapa yang menyerang kita."
"Mungkin itu hanya perasaan mu saja." Kata penduduk yang lain nya.
"Kau benar mungkin itu hanya perasaan ku saja."
Para Vampir di atas langit dalam wujud kelelawar mereka. Setelah melihat para penduduk sadar, para Vampir terbang kembali ke kota.
"Misi kita selesai." Kata salah satu Vampir.
"Kau benar." Jawab Vampir yang lain nya.
"Tapi ada yang aneh, kenapa tiba-tiba Mira menyuruh kita untuk menghisap darah para penduduk?"
"Entahlah aku juga tidak tahu.... Tapi yang pasti, kita mendapatkan keuntungan besar malam ini."
Semua Vampir bersorak, setelah mendegar Vampir yang barusan bicara.
"Maafkan kami." Jawab semua Vampir serempak.
Para Vampir pun terus terbang, menuju tempat Arisa, Jack dan Amanda bertarung.
\*\*\*
Amanda melemparkan tombak nya ke arah Sarion, saat tombak hampir mengenai Sarion, Sarion menghilang.
"Kemana dia!?" Gumam Amanda.
"Di sini!" Suara di belakang Amanda.
Hawa dingin terasa di belakang Amanda, Amanda dengan cepat menengok ke belakang, saat ia menengok kebelakang, Sarion sudah menyentuh punggung Amanda dengan tangan kiri nya. Bola hitam, muncul di tangan Sarion. Dalam waktu sekejap bola hitam itu langsung meledak.
Ledakan terjadi, asap hitam mengelilingi Amanda dan Sarion.
"Kak Amanda!!" Teriak Arisa dan Jack bersama-sama.
Dari dalam asap keluar seseorang, orang itu adalah Amanda yang memegang perisai darah di tangan nya. Tangan Amanda mengeluarkan banyak darah. Asap hitam yang mengelilingi Sarion pun menghilang.
"Hebat sekali kau sempat menangkis bola hitam itu sebelum menghancurkan tubuh mu." Kata Sarion dengan sombong.
"Terima kasih ya." Kata Amanda.
Sarion bingung dengan perkataan Amanda.
"Berkat kau tangan ku terluka, dengan begini aku bisa dengan leluasa menggunakan Cursed Blood control ku."
Amanda dan Sarion berada di atas langit, kemudian dari bawah terdengar teriakan. "Sword Skill Number One: Dragon Slicer!" Teriakan itu berasal dari Jack. Setelah berteriak, Jack mengayunkan pedang nya secara Diagonal ke arah Sarion, saat mengayunkan pedang nya, angin kencang keluar dari bilah pedang Jack, angin itu langsung berubah bentuk menjadi naga.
"Tehnik yang menarik. Tapi itu percuma." Sarion tidak menghindar, ia percaya diri tubuh nya mampu menahan tebasan pedang Jack. Naga yang keluar dari tebasan Jack mengenai tubuh Sarion, waktu terkena, tubuh Sarion hanya tergores sedikit saja.
Melihat hal itu Jack menjadi terkejut, Arisa yang berada di samping Jack menjadi kesal karena serangan Jack tidak berpengaruh. Arisa pun menembakkan bola api berdiameter 50 meter ke arah Sarion. Tapi serangan Arisa masih tidak mampu melukai Sarion.
Amanda merubah bentuk darah nya menjadi tombak. Kemudian Amanda melesat dengan cepat ke arah Sarion. Amanda menusukkan ujung tombak nya ke arah Sarion, saat ujung tombak Amanda ingin mengenai Sarion, tiba-tiba Sarion berada di belakang Amanda. Amanda menengok ke belakang kemudian dengan cepat mengganti bentuk darah nya menjadi sebuah perisai.
Sarion menyerang Amanda dengan bola hitam nya, serangan Sarion pun mengenai perisai Amanda, Amanda yang terkena serangan itu terpental beberapa meter ke arah belakang. Untung saja serangan Sarion terkena perisai Amanda, jadi Amanda tidak menerima luka dari serangan Sarion.
Amanda merubah bentuk darah nya menjadi tombak, lalu Amanda melihat ke Sarion dengan senyum lebar.
"Sudah ku duga... Cursed Blood Control ku bisa melukai mu." Kata Amanda tersenyum.
"Apa yang membuat mu seyakin itu?" Jawab Sarion.
"Tadi kau menghindari serangan ku, lalu serangan Arisa dan Jack tidak kau hindari.... Itu tanda nya kalau Cursed Blood Control ku bisa melukai mu." Kata Amanda percaya diri.
Wajah Sarion menjadi cemberut. Amanda yang melihat wajah Sarion tertawa kecil.
"Apa nya yang lucu?" Kata Sarion kesal.
"Tidak ada apa-apa. Hanya saja seperti nya kemenangan berada di pihak kami. Sebentar lagi para Vampir akan datang, dengan bantuan mereka kau pasti akan kalah."
Mendengar perkataan Amanda, Sarion tertawa terbahak-bahak. "Kau sudah lupa ya? Saat ini aku baru mengeluarkan tiga puluh persen kekuatan ku. Jika aku bergabung dengan tubuh asli Ghoul, dan para penduduk di kota ini. Kekuatan ku akan menjadi sempurna." Kata Sarion percaya diri.
\*\*\*
Natasha menarik buku merah dari rak, saat Natasha menarik buku merah. Rak buku yang ada di dalam ruangan bergerak seperti membuka pintu. Akhir nya Rak buku, selesai bergerak, ternyata di balik rak buku tersembunyi ruangan rahasia.
"Ternyata memang ada ruangan rahasia di sini." Kata Natasha.
"Ayo cepat kita masuk kedalam ruangan itu.... Kita harus cepat membantu Arisa, Jack dan Amanda."
Natasha mengangguk. Aku dan Natasha pun memasuki ruangan rahasia yang ada di balik rak buku.