
Semua keluarga kerajaan berkumpul di ruang tahta kerajaan Fantasia. Charles, Joshua, dan Albert duduk sebangku. Sedangkan Lia duduk bersama dengan Carla, ke empat Selir dan ke empat putri kerajaan Fantasia.
Sebelum mereka memulai rapat nya mereka minum teh sambil makan manisan bersama. Selama acara berlangsung Lia terus menatap Carla.
"Putri Lia ku dengar kau memiliki tunangan." Kata Lina.
Lia tidak menjawab Lina, dia hanya terus menatap Carla.
"Putri Lia!! Putri Lia!!" Kata Lina dengan sedikit berteriak.
Lia terkejut, kemudian ia melihat kearah Lina. "I-iya kenapa?" Jawab Lia.
"Aku dengar kau memiliki tunangan."
Lia menggelengkan kepalanya. "Aku tidak memiliki tunangan."
"Tapi saat aku membaca berita di koran terakhir kali, di situ dikatakan kau memiliki tunangan."
"Benar juga, kejadian ini tidak di masukkan di koran. Tunangan ku di bunuh di kota Tiramisu sekitar empat bulan yang lalu."
"Begitu ya.... Maafkan karena ibuku menanyakan hal itu padamu." Sambung Nina.
"Tidak apa-apa aku sudah melupakan kejadian itu."
"Anu... Kalau boleh tahu siapa yang membunuh tunangan mu?" Tanya Yuri.
"Yuri tidak sopan menanyakan hal itu." Sambung Shina.
"Ma-maafkan aku karena menanyakan hal itu padamu."
"Tidak apa-apa. Aku akan menjawab pertanyaan mu.... Yang membunuh Tunangan ku adalah Organisasi Low Light."
Semua orang terkejut mendengar nama Low Light keluar dari mulut Lia.
"Apakah benar yang di katakan Anak mu Albert?" Tanya Joshua.
Albert mengangguk. "Itu benar. Bahkan Wiliam Tunangan nya Lia, di bunuh dengan cara sadis."
"Sebaiknya kau jangan menceritakan bagaimana dia dibunuh, kami semua sedang makan di sini... Sebaiknya kita cepat menghancurkan organisasi itu." Kata Joshua.
"Tidak akan semudah itu," Kata Albert. Semua orang menengok ke arah Albert. "anak ku pernah masuk ke markas Low Light," Semua orang terkejut mendengar perkataan Albert. Albert melanjutkan perkataan nya lagi. "Saat itu anak ku membawa banyak pasukan, tapi semua pasukan yang di bawa anak ku habis tanpa sisa. Untung saja anak ku selamat."
"Jadi Kekuatan tempur Low Light sekuat itu.... Kalau apa yang di katakan Albert benar, berarti Low Light ini organisasi yang sangat berbahaya." Kata Charles.
"Tapi aku tidak menyangka Putri Lia akan berani masuk ke markas Low Light. Walaupun di temani banyak pasukan, untuk masuk ke markas Low Light harus memiliki keberanian. Aku sangat kagum padamu." Kata Nina.
"Aku juga sangat kagum padamu." Sambung Blanc.
"Tapi apa yang membuat mu masuk ke markas Low Light?" Tanya Rosa.
Lia tidak menjawab, Lia terus menatap Carla. Pembicaraan penting yang barusan terjadi sama sekali tidak di dengar Lia. Selama pembicaraan berlangsung Lia terus menatap Carla.
"Putri Lia!! Putri Lia!!" Kata Rosa dengan sedikit berteriak.
"I-iya kenapa?" Jawab Lia.
"Kenapa kau dari tadi tidak mendengar perkataan kami?"
"Maaf, hanya saja kopi ini sangat enak. Sampai aku tidak bisa fokus karena rasa kopi ini sangat enak."
"Anu... Kami tidak menyediakan kopi. Yang kau minum dari tadi itu teh." Kata Yuri.
Lia melihat ke dalam cangkir nya. "Wa-waaah. Ternyata benar teh, hahahahaha. Lupakan yang barusan ku katakan. Sebenarnya apa yang kau tanyakan Putri Yuri?"
"Anu... Yang bertanya itu aku." Kata Rosa.
"Maaf, aku masih belum bisa membedakan kalian berempat."
"Haaaah, bagaimana kau tidak bisa membedakan kami!?" Teriak Nina. Nina melanjutkan perkataan nya. "Di lihat saja sudah berbeda kan."
"Nina, tenang kan dirimu." Kata Charles.
Mendengar perkataan Charles, Nina menjadi tenang dan melanjutkan meminum teh nya.
"Maafkan Anak ku Albert." Kata Charles.
"Tidak apa-apa. Anak ku juga salah, karena tidak mendengar perkataan Putri Rosa.... Lia yang di tanyakan Putri Rosa itu kenapa kau masuk ke markas Low Light."
Lia meminum Teh nya, mendengar perkataan Albert Lia menaruh cangkir kopi nya di meja. "aku masuk ke markas Low Light karena aku ingin balas dendam."
Semua orang memerhatikan Lia, semua nya menunggu Lia melanjutkan ceritanya sedangkan Lia terus menatap Carla.
Carla pun menyadari kalau dia terus di tatap oleh Lia.
"Anu... Putri Lia, kenapa kau dari tadi terus
Menatap ku?" Kata Carla.
"Maafkan saya jika Ratu Carla merasa terganggu. Hanya saja Ratu Carla sangat mirip sekali dengan Mira." Kata Lia
Joshua yang sedang minum teh tersedak ketika mendengar nama Mira keluar dari mulut Lia. Lalu semua anggota keluarga kerajaan Fantasia terkejut mendengar nama Mira, mereka semua menjatuhkan cangkir mereka ke lantai karena terkejut.
Eh, kenapa mereka menjatuhkan cangkir mereka? Apakah aku ada salah bicara? Pikir Lia.
Ada apa ini? Pikir Albert.
"Anu... Putri Lia tadi bilang aku mirip dengan Mira kan?"
"I-iya, tentu saja Ratu Carla mirip dengan Mira. Ratu Carla kan ibunya Mira."
"Ka-kau benar aku ibunya Mira," Carla beranjak dari tempat duduk nya. "Kau bertemu Mira dimana?"
Aku tidak menyangka Putri Lia kenal dengan Mira kenapa anak itu tidak mati saja. Pikir Nina dan Blanc.
Yuri juga beranjak dari tempat duduk nya. "Aku juga ingin tahu dimana kau bertemu dengan Mira."
"Aku juga." Kata Rosa.
"Itu benar, aku juga ingin tahu." Kata Nina.
"A-anu... Bagaimana cerita tentang sewaktu aku masuk ke markas Low Light. Apakah itu tidak dilanjutkan?"
"Itu benar, sebaiknya kita lanjutkan saja cerita itu... Siapa yang peduli dengan anak yang sudah di usir dari kerajaan Fantasia." Kata Joshua.
"Joshua, tentang pengusiran Mira hanya keluarga kerajaan saja yang tahu dan beberapa prajurit. Lalu prajurit-prajurit itu sudah di hapus ingatan nya dengan sihir... Bagaimana kau bisa tahu kalau Mira sudah di usir?" Kata Charles.
Mendengar perkataan Charles. Joshua menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ga-gawat aku keceplosan. Pikir Joshua.
Semua orang menatap ke arah Joshua dengan tatapan tajam.
Joshua tidak bisa menjawab pertanyaan Charles, keringat dingin mulai bercucuran di tubuh Joshua.
"Bagaimana dengan Putri Lia, Putri Lia bagaimana kau bisa bertemu dengan Mira?"
Semua orang menatap Lia.
"Se-sebenarnya aku bertemu Mira di kota Tiramisu empat bulan yang lalu."
"Kota Tiramisu!?" Semua orang berteriak.
Mendengar nama kota Tiramisu, Carla terduduk lemas di kursi nya.
"Yang Mulia Ratu!!" Kata Shina sambli beranjak dari tempat duduk nya.
Shina melesat cepat kearah tempat duduk Carla.
"Yang Mulia tidak apa-apa?"
"Aku baik-baik saja.... Aku hanya terkejut mendengar Mira berada di kota Tiramisu."
"Jadi bagaimana keadaan Mira sekarang?" Tanya Yuri.
"Kalau keadaan nya yang sekarang aku tidak tahu, tapi saat aku bertemu dengan nya terakhir kali dia dalam keadaan trauma."
"Trauma!? Bagaimana Bisa!?" Carla bangkit dari tempat duduk nya.
"Itu karena Mira di culik."
Ke empat Putri, ke empat selir dan Charles terkejut mendengar hal itu. Sedangkan Carla hampir pingsan mendengar Mira di culik. Untung saja Shina memberikan ramuan sebelum Carla benar-benar pingsan.
"Apakah pelaku penculikan Mira itu bernama Gaztor?" Tanya Charles.
Lia menggelengkan kepalanya. "Bukan, yang menculik Mira itu tunangan ku yang bernama Wiliam."
Semua orang terkejut. "Ayah baru mendengar hal itu Lia." Kata Albert.
"Akuu tidak ingin ayah tahu perbuatan jahat Wiliam, karena itu aku tutup mulut."
Mendengar perkataan Lia, Yuri beranjak dari tempat duduk nya. "Putri Lia, tunangan mu mati karena di bunuh kan?" Kata Yuri dengan suara berat.
Lia tidak menjawab, Lia terlalu takut untuk menjawab karena Lia melihat wajah Yuri yang sedang marah.
"Tunangan mu pantas mati dengan cara sadis!! Yuri berteriak sangat kencang.
"Tenang dulu Yuri!! Kita dengarkan cerita nya dulu!!" Kata Charles.
"Tenang kau bilang?" Carla beranjak dari tempat duduk nya. "Mira di culik itu karena kamu yang mengusir nya."
"Tapi aku hanya-"
"Mengikuti peraturan leluhur. Sudah ku bilang berapa kali, jangan bergantung dengan peraturan kuno!!" Carla berteriak sangat kencang, hingga satu ruangan bergema.
"Te-tenang dulu Putri Yuri, Ratu Carla. Mira sudah selamat." Kata Lia.
Carla dan Yuri melihat kearah Lia.
"Sebenarnya Mira di selamatkan tiga orang pengawal nya, kekuatan tiga orang pengawal Mira mampu membuat markas Low Light setengah hancur."
"Pengawal?" Kata Charles.
Lia mengangguk. "Sebenarnya Mira memiliki pengawal, dan salah satu dari pengawal nya berasal dari ras Elf."
"Ras Elf. Bagaimana bisa Ras Elf menjadi pengawal Mira?" Tanya Nina.
"Akan ku ceritakan semua yang ku ketahui tentang Mira, maka dari itu Ratu Carla dan Putri Yuri tenang dulu. Biarkan aku menceritakan semua hal yang terjadi saat aku tinggal di kota Tiramisu."
Lia dan Yuri kembali duduk di tempat duduk nya, kemudian Lia pun menceritakan semua hal yang terjadi padanya di kota Tiramisu.