
Author's Note
Rencana nya mau Upload besok.... Tapi biarlah. Demi kalian pembaca tercinta.
-------------------------------------------
Aku turun kelantai, aku melihat ke aeah Catherine dan teman-teman nya, mereka menatap ku dengan ekspresi kaget.
"Ada apa?"
"Kenapa kau mengalahkan nya sendiri? Bukan nya kau sudah sepakat kalau kami yang mengalahkan nya." Kata Bruno.
"Bukan itu masalah nya," Kata Javelin sambil berteriak. "Bagaimana dia bisa mengalahkan Bos itu dengan satu serangan? Walaupun Bos itu HP nya tinggal sedikit, seharus nya masih membutuhkan beberapa serangan lagi, tapi dia bisa mengalahkan nya dengan satu serangan."
"Pertama pertanyaan Bruno yang akan ku jawab. Aku mengalahkan Bos sendirian karena kita sudah banyak membuang waktu, kalau aku tidak segera Logout aku akan dimarahi ibu ku karena terlambat makan malam."
"Ah, begitu ya... Aku faham, aku faham." kata Bruno.
Eh, dia faham dengan penjelasan seperti itu?
Apakah dia punya pengalaman buruk saat di marahi dengan ibu nya? Baiklah kesampingkan pertanyaan itu, sekarng jawab pertanyaan Javelin.
"Lalu pertanyaan Javelin, aku bisa mengalahkan Bos dengan satu serangan, karena benda yang kupegang ini." aku menghentakkan Glory Road kelantai.
"Glory Road bisa menambahkan kekuatan serangan ku berkali-kali lipat."
"Begitu ya... Lalu dari mana kau mendapatkan tongkat itu?" Tanya Javelin.
"Kalau itu rahasia." Tentu saja Rahasia.
Setelah itu muncul sebuah layar di depan ku, layar itu menunjukkan gambar amplop, ini berarti tanda kalau ada pesan masuk.
"Aku dapat pesan!" Kata Siegurd.
Dia juga!?
"Kau juga Siegurd? Aku juga dapat pesan." Kata Javelin.
"Aku juga."
"Aku juga."
Kata Bruno dan Catherine bersama-sama.
"Bagaimana dengan Mira?" Tanya Catherine.
"Sama seperti kalian."
Setelah menjawab, aku menyentuh layar, gambar amplop pun menghilang, sekarang yang ada di layar hanya ada tulisan. Di sana tertulis.
"Selamat anda telah mengalahkan Raja Iblis Lucifer, sebagai hadiah karena mendaratkan serangan terkahir, anda mendapatkan hadiah skill Growth dan Status DEX mu menjadi MAX."
DEX ku menjadi MAX!? Ini beneran!? Karena tidak sabaran, aku membuka Status ku.
"Open Status!"
Dengan satu perintah muncul sebuah Layar.
Name:Mira
Level:100 MAX
Class:Mage
HP:10.000
MP:500.000
STR:20
AGI:25
INT:100 MAX
VIT:50
DEX:100 MAX
Upgrade Point: 02
Aku memerhatikan Status ku dengan seksama, saat sampai di DEX. Aku melihat di sana tertulis angka 100 dan ada tulisan MAX yang menghiasi angka 100 itu berarti tanda, kalau Status DEX ku sudah MAX!
Aku melompat kegirangan setelah melihat hal itu.
"Aku dapat hadiah Skill gara-gara bantuin ngalahin Raja Iblis Lucifer." Kata Catherine.
"Aku juga!" Kata Seigurd, Javelin dan Bruno bersama-sama.
"Kalian juga!?"
Aku berteriak ke arah Catherine dan teman-teman nya.
"Mira juga!?" Kata Catherine terkejut.
Aku mengangguk. Tapi bukan itu masalah nya, jika mengalahkan Bos saja mereka sudah dapat hadiah, berarti kalau Quest ini selesai mereka juga akan mendapatkan hadiah berupa penambah kapasitas MP. Aku harus memberitahu hal ini, agar aku tidak kehilangan kekayaan ku.
"Hei," Aku memanggil Catherine dan teman-teman nya. Mereka semua menengok kearah ku. "Kalian membantu ku mengalahkan Bos saja sudah dapat hadiah, berarti kalau Quest ini selesai, kalian juga mendapatkan hadiah kan? Kalau begitu aku tidak akan membayar kalian 50 koin emas."
"Benar juga kata Mira." Kata Catherine.
"Kalau memang seperti itu, kami rela tidak menerima 50 koin emas nya." Kata Javelin.
"Kalau begitu Deal. Kalau kapasitas MP kalian bertambah aku tidak akan memberikan kalian 50 emas kepada kalian."
Semua orang mengangguk tanda mereka setuju.
"Ngomong-ngomong tentang penyelesaian Quest, dimana Putri itu di sekap?" Tanya Bruno.
Ah, benar juga aku hampir lupa dengan Putri itu. Sekarang ada di mana dia?.... Aku melihat sekeliling ruangan, kemudian aku melihat pintu kecil di pojok ruangan. Aku berjalan menuju pintu itu, Catherine dan teman-teman nya berjalan di samping ku.
"Tidak, aku tidak dapat itu, aku hanya dapat Skill." Jawab Siegurd
"Aku juga."
"Aku juga."
"Aku juga."
Kata Javelin, Bruno, dan Catherine bergantian.
"Berarti hanya yang mendaratkan serangan terakhir saja yang mendapatkan hadiah itu."
Kami sampai di depan pintu kecil, aku memegang gagang pintu, kemudian aku menekan gagang pintu setelah itu aku mendorong nya. Saat ku dorong pintu tidak mau terbuka, aku menambah kekuatan dorongan ku tapi tidak mau terbuka. Aku melepaskan pegangan ku, setelah itu aku menyuruh Catherine dan teman-teman nya untuk mundur.
"Mundur, pintu ini terkunci biar ku buka pake sihir."
Catherine mendorong ku menjauh dari pintu, setelah itu Catherine memegang gagang pintu, lalu ia menarik pintu, pintu pun terbuka.
"Di tarik Mira." Kata Catherine.
Saat melihat hal itu, aku sangat yakin wajah ku memerah karena malu walaupun aku tidak bisa melihat wajah ku, tapi aku sangat yakin kalau wajah ku merah padam saat ini.
Sementara itu Javelin, Siegurd dan Bruno menahan tawa nya. Sedetik kemudian Siegurd tidak bisa menahan tawa nya, ia pun tertawa terbahak-bahak.
"Fire Ball!" aku berteriak kesal, dan aku menembakkan sihir ku kearah Siegurd. Tubuh Siegurd terbakar karena sihir ku, ia pun berguling-guling di lantai untuk menghilangkan api yang membakar tubuh nya. Tapi ada satu hal yang mengganggu ku, Siegurd tidak berteriak kesakitan ia malah mendesah saat tubuh nya terbakar.
Tanpa sadar, aku melihat Siegurd dengan ekspresi jijik. Catherine juga melihat Siegurd dengan ekspresi jijik.
"Mira ternyata punya bakat, untuk menyiksa orang.... Aaaaahn, api penyucian ini sangat nikmat sekali. Aaaahn" Kata Siegurd kenikmatan.
Catherine mendorong ku kedalam ruangan yang baru saja ia buka.
Di dalam ruangan memiliki ranjang besar di tutupi dengan kain pink, dan banyak boneka yang memuhi ruangan yang kami masuki.
"Ini pasti tempat putri itu di sekap."
"Aku kira dia akan di sekap dalam penjara." Kata Bruno yang baru masuk kedalam ruangan bersama dengan Javelin.
Catherine mendorong Bruno dan Javelin keluar.
"Cowok nggak boleh masuk ke kamar seorang gadis... Mulai dari sini biar aku sama Mira yang ambil alih." Kata Catherine sambil mendorong Bruno dan Javelin keluar.
"Ta-tapi aku seorang gadis di dunia nyata." Kata Bruno.
"Kalau begitu Bruno boleh masuk... Gimana dengan Javelin kau cowok atau cewek di dunia nyata?"
"Kalau itu Rahasia, lebih baik aku keluar." Kata Javelin.
Javelin keluar dari ruangan.
Bagaimana dengan ku? Aku seorang remaja laki-laki sehat di dunia nyata. Berarti aku harus keluar dari ruangan ini kan? Ku rasa itu tidak perlu karena sekarang aku seorang gadis kecil yang imut.
Catherine menutup pintu, Bruno dan Catherime berjalan mendekati ku yang berada di dekat ranjang.
"Bagaimana dengan Mira?" Tanya Bruno.
"Ada apa dengan ku?"
"Bisa saja kau seorang laki-laki di dunia nyata."
"Aku seorang gadis." Di sini, tentu saja.
"Begitu ya." Kata Bruno dengan lega.
Kenapa kau lega?
"Kalau begitu Catherine bagaimana?" Tanya ku.
"Aku juga seorang gadis."
Setelah itu, aku menyentuh kain ranjang lalu aku membuka kain yang menutupi ranjang. Di dalam nya ada seorang gadis kecil berumur sepuluh tahun berambut pink dan berwajah imut walaupun masih imutan aku. Ia sedang tertidur tanpa mengenakan sehelai kain pun di tubuh nya.
"Untung aku menyuruh Javelin keluar." Kata Catherine lega.
"Yang lebih untung lagi, Siegurd tidak ada di sini... Dia itu lolicon." Kata Bruno menghela nafas lega.
Apa itu? Aku baru dengar.... Bukan hanya Masokis tapi dia juga Lolicon. Aku tidak tahu ada orang gila yang hidup dengan fetish beragam seperti itu.
Catherine menghela nafas lega. "Ternyata benar Mira dan Bruno itu perempuan. Jika kalian berdua laki-laki pasti kalian sudah horny liat gadis imut telanjang.
"Udah biasa ngeliat tubuh ku sendiri di dunia nyata." Kata Bruno.
"Aku juga." Aku sering liat tubuh telanjang adik perempuan ku. Aku bergumam di dalam pikiran ku.
Saat kami sedang berbincang. Gadis yang tertidur di kasur membuka mata nya, lalu ia duduk di kasur ia menatap kami dengan tatapan kosong secara bergantian, mulai dari Bruno, Catherine, kemudian aku. Saat menatap ku, gadis berambut pink mata nya berbinar.
Setelah itu ia menerjang tubuh ku lalu memeluk ku.
"Imut sekali udah kayak boneka aja.. Mulai sekarang kamu adalah adik ku." Kata gadis berambut pink memeluk ku.
"Kau kira aku mau jadi adik dari gadis yang tidak ku tahu nama nya." aku memprotes gagasan gadis berambut pink yang ingin mengangkat ku sebagai adik.
"Perkenalkan nama ku Momo... Putri kelima dari kekaisaran Sakura. Lalu siapa nama mu?"
"Mira." Aku menjawab nya dengan spontan.
"Sekarang Mira adalah adik ku." Kata Putri bernama Momo.
-------------------------------------------
Author's Note
Itu adalah cerita pertemuan dengan kawan-kawan satu Guild Mira dan cerita misi pertama Mira bersama dengan kawan-kawan satu Guild nya. Dan juga itu adalah titik awal dari Guild The Weirds dalam mengguncang FL. Dan juga Quest ini belum berakhir malahan masih permulaan. Mira bersama dengan Party nya masih harus mengantar Putri Momo ke negara nya.
Untuk cerita nya, akan di lanjut bila Author niat ngelanjut, untuk sekarang Author lagi pengen lanjut cerita utama nya...... Si Author juga nggak sabar pengen ngelanjutin.
Arc The First Quest of The Weirds, selesai.