
Rabisia berteriak "Harga di mulai dari 100 coin emas." Rabisia sudah mengumumkan harga untuk anak kecil kembar itu.
Satu persatu peserta berteriak menawarkan harga yang lebih tinggi, harga terus menaik sampai harga telah mencapai 1.00.000 coin emas. Rabisia berteriak kembali "Tawaran tertinggi 1.00.000 coin emas, ada yang ingin menambahkan?"
Natasha berteriak. "1.50.000"
"150.000, apakah masih ada lagi?"
Seseorang berteriak. "3.00.000"
Natasha membalas. "6.00.000"
Semua orang terdiam. "Sepertinya tidak ada lagi yang menawar." Kata Rabisia menyambung.
Lalu ada seseorang wanita berteriak. "satu juta."
"Wow harga yang sangat tinggi. Apakah masih ada yang ingin menambahkan?"
"sepuluh juta." Natasha berteriak dengan keras.
Setelah mendengar teriakan Natasha, semua peserta terdiam bahkan Rabisia juga ikut terdiam. Selama 5 menit tidak ada jawaban. Akhirnya Rabisia mengumumkan kedua anak kembar itu telah di beli Natasha.
Beberapa menit berlalu Natasha dan kedua anak kembar itu saat ini sedang menaiki bukit, untuk pulang ke Vila. Matahari sudah mulai terbenam hari semakin gelap, Natasha pun Akhrinya sampai di Vila. Pada saat Natasha memasuki Vila Natasha di sambut Mira yang sedang minum teh sambil makan cemilan di sofa.
***
Aku mendengar pintu di buka, Vila ini hanya bisa di buka oleh ku atau oleh Natasha saja, jadi aku tau kalau Natasha sudah pulang.
Aku menyambut Natasha, pada saat aku melihat Natasha, aku terkejut. Natasha membawa 2 anak kecil, yang satu Ras Elf dan satu nya Ras Human. Kedua anak kecil itu bersembunyi di belakang tubuh Natasha, seakan-akan mereka takut dengan ku.
"Tenang saja, kakak berambut perak ini tidak jahat kok."
Natasha mencoba menenangkan kedua anak itu, tapi anak itu tetap takut pada ku.
Aku pun mendekatkan wajah ku pada mereka.
"Yang di katakan kakak berambut pirang ini benar kok. Aku ini bukan lah orang jahat," kedua anak itu masih takut padaku.
"Seperti nya kalian akan lama akrab dengan ku. O iya nama kalian siapa?"
"Na....ma?" bocah Elf menanggapi pertanyaanku.
"Iya nama. Contoh nya Namaku Mira, dan kakak berambut pirang ini Natasha. Kalau kalian siapa?"
Kedua anak itu menggelengkan kepalanya. Lalu bocah Human menjawab kalau mereka tidak memiliki nama. Dia menjawab dengan terbata-bata. Aku pun menyerah untuk bertanya, setelah itu aku menyuruh Natasha untuk membawa mereka ke kamar mandi.
Pada saat mereka di kamar mandi, aku menggunakan sihir (Creation.) untuk membuatkan mereka pakaian, beberapa menit kemudian mereka bertiga keluar dari kamar mandi. Aku memberikan pakaian kepada Natasha untuk di pakaikan kepada kedua anak itu. Setelah mereka mandi, Natasha menyiapkan makan malam, kami berempat makan di meja makan. Pada saat kami selesai makan malam, kedua anak itu mendekati ku.
"Ma.... Ma...... Af ka.... N Ka..... Mi." bocah Elf menunduk.
Lalu bocah Human pun juga ikut menunduk. "Ma....... Af."
Aku mengelus kepala mereka berdua. "Kalian pasti lelah kan, Natasha antar mereka ke kamar kosong!"
Setelah mendengar perintah ku Natasha mengantar kedua anak itu ke kamar kosong. Beberapa menit kemudian Natasha datang mengahadap ku.
"Natasha siapa kedua anak itu? Dari mana kau mendapatkan nya?"
"Baik akan ku ceritakan kejadian nya-"
Natasha bercerita tentang pasar lelang yang terletak di bawah tanah kota Tiramisu yang bernama Low Light, disana mereka menjual banyak barang yang tidak di jual di toko, dan di akhir Natasha bilang kalau kedua bocah elf itu di beli di pasar lelang itu.
"Jadi intinya mereka budak." aku menyambung cerita Natasha.
"be-benar walaupun mereka berbeda ras tapi sebenarnya mereka itu saudara kembar."
"Hmm, begitu ya."
Bocah kembar yang berbeda ras. Bagaimana bisa itu terjadi? Apakah itu hasil kawin silang?
Dan menurut cerita Natasha kalau mereka di beli dengan harga sepuluh juta, padahal harga awalnya hanya 100 coin.
Natasha menggelengkan kepalanya, setelah itu aku menyuruh Natasha tidur. Walaupun dia mahluk Nokturnal, sangat penting untuk tidur malam. Karena itulah aku menyuruh nya tidur. Natasha pun pergi meninggalkan ku. Setelah Natasha pergi aku membuat kopi, lalu meminum kopi itu di atas sofa, sambil memikirkan sesuatu.
Dari hasil cerita Natasha aku menyadari, kalau menjalankan pasar gelap akan sangat menguntungkan, bahkan pekerjaan ini bisa lebih menguntungkan dari pada harus mewarisi tahta kerajaan. Aku tersenyum Setelah memikirkan keuntungan yang kudapat dari bisnis pasar gelap.
Beberapa menit kemudian Natasha datang lagi kepadaku.
"Kenapa kau tidak tidur?" Aku bertanya.
"Apa kau lupa? aku ini mahluk Nokturnal, mana bisa aku tidur di malam hari."
Aku tidak menanggapi perkataan Natasha, aku hanya terus meminum kopi yang ku buat. Pada saat aku meminum Kopi Natasha memberikan ku sedikit pertanyaan.
"Mira kau ini siapa?"
"Apa maksud pertanyaan mu itu?"
"Aku penasaran saja. Bagaimana bisa manusia menjadi lebih kuat dari ras Vampir."
"Begitu ya, jika kau ingin tahu. Sebenarnya aku putri dari kerajaan Fantasia, aku anak kelima dari lima bersaudara. Sepuluh bulan yang lalu aku di kutuk, hal itu membuat ku tidak sadarkan diri selama sepuluh bulan. Dan entah kenapa setelah aku tersadar, aku bisa menjadi sekuat ini. Dan beberapa hari yang lalu aku di usir dari kerajaan, karena hampir membuat 2 kerajaan besar berperang. Begitulah cerita nya." setelah bercerita aku langsung menghabiskan kopi yang kuminum.
"Mi-Mira bagaimana kau bisa membuat 2 kerajaan bisa berperang? Dan juga siapa yang mengutuk mu? Bagaimana bisa setelah sepuluh bulan tidak sadar bisa membuat mu begitu kuat? Kasih tahu cepat Mira!"
"Karena kopi ku sudah habis, jadi aku tidak ingin menjawab pertanyaan mu."
Malam yang tenang itu, berubah menjadi malam yang sedikit ribut karena Natasha terus mendesak ku untuk menjawab pertanyaan nya.
Beberapa jam berlalu, pagi hari pun tiba. Aku menyuruh Natasha untuk membangun kan kedua anak itu. Natasha pun membangunkan mereka, setelah membangunkan mereka Natasha membuatkan sarapan. Setelah selesai sarapan aku memanggil kedua anak itu.
"Baiklah kalian berdua. Karena kalian tidak memiliki nama, maka akan kuberikan nama untuk kalian berdua."
Mereka berdua tersenyum. Setelah itu aku menunjuk bocah Elf. "Mulai hari ini nama mu Arisa."
"A..... Ri...... Sa?" anak itu berkata dengan lambat, sepertinya dia belum terlalu bisa berbicara.
Setelah itu dia menunjuk ku. "Mi..... Ra," lalu setelah itu dia menunjuk Natasha. "Na...... Ta...... Sha."
Natasha menangguk, bocah Elf itu tersenyum. setelah itu aku menunjuk bocah Human. "Kau ku kasih nama Jack."
Bocah Human itu mengangguk. Setelah aku memberi nama mereka berdua, aku menyuruh Natasha untuk membawa mereka berdua berkeliling kota, aku menyuruh Natasha untuk membelikan mereka pakaian.
Dengan cepat Natasha membawa mereka berdua. Pada saat Natasha sampai di depan pintu Vila aku berteriak.
"Woy Natasha jangan hisap darah mereka."
Natasha sedikit terkejut mendengar perkataan ku, kemudian ia melihat ke arah ku. "Ba-baik, aku tidak akan menghisap darah mereka."
Pada saat mereka sudah di luar Vila, Arisa masuk lagi kedalam Vila, Natasha kebingungan dengan tingkah Arisa. Setelah beberapa detik Arisa masuk, Arisa keluar sambil menarik tangan Mira.
"Kenapa aku juga harus ikut?"
Arisa hanya tersenyum mendengar perkataan ku. Karena terpaksa aku pun ikut mereka berkeliling kota.
Selama di perjalanan Arisa terus menarik tangan ku. Karena melihat Arisa terus menarik tangan ku, Jack pun juga ikut menarik tangan ku. Melihat aku di paksa oleh mereka berdua Natasha tertawa.
"Kenapa kau ketawa?"
"Bukan apa-apa, hanya saja, di sini aku kelihatan nya seperti seorang ibu yang sedang merawat ketiga anak nya."
Natasha terus tertawa. Biasa nya aku tidak marah jika di panggil anak kecil, tapi entah kenapa sekarang aku merasa kesal dengan Natasha.
"Natasha itu tidak lucu." aku sedikit berteriak, Natasha langsung terdiam, Arisa dan Jack melepaskan tangan ku.
Mendengar nada ku yang tinggi Natasha meminta maaf, kemudian kami pun melanjutkan perjalan kami lagi.
Kenapa tadi aku merasa sangat kesal? Pikir ku dengan heran.
"Sepertinya aku bercanda keterlaluan." Gumam Natasha.