
Natasha melihat Jack berjalan ke arah ibu Mira. Saat itu, firasat buruk memenuhi hati Natasha.
Dia langsung tahu jika hal buruk akan terjadi. Natasha pun mencoba teriak untuk menghentikan Jack.
"Hentikan Jack!" Teriak Arisa.
---Tetapi sebelum Natasha bisa berteriak, Saudari Jack yang berada di samping Natasha berteriak terlebih dahulu.
Seperti nya dia juga merasakan firasat buruk yang juga di rasakan Natasha saat ini.
Tetapi seperti sebelum nya.
Perkataan Arisa di anggap angin lalu oleh Jack. Dia mengabaikan Arisa dan terus berjalan ke arah Ibu Mira, Carla.
"Berhenti!"
Sesuai dengan firasat buruk Natasha.
Suara yang sangat Natasha kenal bergema di seluruh ruangan. Tiba-tiba angin sepoi-sepoi berhembus di ruangan. Ini sangat membuat Natasha kebingungan! Karena saat ini mereka berada di ruangan bawah tanah, udara di sini sangat pengap tanpa ada angin yang masuk. Tetapi kenapa tiba-tiba ada hembusan angin di sini?
Natasha pun melihat ke arah suara itu berasal. Pemilik suara itu berada beberapa meter di belakang Jack, tetapi karena Natasha sangat fokus dengan Jack dia sama sekali tidak sadar dengan kondisi sekitar.
Mengikuti Natasha, Arisa juga melihat ke arah suara teriakan itu berasal.
Di sana berdiri seorang gadis kecil berambut perak dengan wajah imut nya. Tetapi udara di sekitar gadis itu sama sekali tidak sesuai dengan penampilan gadis kecil itu. Udara di sekitar gadis itu sangat menyeramkan hingga Natasha merinding merasakan nya.
"....Mira....." Natasha bergumam setelah menyaksikan pemandangan gadis kecil berambut perak itu. Itu benar, dia adalah orang yang di cintai dan sangat Natasha hargai, Mira.
Setelah beberapa detik menyaksikan pemandangan itu dengan tatapan bingung, Natasha akhirnya sadar kembali.
Gawat! Pikir nya. Mira tidak bisa mengendalikan energi sihir nya! Jika seperti ini dia akan terluka!
Saat Natasha hendak berteriak untuk memanggil nama Mira, Jack duluan bergerak menyerang Mira.
Dan tentu saja. Serangan Jack gagal. Pedang nya hancur berkeping-keping. Setelah itu, sebuah aura mengerikan keluar dari Mira memadati seluruh ruangan.
"Uuugh!" Arisa yang berada di samping Natasha mengerang kesakitan.
"Arisa!" Panggil Natasha dengan wajah cemas.
Arisa langsung pingsan di tempat.
"Uuugh!" Natasha pun tiba-tiba merasakan sakit di dada nya. Jantung nya seperti di remukkan, alhasil Natasha pun menjadi susah bernafas hingga pandangan nya menjadi kabur.
A-Aku harus..... Te-Tetap sadar!
Natasha berteriak di dalam kepala nya. Dia memiliki kemauan keras untuk menahan rasa sakit yang saat ini menyerang dada nya. Tetapi itu saja tidak cukup. Natasha pun kalah dengan rasa sakit yang memenuhi dada nya, ia pun pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit sama seperti Arisa yang juga pingsan di samping Natasha.
\*\*\*
Di kerajaan Fantasia.
Charles saat ini berjalan di lorong istana menuju ke salah satu kamar putri nya.
Sial!! Pertama Mira dan Carla menghilang! Kedua kematian masal! Dan sekarang apa lagi!?
Saat sedang sibuk mengurusi penyelidikan menghilang nya Mira dan Carla, dan juga sedang sibuk menyelidiki akibat kematian masal di ibu kota. Charles mendapat laporan yang membuat nya panik, cemas, marah, dan pusing di saat bersamaan.
Akibat nya, ia pun berhenti melakukan pekerjaan nya dan berjalan mengikuti pelayan ke kamar salah satu putri nya.
Beberapa menit kemudian....
"....Yang Mulia......?"
Seorang wanita berdiri dengan cemas di dekat pintu menyaksikan penyihir dan tabib kerajaan sedang memeriksa putri nya yang terbaring lemah di kasur.
"Shina....." Kata Charles melihat ke arah wanita yang memanggil nya. "Apakah Yuri baik-baik saja?" Charles berkata sambil menatap cemas putri nya yang terbaring lemah di kasur.
"......Untuk saat ini......" Shina diam sejenak sebelum menjawab Charles dengan suara lemah, seakan-akan dia tidak makan selama berhari-hari.
"....Begitu ya." Guman Charles. Ia kemudian menatap Shina dengan tatapan serius dan bertanya dengan suara tenang dan tajam. "Sebenarnya, apa yang terjadi?"
Shina hanya menggelengkan kepala nya dari kiri ke kanan dengan pelan. kemudian ia menjawab pertanyaan Charles. "Saya juga tidak tahu..... Tiba-tiba dia langsung tidak sadarkan diri saat sedang minum teh bersama saya, saat itu detak jantung nya sempat berhenti selama beberapa detik..... Saya pun panik, mencari tabib dan penyihir kerajaan, untuk memeriksa keadaan nya. Dan kondisi nya seperti yang anda lihat sekarang."
"......Detak jantung nya berhenti!?" Charles bergumam dengan wajah pucat. Apakah ini ada hubungan nya dengan kematian masal yang terjadi di kota?
"Yang Mulia, apakah ini ada hubungan nya dengan kematian masal yang terjadi di kota?" Shina menanyakan pertanyaan yang sama yang di pikirkan oleh Charles.
"....Mungkin. Aku di tengah penyelidikan untuk masalah itu."
"Mohon maafkan hamba atas gangguan nya!" Shina langsung membungkuk meminta maaf kepada Charles dengan penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa. Aku akan memperioritaskan keluarga ku dari pada negara ini." Jawab Charles dengan senyum lembut di wajah nya.
Shina menatap Charles dengan tatapan terkejut, dia berkedip beberapa kali, sebelum akhir nya berkata dengan cemas. ".....Bukankah tugas raja untuk memperioritaskan negara nya dulu dari pada keluarga nya?"
"......"
Charles tidak bisa menjawab, dia hanya memalingkan wajah nya dengan tatapan bersalah.
Keheningan pun terjadi di antara mereka berdua, tetapi itu hanya terjadi sejenak saat keheningan itu di rusak oleh laporaan dari penyihir kerajaan.
"Seperti nya Putri Yuri terkena kutukan."
"Apa!?" Shina dan Charles berteriak bersama-sama. Wajah mereka pucat, mereka pun mendesak penyihir untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai kutukan yang di maksud penyihir itu.
"Ini adalah kutukan yang baru saya lihat. Setelah kutukan yang terjadi pada Putri Mira, mungkin ini adalah kutukan terkuat kedua yang pernah saya lihat. Dan seperti kasus Putri Mira, mungkin saja Putri Yuri menjadi tidak sadarkan diri selama beberapa bulan."
"Ti-Tidak mungkin......" Shina langsung lemas, dia terduduk di lantai dengan wajah seperti orang yang melihat sesuatu yang menyeramkan, di penuhi dengan ketakutan....
"Dari perkataan mu. Seperti nya ini adalah kutukan yang berbeda dari yang menimpa Mira sebelum nya."
"Itu benar."
"Walaupun efek nya sama?"
"Ya. Walaupun efek nya sama. Ini adalah kutukan yang berbeda dari yang menimpa Putri Mira sebelum nya."
"....Begitu ya." Charles menaruh tangan nya di dagu, ia sedang memutar otak nya untuk. "Berarti pelaku kali ini adalah orang yang berbeda.....?" Gumam nya.
Ia teringat saat Mira terkena kutukan beberapa bulan yang lalu.
Saat itu, seorang penyihir tidak di kenal menyelinap memasuki istana meracuni makanan Mira, saat Charles dan Carla menyadari ada nya penyusup yang masuk mereka sudah terlambat. Mereka menemukan Mira terbaring lemah di bawah kaki penyihir. Dan dengan suara keras penyihir itu berkata kalau dia telah mengutuk Mira yang akan membunuh nya dalam jangka waktu setahun. Setelah mengatakan itu, penyihir pergi dengan sihir teleportasi.
Semenjak saat itu, keamanan di istana di perketat. Tetapi itu masih belum cukup, ketiga anggota keluarga Charles tetap menemukan diri mereka dalam bahaya.
Aku tidak pantas sebagai ayah dan juga sebagai raja.... Pikir nya dengan mengejek diri sendiri. Aku sangat lemah! Sial!! Tidak bisa melindungi keluarga ku dan juga warga negara ku! Aku hanyalah sampah yang memakai topeng raja!
"Sial!" Gumam Charles dengan suara getir di penuhi dengan rasa penyesalan, kesedihan dan juga amarah.